Ketahui Tanda-Tanda Kematian Sudah Semakin Dekat

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Ketahui Tanda-Tanda Kematian Sudah Semakin Dekat

Mengetahui tanda-tanda kematian dapat menjadi sarana perenungan agar dapat memanfaatkan sisa waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, kembalinya pada Sang Pencipta tak berwujud ketakutan melainkan sebuah pengharapan.

Roda kehidupan terus berputar, perjalanan dimulai dari kelahiran yang membawa sukacita dan diakhiri oleh kematian dengan segala kesedihannya. Setiap manusia pasti akan menjumpai kematian, tanpa tahu kapan dan di bumi mana ia akan bertemu ajalnya.

Ketika seseorang sudah semakin dekat dengan kematian, tak jarang ia akan menampakkan sejumlah pertanda. Mulai dari perubahan fisik hingga perilaku tak biasa sebagai bagian dari proses alami tubuh menjelang tutup usia.

Berikut tanda-tanda kematian yang dapat dikenali dan dialami

Tanda yang muncul satu hingga tiga bulan menjelang kematian

1. Mulai Menarik Diri

Beberapa bulan menjelang kematian, akan terjadi perubahan perilaku dimana orang tersebut mulai menarik diri dari kehidupan sosial. Lebih senang menghabiskan waktu di rumah dengan segala ketenangannya. Seorang yang komunikatif cenderung menjadi pendiam dan yang jauh dari agama mendadak ingin mengeksplorasi lebih dalam ajaran agamanya.

2. Nafsu Makan Menurun Drastis

Semakin dekatnya pertemuan dengan ajal, secara alami tubuh memberi sinyal akan ketidakbutuhannya lagi pada makanan sebagai bahan bakar. Semakin hari nafsu makan kian menghilang, bahkan untuk menelan obat sekalipun seakan menjadi sulit.

3. Jam Tidur Semakin Intens

Mendekati kematian, metabolisme tubuh akan semakin menurun seiring dengan berkurangnya nafsu makan. Tubuh yang kekurangan energi perlahan lebih memilih menghabiskan banyak waktu untuk tidur daripada harus berpeluh dengan beragam aktivitas.

Tanda yang muncul satu hingga dua minggu menjelang kematian

4. Buang Air Menjadi Lebih Jarang

Berkurangnya asupan nutrisi dan cairan tubuh berimbas pada intensitas buang air yang menjadi lebih jarang. Mayoritas mengalami inkontinensia urine atau kehilangan kontrol atas kandung kemihnya lantaran otot-otot yang semakin rileks menjelang kematian. Penurunan output urine pun dapat terjadi secara bertahap dengan warna urine yang semakin pekat.

5. Mengalami Disorientasi

Beberapa minggu menjelang kematian, sebagian orang mungkin akan mengalami disorientasi, kegelisahan atau ketidakmampuan lagi dalam berpikir secara jernih. Nampak kerap meracau dan berhalusinasi tentang apa yang dilihatnya. Respon psikomotor pun akan semakin melambat, mudah tertidur, terbangun dan tertidur lagi.

6. Seketika Memiliki Permintaan Khusus

Seseorang yang hendak menemui ajalnya terkadang menginginkan sesuatu yang istimewa sebagai kesan mendalam akan perpisahan. Seketika ingin mengunjungi tempat tertentu, berfoto dengan keluarga terdekat, berjabat tangan dengan sosok penting dihidupnya hingga sekedar mencicipi makanan favorit.

7. Perubahan Warna Kulit

Perlambatan sirkulasi menjelang kematian menyebabkan timbulnya bercak dan sianosis (pucat kebiru-biruan) pada ekstremitas. Kulit pada bagian bawah tubuh pun terasa dingin dan lambat laun dapat menjalar ke bagian tubuh atas sebagai pertanda semakin dekatnya waktu kematian.

8. Otot-Otot Semakin Melemah

Beberapa hari terakhir sebelum kematian, otot-otot menjadi sangat lemah. Hal-hal sederhana seperti mengangkat secangkir teh atau membalikkan badan di tempat tidur menjadi cukup sulit untuk dilakukan.

Ketika kematian hanya tinggal hitungan hari atau beberapa jam lagi

9. Perubahan Respirasi

Napas menjadi lebih cepat, lambat, dangkal atau tidak beraturan hingga terdengar berisik akibat berkumpulnya lendir di kerongkongan. Membran mukosa oral pun menjadi kering.

10. Kerusakan Sensori

Pandangan menjadi kabur dan tidak responsif. Meski mata terbuka namun tatapannya kosong seakan tidak melihat keadaan disekelilingnya. Ketajaman indera perasa dan penciuman pun semakin menurun.

Mendekati jam atau menit akhir kematian, terkadang seseorang dapat meringis kesakitan seakan menahan nyeri teramat sangat. Tekanan darah menjadi sangat rendah, mata tertutup atau setengah terbuka dan denyut nadi mungkin sulit dideteksi. Sekujur tubuh pun menjadi dingin dan membiru. Lambat laun jalannya pernapasan semakin melambat untuk kemudian berhenti sepenuhnya.

Indikasi positif dari kematian terlihat pada gambaran mendatar pada EEG selama 24 jam, dimana kegiatan otak telah berhenti. Pasca kematian, tubuh akan mengalami 3 tahap besar perubahan. Mulai dari rigor mortis atau kekakuan yang terjadi sekitar 2-4 jam setelah kematian, algor mortis yakni penurunan suhu tubuh secara bertahap dan livor mortis yang terjadi karena hancurnya sel darah merah disertai dengan pelepasan hemoglobin.

Pada akhirnya, jasad manusia layaknya daun-daun berguguran yang akan membusuk hingga lenyap terkubur bersama tanah. Semua hanya akan tinggal nama dan cerita. Maka, persiapkan diri sedini mungkin sebelum tanda-tanda kematian sudah teramat dekat. Manfaatkan waktu hidup dengan sebaik-baiknya agar kelak tak berbuah penyesalan.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What signs indicate death is near? (n.d.). (http://www.hrrv.org/healthcare-professionals/last-stages-of-life/)
Mayo Clinic Staff. (2017). End of life: Caring for a dying loved one. (http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/end-of-life/in-depth/cancer/art-20047600)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app