Spondylolisthesis

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 617.113 orang

Spondylolisthesis

Spondylolisthesis merupakan suatu kelainan tulang dimana terjadi pergeseran pada salah satu tulang belakang dari posisi normal. Spondylolisthesis paling banyak terjadi pada tulang belakang sisi punggung bawah. Kondisi ini memiliki resiko besar akibat trauma saat beraktivitas dan berolahraga. Terjadinya Spondylolisthesis dapat menimbulkan resiko penekanan saraf di sekitar tulang belakang.

Tulang belakang merupakan kumpulan tulang yang berkumpul dan memanjang mulai dari leher hingga ke bokong. Tulang belakang dewasa terdiri dari 7 tulang servikal, 12 tulang torakal, 5 tulang lumbar, dan 1 tulang ekor. Tulang belakang berfungsi sebagai penopang tubuh beserta organ dan sebagai pelindung sumsum tulang belakang yang menjalar dari sistem saraf pusat di otak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Penyakit Spondylolisthesis banyak terjadi pada anak-anak akibat kerentanan tulang untuk dapat cedera serta ketidakhati-hatian dalam melakukan aktivitas. Tetapi kontraksi yang terlalu tinggi juga dapat menimbulkan Spondylolisthesis pada orang dewasa. Pada Spondylolisthesis, tulang belakang khususnya daerah punggung bawah ( lumbar-sakrum ) terjadi pergeseran sehingga salah satu bagian dari tulang belakang berada di sisi depan dan berdekatan dengan tulang belakang di sisi atas. Terdapat faktor resiko terjadinya Spondylolisthesis antara lain:

  • Aktivitas berat seperti mengangkat beban, memikul barang di pundak, menarik sesuatu yang berat
  • Beberapa olahraga yang beresiko seperti sepakbola, rugby, gulat, dan gym.
  • Kelainan yang sudah ada sejak lahir (kongenital)
  • Akibat penuaan
  • Cedera berulang pada tulang belakang
  • Pernah mengalami kecelakaan lalu lintas yang merusak tulang belakang
  • Retaknya tulang belakang hingga tulang bergeser maju 

Gejala Spondylolisthesis

Gejala mulai timbul saat terjadi pergeseran yang menekan saraf sekitar tulang belakang. Gejala utama yang dirasakan adalah nyeri di punggung belakang. Nyeri juga dapat disertai keluhan lainnya berupa:

  • Nyeri yang menjalar hingga ke bokong
  • Nyeri diperberat hingga saat beraktivitas
  • Terasa kaku di daerah punggung bawah hingga otot di sekitar paha
  • Terdapat penonjolan tulang punggung ke arah depan
  • Tulang punggung melengkung
  • Punggung terasa kaku
  • Menegangnya otot-otot paha belakang
  • Gangguan sulit berjalan 

Diagnosis Spondylolisthesis

Dokter melakukan pemeriksaan berupa anamnesia terkait gejala yang dialami. Pemeriksaan diawali dengan menanyakan gejala yang dirasakan, sudah berapa lama keluhan dirasakan, dan apakah ada riwayat yang dapat mencetuskan terjadinya keluhan. Dokter juga melakukan pemeriksaan reflek gerak mulai dari tulang belakang hingga ekstrimitas untuk melihat adanya rasa nyeri dan kontraksi atau tegang otot.

Selain pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang diperlukan untuk menentukan adanya pergeseran tulang belakang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain:

  • Rontgen

Rontgen tulang belakang dengan metode X-ray merupakan pencitraan sederhana yang dapat dilakukan di sarana kesehatan. Pemeriksaan X-ray dilakukan dengan menggunakan gelombang sinar X agar dapat menunjukkan gambaran kelainan organ tulang belakang. Rontgen juga dapat menunjukkan adanya keretakan pada bagian tulang belakang akibat pergeseran.

  • Ct-scan

Pemeriksaan CT-scan (Computed Tomography) dapat menunjukkan potongan gambar yang dapat menunjukkan adanya pergeseran tulang belakang, keretakan, hingga menunjukkan adanya penekanan pada saraf di sekitar tulang belakang yang menimbulkan gangguan saraf.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Pengobatan Spondylolisthesis

Terapi utama pada penderita Spondylolisthesis dengan tujuan untuk menghilangkan gejala, mengembalikan struktur tulang, serta mengembalikan aktivitas penderita ke kondisi semula. Terapi dapat bersifat non operatif dan operatif berdasarkan tingkat keparahan gejala.

Pada kasus Spondylolisthesis ringan, pemberian terapi fisiki atau fisioterapi dapat mebantu mengatasi nyeri dan ketegangan otot-otot di sekitar punggung bawah dan tulang paha sekaligus mencegah perburukan gejala. Istirahat dengan mengurangi aktivitas berat serta pemberian obat anti nyeri juga dapat membantu mengatasi dan mempercepat penyembuhan gejala. Injeksi kortikosteroid juga dapat mengurangi rasa nyeri dan kesemutan pada kaki. 

Pemberian brace oleh dokter spesialis tulang dapat membantu mereposisi tulang belakang. Brace dipakai selama beberapa waktu dan perlu dilakukan pemeriksaan berkala untuk melihat perbaikan tulang. Kombinasi dengan fisioterapi juga dapat mempercepat penyembuhan.

Apabila menimbulkan gejala berat, tindakan operasi dibutuhan dengan mengangkat bagian tulang belakang dan mereposisikannya kembali sehingga mengurangi penekanan saraf di sekitar tulang belakang sekaligus mengembalikan tulang belakang ke posisi semula. Apabila terjadi kerusakan saraf di sekitar tulang belakang, maka perlu perawatan saraf oleh dokter spesialis bedah saraf untuk mencegah gangguan saraf serta kelumpuhan.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit