Ritual Wanita untuk Merapatkan Vagina Agar Kembali Seperti Perawan

Dipublish tanggal: Mei 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Ritual Wanita untuk Merapatkan Vagina Agar Kembali Seperti Perawan

Masalah yang paling umum terjadi pada wanita yang sudah menikah yaitu kondisi vagina nya yang tidak serapat masa muda dulu sebelum menikah. Masalah ini sudah menjadi hal alamiah yang hampir semua wanita akan mengalaminya. 

Terkadang ketidakharmonisan keluarga diakibatkan dari vagina yang tidak seperti pengantin baru.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Kondisi vagina yang mulai mengendur dapat menimbulkan rasa yang tidak percaya diri dan tidak memberikan kenikmatan bagi pasangan ketika sedang berada di tempat tidur. 

Jika Anda adalah wanita yang dilanda kebingungan karena kondisi vagina tidak serapat zaman muda dulu, maka Anda dapat melakukan cara untuk mengatasi hal ini.

Bagi wanita yang ingin memiliki vagina rapat seperti zaman perawan, maka Anda dapat melakukan ritual seperti berikut:

Mulai gaya hidup yang sehat dengan menjaga pola makan

Vagina yang kendur dapat disebabkan karena proses penuaan. Oleh karena itu, semakin bertambahnya usia Anda, maka tugas Anda untuk menerapkan gaya hidup yang sehat adalah kewajiban yang harus dilakukan. Untuk menerapkan gaya hidup yang sehat, Anda bisa memulainya dengan menjaga pola makan.

Asupan makanan yang harus Anda konsumsi yaitu makanan yang mengandung banyak antioksidan seperti buah-buahan dan sayuran yang memiliki warna kuat, baik itu dengan warna cerah maupun gelap. 

Hal ini dikarenakan, semakin usia menua, maka elastin dan kolagen dalam tubuh juga akan semakin berkurang. Penurunan elastin dan kolagen juga disebabkan karena radikal bebas yang telah merusak bagian sel lapisan kulit vagina.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Untuk membiasakan hidup sehat, hindari makanan yang mengandung bahan pengawet maupun minuman beralkohol. Jenis makanan dan minuman inilah yang dapat menjadi sumber radikal bebas dan dapat mengganggu kadar elastin dan kolagen pada vagina wanita.

Melakukan terapi laser untuk meremajakan vagina

Melalui terapi laser, jaringan dan lapisan kulit vagina dapat kembali kenyal dan kencang seperti perawan lagi. Namun jika Ada tertarik untuk melakukan laser, Anda harus bisa menahan sakit, karena lapisan kulit Anda nantinya akan ditembak menggunakan sinar laser khusus. 

Proses laser ini dapat digunakan untuk meremajakan bagian vagina hanya cukup 15 menit saja.

Pada proses ini, daerah kewanitaan akan dimasukan alat penembak dengan panjang 4 hingga 6 cm. kemudian laser akan ditembakkan di dalam vagina. Melalui laser inilah yang akan menembus pada bagian dalam dinding daerah kewanitaan hingga ½ mm. 

proses ini akan menghasilkan kolagen dan elastin sebagai cara untuk membuat kulit lebih kenyal dan lebih kencang.

Melatih senam pada otot panggul bawah

Vagina yang sudah mengendur juga disebabkan karena bagian otot-otot panggul bagian bawah sudah melemah. Hal inilah yang menjadikan pasangan tidak akan merasakan kenikmatan ketika berhubungan badan, karena tidak adanya sensasi gigitan yang cukup kuat pada vagina. 

Biasanya, hal ini terjadi pada wanita yang melahirkan secara normal.

Untuk mengatasi hal ini, maka Anda dapat melakukan senam khusus seperti senam kegel, senam squat, senam pinggul atau dengan mengangkat kaki. Apabila Anda melakukan senam seperti ini secara rutin, maka akan membantu mengembalikan vagina Anda seperti perawan lagi.

Cukup mudah melakukan salah satu diantara ritual yang ada di atas untuk mengembalikan daerah kewanitaan Anda kembali rapat seperti perawan lagi. Selain membuat pasangan Anda merasa puas, maka hal ini pun juga akan menjaga keharmonisan keluarga Anda selama berada di ranjang.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app