Transient Synovitis : Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 437.575 orang

Transient Synovitis adalah peradangan pada sendi panggul yang menyebabkan rasa sakit, lemas dan kadang-kadang panggul tidak dapat digunakan untuk menahan berat badan. Kondisi ini terjadi pada anak-anak pra-puber dan merupakan penyebab paling sering dari nyeri pinggul pada anak. 

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus, seperti infeksi pernapasan bagian atas, yang kemudian bergerak dan menetap di sendi panggul.

Transient berarti hanya bertahan untuk waktu yang singkat. Kondisi ini bersifat sementara dan dalam kasus normal hilang sendiri dalam 7 hingga 10 hari. 

Karena kondisinya dapat mengkhawatirkan, Anda harus pergi ke dokter untuk memastikan bahwa tidak ada kondisi serius yang sedang diderita oleh anak Anda. Kondisi ini biasanya jinak dan biasanya gejalanya akan membaik dalam 24-48 jam.

Apa yang menyebabkan Transient Synovitis?

Penyebab pasti terjadinya Transient Synovitis masih tidak diketahui. Walaupun seringkali disebabkan oleh infeksi pernasana, Namun Para ahli masih tidak bisa memahami sepenuhnya mengapa membran sinovial yang mengelilingi pinggul menjadi meradang. Namun, ada beberapa kondisi yang dikaitkan dengan terjadinya kondisi ini, beberapa diantaranya adalah :

  • infeksi bakteri (sinovitis toksik poststreptokokus)
  • trauma
  • konsentrasi interferon yang lebih tinggi
  • reaksi alergi

Tanda dan gejala pinggul mengalami Transient Synovitis

Ada beberapa tanda yang patut Anda curigai Jika pinggul anak Anda mengalami kondisi Transient Synovitis, yaitu:

  • Anak Anda mungkin akan terlihat berjalan pincang atau kesulitan merangkak atau berdiri
  • mereka mungkin mengeluh sakit di pinggul, pangkal paha, paha atau lutut
  • Beberapa anak mungkin menolak berjalan, tanpa penjelasan. Biasanya hanya satu sisi yang terpengaruh. Anak-anak dengan kondisi ini, umumnya dalam keadaan umum yang sehat

Sejumlah kecil anak-anak dengan pinggul yang mengalami transient Synovitis kemungkinan besar akan terus mengalami hal tersebut di kemudian hari. 

Biasanya, tidak diperlukan pemeriksaan dan pengobatan khusus untuk jika Anda yakin bahwa nyeri pada pinggul anak Anda mengalami transient synovitis, dan Anda dapat merawat anak Anda di rumah.

Apakah Anda perlu membawa anak Anda ke dokter?

Secara umum kondisi ini tidak membutuhkan perawatan dari dokter, yang perlu Anda waspadai adalah jika dugaan Anda keliru. Karena nyeri pada panggul bisa disebabkan oleh penyakit yang lebih berbahaya. 

Oleh karena itu jika Anda tidak yakin secara pasti jika anak Anda mengalami kondisi ini, segera pergi ke dokter jika anak Anda:

  • Demam atau tidak sehat secara umum
  • Timbul pembengkakan atau kemerahan pada bagian pinggul atau kaki
  • Rasa sakit yang meningkat atau muncul terus menerus yang tidak berkurang dengan penggunaan obat-obatan anti nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol
  • Kesakitan ketika mereka sedang beristirahat
  • Tidak membaik dalam tiga hari atau belum pulih sepenuhnya dalam dua minggu.

Transient Synovitis adalah diagnosis eksklusi, yang berarti diagnosis dibuat setelah penyebab nyeri pinggul akut yang lebih berbahaya dikesampingkan. Tes berikut akan dilakukan untuk menyingkirkan penyebab nyeri pinggul yang lebih berbahaya.

  • Pemeriksaan fisik
  • Foto rontgen
  • Pemeriksaan darah (CBC, CRP, ESR)
  • Ultrasonografi pinggul untuk mencari pengumpulan cairan
  • MRI

Perawatan Transient Synovitis di rumah

Nyeri pinggul akibat transient synovitis  adalah kondisi ringan yang akan membaik dengan sendirinya. Dengan istirahat total, biasanya gejala akan membaik. Biasanya gejala mulai membaik dalam waktu sekitar tiga hari dan sembuh sepenuhnya  dalam dua minggu.

Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen, sangat membantu untuk nyeri pinggul akibat kondisi ini. Karena penggunaan NSAID dapat meringankan rasa sakit serta mengurangi peradangan. 

Berikan ibuprofen sesuai dengan petunjuk paket secara teratur selama 48 jam. Parasetamol juga dapat membantu mengurangi rasa sakit. Jangan pernah memberikan aspirin kepada anak di bawah usia 12 tahun. Antibiotik tidak diberikan karena kondisinya tidak diketahui secara pasti disebabkan oleh infeksi bakteri.

Penting untuk merawat anak Anda dengan beristirahat yang cukup di rumah. Mereka secara alami akan duduk, merangkak, berjalan atau berbaring di posisi yang paling nyaman. 

Biarkan anak Anda secara bertahap kembali ke kegiatan mereka yang biasa saat mereka membaik, tetapi mereka tidak boleh bermain olahraga atau melakukan kegiatan yang berat sampai mereka benar-benar sembuh.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit