Tounge Tie: Penyakit Yang Sering Menyerang si Kecil

Update terakhir: Apr 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.079.567 orang

Bayi Sulit Menyusu, Jangan-Jangan Gejala Tounge Tie!

Perlu Anda ketahui bahwa keberhasilan pemberian ASI pada bayi tergantung pada cara menyusu yang baik. Penting untuk ibu yang sedang menyusui megetahui cara menyusu yang benar. Akan tetapi bila ibu sudah melakukan teknik menyusu yang baik dan benar namun bayi tetap tidak mau menyusu atau kesulitan saat menghisap ASI bahkan sering melepaskan pentil saat menyusu. Coba periksakan ke dokter, mungkin saja bayi Anda mengalami lidah pendek atau dalam Bahasa medis disebut dengan ankyloglossia atau tounge tie.

Ankyloglossia adalah suatu kondisi yang membatasi gerak lidah. Ankyloglossia juga dikenal dengan lidah dasi (tongue-tie). Anak dengan Ankyloglossia umumnya mengalami kesulitan dalam menjulurkan lidahnya, serta mempengaruhi cara anak makan, berbicara, menelan, dan mengganggu menyusui. Berikut artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang ankyliglossia atau tounge tie. Selamat membaca.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Apa sih yang dimaksud dengan tounge-tie?

Tounge tie atau ankyloglossia merupakan suatu kondisi dimana dasar lidah melekat pada dasar mulut melalui frenulum atau tali lidah yang tebal atau pendek yang menyebabkan seseorang mengalami pergerakan lidah yang terbatas. Tounge tie adalah kelainan kongeniltal atau kelainan lahir bawaan yang biasa disebut dengan lidah pendek.

Ankyloglossia atau tounge tie pada anak berbeda-beda berdasarkan tingkat keparahannya, yakni Ankyloglossia Ringan, Ankyloglossia Moderat, dan Ankyloglossia Sempurna. Semakin tinggi tingkat keparahannya, maka semakin sulit lidah penderita Ankyloglossia atau tounge tie tersebut bergerak.

Anak yang mengalami tongue-tie perkembangan bicaranya normal seperti anak lain. Namun, beberapa literatur menyatakan bahwa tongue-tie dapat menyebabkan kesalahan artikulasi kata-kata, terutama pada huruf-huruf yang membutuhkan gerakan lidah ke atas, seperti pengucapan huruf R dan L. Derajat keparahan kesalahan artikulasi ini bervariasi, dapat sangat jelas atau bahkan sama sekali tidak terdengar. Dengan kata lain, anak tersebut akan mengalami kecadelan karena ujung lidah tidak mampu menyentuh langit-langit mulut dengan sempurna.

Apa saja gejala-gejala dati tounge-tie?

Pada umumnya tidak terdapat masalah serius bagi bayi yang mengalami tounge tie. Namun pada sebagian kecil kasus, ankyloglossia atau tounge tie bisa menimbulkan beberapa masalah pada bayi seperti:

  • Bayi sulit mempetahankan hisapan saat menyusu.
  • Bayi lebih sering rewel, bahkan setelah menyusu masih tetap rewel
  • Bayi mudah merasa lelah saat menyusu sehingga proses menyusu terputus-putus
  • Masalah pada perlekatan bayi pada payudara
  • Bayi lebih sering tertidur  sebelum kenyang
  • Berat badan bayi yang susah bertambah atau terjadinya penurunan berat badan

Tounge tie atau ankyloglossia dapat menyebabkan mobilitas lidah terbatas. Tongue tie dapat mempengaruhi beberapa hal berikut ini:

  • Pada bayi, tongue tie berpengaruh pada proses menyusui
  •  Proses makan, pada saat makan akan berantakan karena pergerakan lidah yang terbatas.
  • Proses berbicara, terdapat keterlambatan bicara dan kurangnya kebersihan mulut, terutama karies gigi.

Perlu Anda ketahui, beberapa kondisi medis dan psikologis dapat menyebabkan munculnya gejala-gejala seperti diatas. Bila Anda ragu dan khawatir akan keadaan bayi Anda mengalami gejala –gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan dini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Apa sih yang menyebabkan terjadinya tounge-tie?

Samapai saat ini masih belum jelas apa yang menyebabkan kondisi terjadinya tounge- tie atau ankyloglossia, namun diduga hal ini berkaitan dengan faktor genetik. Bayi laki-laki diketahui tiga kali lebih berisiko mengalami tongue-tie dibanding bayi perempuan.

Bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi masalah tounge-tie?

Cara yang terbaik untuk mengatasi tounge tie yaitu dengan penilaian dan seleksi yang tepat mengingat 50-75% bayi dengan kondisi ankyloglossia tetap dapat menyusu tanpa kendala apabila diberikan konseling dan pendampingan manajemen menyusui yang adekuat.Pelekatan yang kurang tepat dan nyeri pada puting ibu dapat terjadi karena penyebab lain. 

Beberapa tindak pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, adalah:

  • Frenotomi (prosedur bedah sederhana yang dilakukan untuk memotong frenulum yang mempunyai perlekatan yang tidak normal dan tanpa dilakukan pengangkatan jaringan) dipertimbangkan apabila terdapat masalah menyusui pada bayi dengan kondisi ankyloglossia dengan gejala-gejala tertentu. Untuk menentukan indikasi frenotomi direkomendasikan pendampingan sekitar 2-3 minggu sambil memperbaiki proses menyusu, memantau keluhan yang dirasakan ibu, serta menilai status kesehatan dan pertumbuhan bayi.
  • Frenulopasti merupakan prosedur yang dilakukan dengan operasi dan obat bius ini dilakukan jika frenulum terlalu tebal. Saat ini proses frenuloplasti dapat dilakukan dengan laser, sehingga tidak memerlukan jahitan, meminimalkan rasa sakit, serta mengurangi risiko komplikasi.

Hanya beberapa bayi dengan tounge tie  atau ankyloglossia mungkin mengalami kesulitan pelekatan saat menyusu, sehingga terjadi perlukaan dan nyeri pada putting ibu, yang menyebabkan penurunan suplai ASI karena pengosongan kurang optimal, kenaikan berat badan bayi lambat, gagal tumbuh dan penyapihan dini. 

Oleh karena itu penting untuk Anda untuk lebih peka terhadap kondisi bayi Anda agar bayi Anda dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

lidah saya putih makan pun tidak merasakan nikmatnya makanan
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit