Sindrom Hand And Foot - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Dipublish tanggal: Mar 8, 2019 Update terakhir: Mei 21, 2020 Tinjau pada Agu 21, 2019 Waktu baca: 3 menit

Jumlah penderita kanker yang semakin banyak meningkatkan penggunaan obat-obatan sitostatika atau kemoterapi. Pengobatan kemoterapi merupakan pengobatan yang bersifat jangka panjang, sehingga munculnya beberapa efek samping yang tidak diharapkan seringkali sulit dihindari.

Salah satu yang paling sering muncul adalah Hand and Foot Syndrome (HFS). Lewat artikel ini kita akan membahasnya.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apakah Hand and Foot Syndrome (HFS) itu ?

Hand and Foot Syndrome atau disebut juga sebagai Palmar-Plantar Erythrodysesthesia adalah suatu peradangan yang terjadi dalam waktu yang lama (dapat muncul terus-menerus atau hilang timbul) pada telapak tangan dan kaki, sebagai efek samping dari kemoterapi.

Walaupun jarang, HFS dapat juga muncul di area lain seperti siku dan lutut. HFS biasanya muncul setelah 2-3 bulan kemoterapi.

Apa gejalanya ?

Gejala dan tanda yang sering dijumpai antara lain:

  • Rasa terbakar, gatal, kesemutan, atau tebal (baal)
  • Kulit kemerahan tampak seperti terbakar matahari
  • Bengkak
  • Sakit/nyeri jika disentuh
  • Kulit telapak tangan dan kaki terasa kencang
  • Penebalan dan luka pada kulit telapak tangan dan kaki
  • Kulit mengelupas, pecah-pecah
  • Luka pada telapak tangan dan kaki
  • Nyeri hebat
  • Kesulitan berjalan atau beraktivitas menggunakan tangan

Hand and Foot syndrome terjadi akibat adanya sejumlah kecil obat kemoterapi yang ‘menyelinap’ keluar dari pembuluh darah kecil yang ada pada telapak tangan dan kaki.

Beberapa obat kemoterapi mempengaruhi pertumbuhan sel kulit atau pembuluh darah kecil di tangan dan kaki. Jadi ketika obat keluar dari pembuluh darah, maka ia akan merusak area sekitarnya.

Inilah yang menyebabkan variasi gejala mulai yang ringan seperti kemerahan, hingga yang berat yaitu timbul luka dan menyebabkan sulit berjalan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Dapatkan Onkologi Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 19

Apakah HFS muncul pada semua pasien yang menjalani kemoterapi ?

Tidak. Sindroma ini pertama kali dilaporkan oleh Lokich dan Moore pada tahun 1984 setelah penggunaan 5-Fluorouracil. Dalam perkembangannya, beberapa obat kemoterapi yang cenderung menyebabkan Hand and Feet Syndrome dibandingkan obat lain adalah:

  • 5-FU
  • Capecitabine (Xeloda)
  • Cytarabine
  • Doxorubicin
  • Docetaxel
  • Epirubicin
  • High-dose interleukin-2
  • Fluorodeoxyuridine (FUDR)
  • Hydroxyurea
  • Mercaptopurine
  • Cyclophosphamide
  • Docetaxel

Gejala dan tanda yang muncul bersifat individual. Penderita suatu kanker yang sama dan mendapat pengobatan kemoterapi yang sama, belum tentu pada keduanya muncul sindroma ini. HFS dilaporkan terjadi pada sekitar 42 persen pasien yang mendapatkan kemoterapi dengan obat-obat tersebut.

Pencegahan dan Penanganan

Penanganan efek samping adalah bagian penting dari penanganan dan perawatan penderita kanker untuk memeperbaiki kualitas hidup penderita. HFS dengan derajat yang berat membuat penderita merasa kesakitan sepanjang waktu dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu HFS perlu dicegah dan diobati.

  • Batasi penggunaan air panas ketika mandi atau mencuci piring
  • Mandi dengan air dingin
  • Gunakan ice pack, air mengalir, atau handuk basah selama 15-20 menit untuk mendinginkan tangan dan kaki. Jangan menaruh es batu langsung pada telapak tangan dan kaki. Biasanya ice pack juga digunakan pada saat pemberian obat kemoterapi dengan paclitaxel, docetaxel, atau doxorubicin untuk mencegah terjadinya HFS
  • Hindari aktivitas yang menyebabkan gesekan atau tekanan berlebih pada telapak tangan dan kaki. Gunakan sarung tangan dan kaus kaki, terutama 2 bulan pertama masa kemoterapi. Apabila memakai sarung tangan karet maka pakai dulu sarung tangan kain supaya tangan tidak bergesekan langsung dengan bahan karet
  • Hindari kontak dengan bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi, misalnya deterjen atau produk pembersih lantai

Beberapa obat-obatan yang bisa digunakan untuk meredakan gejala HFS antara lain :

  • Obat analgetik atau anti nyeri
  • Krim kortikosteroid
  • Pelembap yang mengandung urea, salicylic acid, atau amonium laktat
  • Kortikosteroid oral
  • Antibiotik topikal pada luka untuk mencegah infeksi sekunder
  • Vitamin B6 (pyridoxine) dikatakan bermanfaat untuk menunda munculnya gejala HFS dan mengurangi risiko gejala HFS yang berat pada pasien yang menjalani kemoterapi. Dosis yang umum digunakan antara 50-300 mg per hari

Demikian sekilas tentang Hand and Foot Syndrome (HFS). Semoga menambah pengetahuan dan bermanfaat untuk kamu atau mungkin orang di sekitarmu yang mengalami gejala serupa sehingga kamu bisa membantunya. Konsultasikan dengan dokter apabila gejala yang dirasakan semakin berat dan mengganggu aktivitas.


7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
7 Helpful Things To Know About Chemotherapy. Healthline. (https://www.healthline.com/health/cancer/things-to-know-about-chemo)
Hand Foot Syndrome - What You Need to Know. Drugs.com. (https://www.drugs.com/cg/hand-foot-syndrome.html)
Palmar-Plantar Erythrodysaesthesia (PPE) or Hand Foot Syndrome (St George's Acute Oncology Service). St George's University Hospitals NHS Foundation Trust. (https://www.stgeorges.nhs.uk/aos/st-georges-healthcare-professional/guidance/ppe/)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app