Kesehatan Anak

Perut Bayi Membuncit, Berbahayakah?

Dipublish tanggal: Mar 7, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Agu 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
Perut Bayi Membuncit, Berbahayakah?

Menjadi Ibu baru tentulah hal yang sangat menyenangkan sekaligus menjadi hal yang menegangkan. Sehingga tanpa disadari ada beberapa kesalahan maupun ketidaktahuan kamu sebagai seorang ibu dalam merawat bayimu. 

Tidak heran jika kamu akan merasa khawatir saat terjadi sedikit saja perubahan pada si bayi secara fisik misalnya saja perut membuncit. Artikel berikut akan membahas penyebab perut membuncit pada bayi dan bahayanya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Domperidone if 10mg tab 1

Ada banyak hal yang kamu rasakan ketika menjadi ibu baru selain bahagia, rasa syukur juga akan ada perasaan lain seperti bingung maupun panik dan banyak hal baru yang harus disesuaikan hingga kepanikan saat bayi kamu mengalami sedikit saja perubahan fisik yang tidak biasa. 

Salah satu perubahan umum yang sering terjadi pada bayi kamu yaitu perut buncit. Apakah kamu juga merasa khawatir ketika bayi kamu memiliki perut buncit? Apakah ini sesuatu yang berbahaya? Pasti banyak pertanyaan dibenak kamu bukan?

Sebenarnya Apakah Perut Buncit Pada Bayi Itu?

Perut buncit sendiri merupakan kondisi dimana bagian perut bayi tampak seperti bengkak atau mengalami perubahan ukuran yang cenderung lebih membesar. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal ini secara berlebihan karena secara umum ini bukanlah masalah besar. 

Perut bayi atau balita yang tampak buncit, terutama jika dibandingkan dengan anggota tubuhnya yang lain, merupakan hal yang wajar. Ini disebabkan oleh pertumbuhan otot-otot dinding perut si bayi yang belum sekuat orang dewasa, sedangkan pertumbuhan organ dalam bagian perutnya akan terus meningkat. 

Ditambah lagi, kulit, lemak dan dinding otot perut bayi yang masih tipis dan lemah, sehingga membuatnya belum bisa menahan dorongan organ-organ di dalam rongga perut.

Namun seiring dengan penyempurnaan otot-otot perut dan pertambahan tinggi badannya, perut akan semakin proporsional dengan anggota tubuh lainnya dan tidak lagi tampak membuncit. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Domperidone if 10mg tab 1

Meskipun demikian, ada juga bayi berperut buncit yang tidak normal yang akan berpengaruh pada menurunnya nafsu makan atau timbul gejala mual dan muntah. Kamu pun harus jeli membedakan antara perut buncit normal dengan yang tidak normal.

Kebanyakan gangguan di seputar perut ini disebabkan pembesaran organ tubuh yang ada di dalam perut si bayi, seperti pembesaran hati, limpa, ginjal, atau tumor di perut. 

Selain itu perut buncit pada bayi kamu perlu dicurigai bila disertai dengan gejala-gejala lain seperti muntah terus menerus, tidak BAB atau tidak buang angin, mata kuning, bentuk perut terlihat tidak simetris atau terlihat penonjolan hanya di sebagian perut, lemas, demam tinggi. 

Menakutkan bukan? Jika benar hal itu terjadi untuk memastikannya sebaiknya kamu langsung memeriksakan bayi kamu ke dokter terdekat.

Penyebab Perut Buncit Pada Bayi

Meskipun perut buncit pada bayi kamu tidak selalu berbahaya, sebagai seorang ibu kamu bisa sedikit mencegah dengan mengetahui apa saja penyebab perut membuncit pada bayi, diantaranya:

Intoleransi Laktosa

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Berfungsi melindungi sistem pencernaan & memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat diare, konstipasi, dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Salah satu penyebab bayi kamu membuncit adalah intoleransi laktosa yang ditimbulkan karena bayi mengalami alergi terhadap beberapa produk susu. 

Intoleransi laktosa bisa terjadi karena sistem tubuh bayi kamu tidak dapat mampu menghasilkan enzim laktase, yaitu enzim yang mencerna gula di dalam makanan yang mengandung susu.

Penyakit Celiac

Jika anak atau bayi kamu mengalami perut kembung atau bahkan diare, muntah dan ruam pada kulit setelah mengonsumsi makanan mengandung gandum, maka bisa jadi anak kamu menderita penyakit celiac. Ini disebabkan karena si anak tidak bisa mencerna protein gandum atau gluten.

Giardia

Giardia merupakan parasit usus yang menyerang sistem pencernaan anak-anak kecil sehingga tubuh mereka gagal untuk menyerap zat lemak dari makanan. Anak yang menderita giardia juga akan menunjukkan gejala seperti diare berair, kram perut, mual serta perut kembung.

Sembelit

Buang air besar yang tidak teratur dan keras dapat menyebabkan perut anak kamu menjadi buncit. Ketika  buang air besar anak kamu kembali normal, maka anak kamu akan terhindar dari perut buncit.

Nah sekarang kamu lebih tahu bukan penyebab membuncitnya perut anak kamu. Kamu juga bisa mengatasi perut buncit pada anak di rumah dengan memijat perut anak dengan lembut agar gas di lambung dengan mudah keluar, atau memberikan minuman hangat.

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app