Tips Berhenti Merokok dengan Rajin Berolahraga

Dipublish tanggal: Mei 31, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
 Tips Berhenti Merokok dengan Rajin Berolahraga

Bagi perokok yang sudah berada dalam fase kecanduan berat, untuk berhenti melakukan kebiasaan tersebut bukan hal yang mudah. Meski sudah memiliki niat dalam hati, namun adakalanya keinginan untuk merokok tersebut datang kembali. Akhirnya kegagalan demi kegagalan yang didapatkan.

Namun sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa terbebas dari rokok dan salah satunya adalah dengan berolahraga. Faktanya bagi seorang perokok, berolahraga juga menjadi hal yang berat. 

Jika Anda ingin melakukan olahraga agar bisa berhenti merokok, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Ulasan lebih lengkapnya bisa Anda temukan di bawah ini.

Bagaimana Olahraga bisa Membantu Anda Mengatasi Ketergantungan Rokok?

Rokok mengandung zat adiktif berupa nikotin yang pengaruhnya bagi pemakai sangat besar. Alasan mengapa tidak bisa berhenti merokok setiap hari karena dengan barang tersebut si pemakai bisa menjalani kehidupan lebih teratur. Nah, dengan menjalani olahraga, pola hidup Anda akan diubah secara drastis. Olahraga inilah yang akan menggantikan efek dari nikotin.

Banyak yang merasakan efek samping yang cukup mengganggu ketika memutuskan untuk berhenti merokok. Salah satunya adalah kegiatan sehari-hari yang terasa berat dilakukan serta kondisi badan yang lemah. Kondisi ini sebenarnya hanya efek sementara karena tubuh tidak mendapat asupan nikotin. 

Bagi perokok yang tidak tahan, keinginan untuk merokok itu bisa saja muncul lagi. Agar pikiran bisa teralihkan, salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan melakukan olahraga.

Dampak positif olahraga bagi tubuh perokok sangat banyak sekali. Beberapa diantaranya adalah:

  • Olahraga bisa mengurangi stres terutama yang diakibatkan selama proses berhenti merokok
  • Olahraga bisa mengurangi kelebihan berat badan sedikit demi sedikit
  • Olahraga bisa membantu menekan rasa lapar

Tips Semangat Berolahraga Untuk Berhenti Merokok

Bagi seorang yang tidak memiliki kebiasaan merokok, berolahraga bisa menjadi hal yang sangat mudah dilakukan. Namun bagi perokok yang dalam tahapan berhenti, olahraga justru menjadi hal yang dihindari karena kondisi tubuh yang lemah dan tak bersemangat. Padahal olahraga dipercaya bisa membantu mengatasi masalah kecanduan rokok. Agar olahraga menjadi lebih bersemangat, perhatikan beberapa tips dibawah ini.

  • Berolahraga bersama teman, keluarga, ataupun pasangan agar tidak terasa membosankan
  • Cari waktu yang nyaman untuk berolahraga dan lakukan secara rutin
  • Setidaknya lakukan olahraga selama 30 menit dalam intensitas sedang, sehari saja dalam seminggu
  • Prioritaskan olahraga dan jadikan sebagai kegiatan rutin. Jika tidak bisa menyisihkan 30 menit, gunakan saja 10 menit untuk olahraga setiap harinya
  • Pilih jenis olahraga yang Anda sukai, misalnya bersepeda, lari, renang, dan lain-lain. Jenis olahraga apapun bisa membantu Anda terbebas dari kecanduan rokok
  • Mulailah olahraga dengan intensitas ringan supaya tubuh bisa beradaptasi. Setelah itu tambah intensitas dengan perlahan
  • Jika kesulitan mengatur jadwal, sebaiknya ikut kelas olahraga agar Anda bisa melakukan kegiatan fisik dengan teratur

Saat memulai olahraga, mungkin Anda akan merasa tidak nyaman karena kebiasaan tubuh berubah. Hal itu adalah kondisi yang wajar. Jika Anda melakukan olahraga secara teratur, kegiatan tersebut akan terasa ringan.

Salah satu olahraga yang bisa Anda coba pada tahap awal proses berhenti merokok adalah jalan kaki. Gunakan intensitas rendah terlebih dulu lalu secara bertahap tingkatkan kecepatan berjalan Anda. Olahraga tidak hanya bisa membebaskan Anda dari kecanduan akan rokok, tetapi juga bisa merawat badan agar tetap sehat dan bugar.


2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app