Tentang Hubungan Seksual, Apakah Anda Si Dominan atau Si Submisif?

Apabila saat ini masih khawatir dengan rumor yang beredar di masyarakat soal hubungan dominan submisif, maka Anda bisa melakukan beberapa antisipasi. Salah satunya dengan cara mengenali ciri-ciri pasangan yang bersikap dominan dalam sebuah hubungan.
Dipublish tanggal: Jul 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Tentang Hubungan Seksual, Apakah Anda Si Dominan atau Si Submisif?

Hubungan seksual dengan pasangan memang bukan hal baru lagi terutama bagi Anda yang telah menikah. Namun kegiatan intim ini menjadi hal yang unik untuk diperbincangkan, terlebih pada siapa yang lebih dominan selama berlangsungnya kegiatan tersebut.

Meskipun para ahli menyarankan bahwa hubungan seksual yang sukses adalah hubungan yang sesuai dengan keinginan dua orang yang melakukannya, bukan salah satunya. Akan tetapi fakta membuktikan bahwa dominan dan submisif tidak bisa dihindari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Supaya Anda dan pasangan lebih paham tentang serba serbi dalam hubungan seksual, maka simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Soal dominan submisif

Sebenarnya istilah dominan submisif ini berlaku pada berbagai jenis hubungan dan kegiatan, namun hubungan seksual bersama pasangan menjadi salah satu pembahasannya.

Istilah Dominan berarti pihak yang memiliki kekuasaan penuh selama kegiatan intim tersebut. Kemudian misi Dominan memang didukung oleh Submisif yang mengizinkan dan menerima segala bentuk perlakuan. Dengan demikian posisi Submisif cenderung menuruti apa saja yang dilakukan oleh salah satu pihak.

Meskipun istilah hubungan ini menuai pro dan kontra, namun kenyataannya jenis hubungan ini lazim bagi kebanyakan pasangan. Posisi Dominan adalah pria dan Submisif adalah wanita.

Dominan submisif menjadikan hubungan intim berbalut sikap “kasar”

Tidak dapat dipungkiri bahwa jenis hubungan intim dengan dominan submisif ini membuat satu pihak lebih menguasai, sehingga Dominan terkadang melakukan perlakuan “kasar” secara verbal maupun non verbal. 

Akan tetapi kebanyakan setiap pasangan merasa baik-baik saja karena beranggapan bahwa sikap tersebut akan menambah keharmonisan dan dinikmati oleh keduanya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Hal itu didasari bahwa perlakuan kasar yang dilakukan oleh Dominan memang disukai oleh pasangannya, sehingga tetap menjaga martabat dan tidak menyakiti perasaan masing-masing.

Amankah jenis hubungan intim dominan submisif?

Banyak yang beranggapan bahwa jenis hubungan ini akan menimbulkan kekerasan dan berakhir dengan tindakan kriminal. Namun sebenarnya kegiatan dominan dan submisif ini bertujuan mendapatkan kenyamanan tersendiri bagi keduanya dan mencapai klimaks dengan lebih baik.

1. Tanyakan kesediaan pasangan sebelum melakukan hubungan intim, pastikan pasangan Anda sudah siap.

2. Gunakan beberapa batasan yang tidak boleh dilanggar dan harus disepakati oleh keduanya. Sehingga baik Anda dan pasangan ada dalam kondisi yang aman.

3. Apabila diperlukan, gunakan barang-barang lunak tertentu sebagai bantuan untuk foreplay.

Mengenali pribadi dominan

Apabila saat ini masih khawatir dengan rumor yang beredar di masyarakat soal hubungan dominan submisif, maka Anda bisa melakukan beberapa antisipasi. Salah satunya dengan cara mengenali ciri-ciri pasangan yang bersikap dominan dalam sebuah hubungan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

1. Mudah emosi

Dominan cenderung mudah marah, apalagi jika ada suatu keinginan yang tidak Anda ikuti. Minta pasangan Anda untuk terbiasa mendengar alasan mengapa keinginannya tidak juga dipenuhi. Cara tersebut dapat menjadi lebih efektif untuk menumbuhkan sikap dewasa pada pasangan.

2. Ingin menang sendiri

Ciri-ciri orang yang mendominasi adalah keinginan untuk selalu menang dalam berbagai kesempatan. Ya, jiwanya sangat berkompetisi dengan tujuan sebuah kemenangan dan bahkan tanpa peduli dengan kondisi orang lain.

3. Tidak suka meminta maaf

Pasangan yang dominan sulit untuk mengatakan permintaan maaf, baik untuk hal yang sepele maupun masalah yang besar. Sehingga menumbuhkan kesan egois dan tidak mau mengalah.

Pembahasan soal dominan submisif memang memiliki risiko berbeda-beda antara positif dan negatif. Tanamkan sikap dewasa untuk keselamatan hubungan yang Anda bina selama ini. Letakkan ego dan kembali bicarakan sebuah penyelesaian dengan bijak. 

1 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Jozifkova, Eva & Kolackova, Martina. (2017). Sexual arousal by dominance and submission in relation to increased reproductive success in the general population. Neuroendocrinology Letters. 38. 381-387. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/321331390_Sexual_arousal_by_dominance_and_submission_in_relation_to_increased_reproductive_success_in_the_general_population)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app