Resiko Penyakit Herpes pada Ibu Hamil

Dipublish tanggal: Agu 15, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Mar 6, 2020 Waktu baca: 3 menit
Resiko Penyakit Herpes pada Ibu Hamil

Perkembangan dan kesehatan janin saat masa kehamilan adalah prioritas utama bagi para calon orang tua terutama seorang ibu. Namun penyakit herpes pada ibu hamil bisa sangat mempengaruhi hal tersebut.

Herpes sendiri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Jika sudah pernah terinfeksi dengan virus ini, maka seumur hidup virus tersebut akan menetap di dalam tubuh. Walaupun tidak selalu aktif, namun virus tersebut memiliki resiko kambuh yang tak separah saat pertama kali terjadi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23

Virus herpes sendiri dapat ditemukan pada lesi aktif atau cairan dalam lentingan pada vagina saat adanya keluhan karena herpes sendiri ditularkan melalui sentuhan dari kulit ke kulit, ditularkan saat berhubungan seksual, maupun ketika menggunakan sex toys.

Jika herpes menyerang wanita yang sedang hamil, maka janin dalam kandungan juga bisa ikut tertular. Tingkat keparahan dari penyakit herpes tersebut tergantung pada daya tahan tubuh si ibu sendiri dan dapat dilihat dari kapan pertama kali ia terinfeksi virus herpes.

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Herpes

Gejala dan kondisi penyakit herpes pada ibu hamil

Gejala herpes pada umumnya ditandai dengan terjadinya gejala seperti demam, nyeri otot, mual, merasa lelah, muncul luka atau lentingan pada mukosa mulut atau vagina dan akan terasa nyeri saat berkemih. Penularan virus herpes pada bayi juga bergantung pada waktu penyakit herpes terjadi pada ibu hamil, apakah sebelum hamil atau pada masa kehamilan tertentu.

Wanita yang terinfeksi herpes sebelum hamil

Jika seorang ibu hamil pernah terinfeksi herpes pada saat sebelum hamil, maka kecil kemungkinan untuk membahayakan janinnya karena antibodi pelindung tubuh untuk melawan virus herpes akan didapatkan oleh janin dari ibunya. Namun keadaan akan berbeda jika ibu hamil ini menderita herpes yang sering kambuh, artinya sistem kekebalan tubuh sang ibu memang lemah sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar janin mendapatkan tambahan dalam memperkuat sistem imun.

Wanita hamil yang terinfeksi herpes saat trimester pertama dan kedua kehamilan

Jika infeksi herpes terjadi pada ibu hamil saat trimester pertama atau trimester kedua, maka resiko tinggi keguguran pada janin mungkin akan terjadi. Sedangkan jika kehamilannya terus berlanjut, resiko penyakit herpes tidak akan berlanjut dan tidak akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin karena kemungkinan janin tertular herpes hanya menjadi kurang dari 3%. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Kulit via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 6

Walaupun kemungkinannya kecil, dokter tetap akan menyarankan untuk mengonsumsi obat antivirus dan melahirkan melalui operasi caesar. Jika tidak dikonsultasikan, maka faktor lain akan terjadi pada bayi meskipun hal ini jarang terjadi, seperti gangguan imunitas, kelelahan, stres, hingga resiko keguguran yang tinggi.

Wanita hamil yang terinfeksi herpes saat trimester terakhir kehamilan

Ibu hamil yang terinfeksi herpes pada trimester ketiga atau trimester terakhir kehamilan, maka memiliki resiko tinggi menularkan penyakit tersebut pada janinnya karena tubuh sang ibu tidak memiliki cukup waktu untuk menciptakan antibodi pada janin selama dalam kandungan.

Pencegahan penyakit herpes dari ibu hamil terhadap janin

Untuk menghindari tertularnya penyakit herpes dari ibu hamil ke janin, maka perlu dilakukan beberapa metode berikut:

  • Mengonsumsi obat antivirus, seperti asiklovir, valasiklovir, dan famsiklovir
  • Menjalani persalinan dengan operasi caesar karena saat melahirkan normal bayi bisa terkena virus melalui kontak dengan luka terbuka pada vagina ibu
  • Menghindari kontak fisik atau hubungan seksual dengan penderita herpes
  • Memakai kondom saat berhubungan seksual dengan pasangan

Jika bayi terinfeksi herpes, maka ada beberapa risiko kemungkinan yang akan terjadi pada bayi yang terinfeksi herpes (herpes neonatal) yakni terjadinya gangguan pada sistem saraf pusat dan organ tubuh tertentu, terjadi kecacatan pada bayi, serta risiko kematian pada bayi.

Baca juga: Bahaya Penyakit Cacar Ular (Herpes Zoster) pada Manusia

Gejala pada bayi yang terkena virus herpes

Untuk menghindari resiko terburuk pada bayi akibat penyakit herpes, maka berikut ini beberapa gejala yang harus diwaspadai:

  • Bayi merasa lemas
  • Tidak mau minum atau kurang minum
  • Bibir dan tubuh menjadi kebiruan
  • Nafas bergerak cepat
  • Muncul ruam pada kulit
  • Kejang

Gejala di atas merupakan kondisi serius dan butuh penanganan medis sesegera mungkin. Maka dari itu, jika salah satu orang tua pernah terinfeksi herpes maka harus segera konsultasikan kondisi kandungan dengan dokter agar menghindari risiko kesehatan pada ibu dan bayi.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Genital Herpes in Pregnancy: Overview, Genital HSV Infections, Perinatal Transmission of HSV. Medscape. (https://emedicine.medscape.com/article/274874-overview)
Herpes and Pregnancy: What You Need to Know. Parents. (https://www.parents.com/pregnancy/my-body/pregnancy-health/got-herpes/)
Herpes Simplex Virus Infection in Pregnancy. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3332182/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app