5 Cara Meningkatkan Kolagen dengan Bahan Alami

Dipublish tanggal: Mei 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Kolagen adalah protein yang paling umum ditemukan dalam tubuh, umumnya ditemukan dalam tendon, lemak, ligamen, serta kulit. Kolagen berfungsi untuk membantu merekatkan bagian tubuh, memperkuat struktur tulang, dan sangat penting untuk menjaga kekenyalan kulit. Ketika kadar kolagen tercukupi, maka sel-sel yang mengandung kolagen akan tampak kuat dan membuat kulit terlihat awet muda.

Elastin adalah jenis protein lain dalam tubuh yang ditemukan di area tubuh yang berkontraksi, seperti pembuluh darah arteri dan paru-paru. Elastin dan kolagen keduanya merupakan protein yang ditemukan di kulit dan bekerja sama untuk membentuk tekstur kulit. Kulit dengan kadar kolagen dan elastin yang sehat dapat menimbulkan efek kulit yang lebih muda dan lebih kuat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Tetapi jumlah kolagen dalam tubuh akan terus berkurang seiring bertambahnya usia sehingga dapat menyebabkan kulit kering dan meningkatnya risiko munculnya tanda penuaan seperti keriput pada wajah.

Baca juga: Jenis Produk Perawatan Wajah Pencegah Penuaan Dini

5 Cara Meningkatkan Kolagen dengan Bahan Alami

Karena produksi kolagen dapat menurun karena faktor usia, maka Anda pun harus berusaha membantu meningkatkannya dari faktor luar. Berikut ini cara meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh secara alami:

Penerapan gel lidah buaya

Gel lidah buaya (aloe vera) telah lama digunakan untuk proses menyembuhkan dan menenangkan luka, termasuk merawat luka robek dan luka bakar. Hal ini disebabkan karena tanaman lidah buaya dapat meningkatkan produksi kolagen ketika dioleskan atau bahkan diminum secara oral. Lidah buaya dapat dioleskan secara langsung ke kulit atau bisa juga menggunakan produk berbahan dasar aloe vera yang sudah banyak tersedia di pasaran dan berfungsi membantu meningkatkan produksi kolagen di kulit.

Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C

Vitamin C sangat penting untuk sintesis asam hialuronat. Asam hialuronat telah disebut-sebut dapat mempercepat waktu pemulihan dan menghilangkan nyeri sendi. Tanpa kadar vitamin C yang memadai, tubuh tidak akan mendapatkan manfaat penuh dari makanan yang mengandung asam hialuronat. Sebuah studi menunjukkan bahwa asam hialuronat dapat membantu meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh dan secara alami terdapat dalam tubuh tetapi jumlahnya akan berkurang seiring bertambahnya usia. 

Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C dan asam amino dapat meningkatkan kadar asam hialuronat dan kolagen dalam tubuh karena keduanya penting untuk kesehatan kulit. Makanan berupa sayur dan buah seperti jeruk, pepaya, mangga, anggur, paprika merah, kangkung, kubis Brussel, brokoli, dan strawberry juga kaya akan vitamin C yang dapat membantu meningkatkan kadar kolagen dan melindungi tubuh dari radikal bebas.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Baca juga: 7 Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan Tubuh

Mengonsumsi ginseng

Efek anti-penuaan dari tanaman Panax ginseng diklaim bermanfaat bagi kulit. Ginseng diserap ke dalam kulit tanpa menyebabkan reaksi buruk yang disebabkan oleh berbagai kandungan kimia pada obat-obatan dan membantu mempertahankan bentuk asli kulit. Ginseng juga dianggap dapat membantu meningkatkan pertumbuhan kolagen. 

Penelitian telah menunjukkan kemampuan bahwa ginseng dapat melindungi kulit dari kerusakan sinar UVB akibat sinar matahari. Antioksidan yang dilepaskan ke aliran darah ketika mengonsumsi suplemen ginseng atau minum teh yang mengandung ginseng dapat melindungi sel-sel sehat dan berkontribusi pada kulit sehat bercahaya.

Mengonsumsi ramuan ketumbar

Cilantro yang juga dikenal sebagai daun ketumbar adalah ramuan yang biasa disebut dalam resep. Ketumbar mengandung vitamin C yang tentunya baik dalam peningkatan produksi kolagen. Cilantro mengandung asam linolenat yang berfungsi sebagai faktor anti-penuaan yang kuat bagi kulit.

Asam linolenat sendiri mengandung antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dalam aliran darah serta memecah sel-sel kulit yang sehat. Ekstrak Cilantro dapat dibeli dan dikonsumsi secara oral sebagai agen detoksifikasi.

Mengonsumsi alga

Alga merupakan salah satu bahan tanaman laut yang semakin populer sebagai bagian dari produk kecantikan. Ini karena sebagian besar kerusakan kulit disebabkan oleh "oksidasi" di mana dibutuhkan perlawanan terhadap paparan kulit dari polusi udara dan debu yang dapat merusak pertumbuhan sel.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Alga menjadi salah satu cara meningkatkan kolagen karena mampu mencegah oksidasi dari sengatan kulit dan menjaga elastisitas serta kadar kolagen pada kulit. Alga tersedia di sebagian besar toko makanan kesehatan dalam bentuk suplemen oral.

Baca juga: Manfaat Kolagen dan Cara Meningkatkan Kolagen Secara Alami

Apa yang tidak boleh dilakukan?

Jika Anda mencoba untuk membantu kulit terlihat lebih muda dan lebih sehat, pastikan agar tidak membiarkan kulit terkena paparan sinar matahari terlalu berlebihan. Kebiasaan merokok juga dapat membuat kulit terlihat lebih menua sebelum waktunya. Selalu gunakan perlindungan dengan tabir surya (sunscreen) sebagai salah satu cara untuk mempertahankan kulit yang sehat saat berpergian ke luar rumah.

Beberapa suplemen kolagen memang memiliki efek samping bagi tubuh, yang paling umum terjadi adalah kelebihan jumlah kalsium, timbulnya reaksi alergi dan nyeri sendi. Jika Anda mengonsumsi makanan laut atau produk daging, berhati-hatilah saat mengonsumsi segala jenis suplemen kolagen karena mungkin dapat menyebabkan reaksi alergi.

Baca juga: Penyebab Menurunnya Jumlah Kolagen dalam Tubuh

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app