Rokok Elektrik Apa yang Lebih Baik Digunakan?

Dipublish tanggal: Mei 29, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Rokok Elektrik Apa yang Lebih Baik Digunakan?

Rokok elektrik belakangan ini namanya memang sedang naik daun di kalangan orang dewasa, bahkan anak muda. Rokok elektrik atau vape memiliki banyak rasa yang dapat dinikmati. 

Tak hanya rasa vape yang bisa Anda pilih, Anda juga dapat memilih berbagai macam alat pemanas untuk memanaskan cairannya. Alat pemanas cairan ini disebut dengan vaporizer. Alat pemanas ini pada dasarnya tersedia dalam berbagai macam jenis.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Berbagai jenis Vape yang berada di Pasaran

Ada begitu banyak jenis cairan vape yang diperjual belikan. Tadinya, vape bertujuan agar perokok meninggalkan kebiasaan merokoknya, tapi ternyata, rokok ini juga dapat membahayakan kesehatan. Berikut jenis-jenis vaporizer, antara lain:

Jenis pen

Memiliki bentuk seperti namanya, jenis pen adalah vaporizer yang memiliki bentuk paling kecil dan dapat dibawa kemana pun. Vaporizer ini juga bisa menghasilkan uap hanya dengan memanaskan cairannya. 

Untuk memanaskan cairan, terdapat dua jenis elemen pemanas, yakni atomizer dan cartomizer. Untuk memanaskan elemen tersebut, vaporizer memerlukan baterai untuk energi. Baterai ini dapat diisi ulang serta memiliki tegangan 3,7 V, namun ada pula yang dapat diatur tegangannya.

Jenis portable

Jenis ini memiliki bentuk yang lebih besar dibandingkan dengan jenis pen. Namun, jenis ini juga dapat dibawa kemana pun. Meskipun memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan jenis pen, jenis portable tetap dapat dimasukkan ke dalam kantong Anda.

Tak jauh berbeda dengan jenis pen, jenis ini juga memiliki elemen pemanas serta baterai. Nantinya, cairan vape tidak akan terkontak secara langsung dengan elemen pemanas sehingga akan menghasilkan rasa yang baik serta asap yang sedikit. 

Baterai yang dimilikinya juga dapat bertahan hingga 3 jam lamanya. Banyaknya uap yang dihasilkan bergantung dari banyaknya elemen pemanas.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Hal yang harus Anda ingat ialah, cairan vape tetap memiliki kandungan nikotin, tak hanya itu, cairan ini juga memiliki bahan perasa yang terdiri dari vegetable glycerin serta propylene glycol. 

Kandungan propylene glycol biasanya memiliki sifat yang lebih cair sedangkan untuk vegetable glycerin memiliki bentuk yang lebih kental serta rasa yang lebih manis.

Jenis desktop

Beda dengan jenis portable dan pen, jenis ini memiliki bentuk yang lebih besar serta tidak bisa dibawa kemana pun. Jenis ini hanya dapat digunakan di rumah maupun di sebuah tempat. 

Jenis ini juga memerlukan permukaan datar sebagai penempatannya, dan membutuhkan pasokan energi agar bisa berfungsi dengan maksimal. Karena pasokan energi yang dibutuhkan stabil, jenis ini sudah pasti menghasilkan panas yang maksimal serta rasa yang tajam, bahkan uap yang dimilikinya pun jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis yang lain.

Kandungan Uap yang dihasilkan oleh Vape

Vape dianggap lebih aman dibandingkan dengan rokok biasa. Padahal, risiko menghirup rokok ini tidak berbeda jauh dengan rokok biasa. Nanopartikel dalam jumlah tinggi ditemukan dalam uap vape. 

Nanopartikel ini akan menumpuk dalam paru dan akhirnya menyebabkan peradangan. Menghirup uap juga dikaitkan dengan penyakit stroke, asma, jantung dan diabetes.

Penelitian lain mengemukakan jika uang yang dihasilkan memiliki kandungan pelarut, dimana terkandung perasa dan nikotin. Pelarut ini bisa menyebabkan iritasi di dalam paru-paru. 

Semakin tinggi panas, berbanding lurus dengan banyaknya uap, dan sang pengguna pun semakin menikmati, sayangnya semakin banyak uap akan semakin banyak pula nikotin yang berada di dalam tiupan.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
E-cigarettes. World Health Organization (WHO). (https://www.who.int/news-room/q-a-detail/e-cigarettes-how-risky-are-they)
Vaporizers, E-Cigarettes, and other Electronic Nicotine Delivery Systems (ENDS). U.S. Food and Drug Administration (FDA). (https://www.fda.gov/tobacco-products/products-ingredients-components/vaporizers-e-cigarettes-and-other-electronic-nicotine-delivery-systems-ends)
Using e-cigarettes to stop smoking. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/live-well/quit-smoking/using-e-cigarettes-to-stop-smoking/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app