Kebiasaan Sehat

Yang Dapat Dilakukan Bila Sering Lupa

Dipublish tanggal: Mar 17, 2019 Update terakhir: Mar 13, 2020 Tinjau pada Apr 24, 2019 Waktu baca: 3 menit
Yang Dapat Dilakukan Bila Sering Lupa

Beberapa orang sangat mudah sekali lupa. Mereka sering kali merasa lupa terlebih pada hal-hal kecil. Kemampuan otak untuk mengingat sesuatu dapat menurun tidak hanya terjadi pada orang tua melainkan ini dapat terjadi pada usia muda dan dewasa. 

Jadi pelupa bisa terjadi pada semua golongan usia. Banyak sekali faktor internal dan eksternal yang menyebabkan orang mudah sekali lupa. Tetapi menjadi upa tentu dapat diperbaiki dengan cara dan kebiasaan hidup yang lebih baik.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa penyebab sering lupa?

Lupa terjadi karena adanya gangguan dalam melakukan penyimpanan atau pemanggilan kembali memori. Memori sendiri dibentuk oleh otak melibatkan dua bagian penting yaitu hipokampus dan amygdala.

Beberapa orang dapat mudah sekali mengingat sesuatu. Dalam segi ilmu pengetahuan ini dikaitkan dengan IQ yang tinggi. Pada seseorang dengan IQ tinggi mereka mampu menyaring hal-hal yang masuk dalam pikiran dan memiliki memori yang besar untuk mengingat hal-hal besar ataupun kecil. 

Tetapi pada orang yang sering lupa bukan berarti dikarenakan IQ yang rendah, banyak faktor yang dapat menyebabkannya. Berikut beberapa faktor orang menjadi pelupa.

1. Stres

Stres merupakan gangguan psikologis yang diakibatkan banyaknya pikiran yang bahkan menganggu aktivitas sehari-hari.  Stres yang berkepanjangan dapat menghambat proses menyimpan informasi di dalam otak. Mereka mengalami gangguan kognitif sehingga mereka hanya terfokus dalam satu masalah yang memicu stres. 

2. Kurang tidur

Kita memerlukan otak untuk beraktivitas. Otak tidak berhenti bekerja selama 24 jam sebagai sarana berpikir. Otak juga perlu istrahat. Dengan tidur kita akan mengembalikan kinerja otak menjadi lebih baik. Kekurangan tidur mengakibatkan otak menjadi lelah dan daya ingat pun berkurang.

3. Usia

Faktor usia mempengaruhi fungsi otak untuk mengingat. Tingkat lupa semakin progresif yang dapat menimbulkan penyakit alzheimer. Penyebab dari alzheimer adalah gejala demensia akut yang mengakibatkan kematian sel otak. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

4. Demensia

Demensia bukanlah suatu penyakit, ini adalah suatu gejala gangguan fungsi kognitif yang memicu kesulitan berpikir pada usia tua. Demensia sendiri dibagi menjadi 3 yaitu demensia alzheimer, demensia body lewi, demensia parkinson dan demensia vaskuler.  Demensia body lewi disebabkan karena penumpukan protein di korteks otak yang menyebabkan seseorang menjadi sulit tidur, sulit mengingat, sering melamun, dan kesulitan bergerak.

Pada demensia vaskuler ini disebabkan oleh penyakit stroke yang terjadi pada seseorang. Penyakit stroke yang disebabkan penyumbatan atau pendarah pembuluh darah otak diikuti gangguan kognitif dapat mengakibatkan demensia.  Demensia Parkinson merupakan gejala lupa ingatan yang bersamaan dengan gemetaran, tremor, kaku, dan berkurangnya koordinasi. 

5. Trauma

Trauma akibat kecelakaan di daerah kepala mengakibatkan kerusakan pada otak dan menyebabkan memori dan kognitif menjadi lambat.

Cara mengatasi sering lupa

Ternyata terdapat banyak cara yang tidak sulit untuk mengatasi sering lupa. Cara ini dapat meningkatkan kemampuan daya ingat dan meningkatkan tampungan memori dengan cara sederhana. Cara mengatasi sering lupa antara lain:

1. Menyusun jadwal harian

Menyusun tabel harian sangat bermanfaat untuk menata waktu anda setiap hari sehingga melewatkan kegiatan-kegiatan penting.

2. Menuliskan catatan

Untuk memudahkan mengingat hal kecil, menuliskan pengingat di tempat yang mudah dilihat seperti menaruhnya di meja kantor, ditempelkan d pintu kulkas, atau sekedar menulisnya di buku catatan. Zaman sekarang, telepon genggam dapat menjadi alat yang mudah untuk menyimpan pengingat agar mudah dibuka. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

3. Sering membaca

Sering membaca adalah satu cara untuk melatih otak kita. Pada orang yang gemar membaca, kinerja dan daya ingatan otak akan meningkat 40%.

4. Tidur cukup

Tubuh butuh istirahat untuk mengisi kembali energi yang telah hilang selama beraktivitas seharian, begitu juga pada otak. Dengan tidur cukup, kinerja otak menjadi lebih baik dan memori sekaligus daya ingat dapat digunakan secara lancar. Tidur cukup adalah minimal 8 jam sehari, 

5. Konsumsi makanan sehat

Makanan sehat tentu menyimpan nutrisi agar kinerja otak berjalan dengan sempurna. Lauk pauk seperti daging ikan laut dan telur membantu perkembangan memori otak terutama pada masa pertumbuhan anak-anak. 

Kandungan penting untuk otak lainnya yaitu Vitamin B, vitamin E, asam folat, omega-3, dan capcaisin. Buah-buahan juga menjadi satu makanan pendamping utama untuk melindungi saraf-saraf otak agar daya ingat tetap terjaga. 

6. Tetap fokus

Fokus dalam melakukan segala kegiatan merupakan kunci utama agar semua pekerjaan dapat memberikan hasil sempurna. Jangan melakukan pekerjaan terburu-buru. Dengan fokus kita pun menguasai pekerjaan tersebut secara rinci agar tidak ada sedikitpun hal yang tertinggal.

7. Olahraga

Olahraga minimal 3 kali seminggu membantu membakar kalori dan menyehatkan tubuh. Otak juga menjadi lebih tenang dan oksigen mudah masuk sehingga mampu membentuk sel-sel baru yang telah rusak.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dementia. American Academy of Family Physicians. (https://familydoctor.org/condition/dementia/)
Forgetfulness — 7 types of normal memory problems. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/forgetfulness-7-types-of-normal-memory-problems)
See Why We Forget Things. Verywell Mind. (https://www.verywellmind.com/explanations-for-forgetting-2795045)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app