HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Periostitis - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 6, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Agu 1, 2019 Waktu baca: 3 menit

Periostitis adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada jaringan yang mengelilingi tulang yang dikenal sebagai periosteum. Kondisi ini biasanya mempengaruhi orang-orang yang sering melompat, berlari, atau mengangkat beban berat.

Jika Anda mempunyai hobi lari, Anda mungkin terbiasa dengan istilah shin splints, yang merupakan jenis periostitis yang mengenai tulang kering (tulang tibia).

Kondisi ini dapat membaik dengan istirahat cukup, akan tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit. Periostitis biasanya merupakan kondisi jinak yang dapat ditoleransi dengan baik.

Apa Saja Jenis Periostitis?

Dua jenis periostitis adalah periostitis kronis dan akut:

  • Infeksi tulang dapat menyebabkan periostitis akut, yang merupakan kondisi yang menyakitkan. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan nekrosis, atau kematian jaringan hidup di sekitar tulang.
  • Periostitis kronis dapat terjadi akibat trauma dan stres pada tulang. Shin splints dari berlari adalah contohnya.

Apakah Penyebab Periostitis?

Penyebab

Penyebab periostitis bervariasi bergantung pada kondisi akut atau kronis.

Penyebab Periostitis Akut

  • Periostitis akut dapat berkembang dari berbagai infeksi di bagian tubuh lain. Misalnya, infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual, seperti sifilis, dapat menyebabkan periostitis.
  • Luka yang tidak kunjung sembuh dan semakin dalam,dapat juga menyebabkan periostitis.
  • Seseorang yang memiliki riwayat ulkus kronis, seperti penderita diabetes lebih mungkin mengalami periostitis. Hal ini terutama terjadi jika ulserasi tidak sembuh atau dibiarkan terus berkembang.
  • Penyakit autoimun tertentu juga dapat menyebabkan periostitis akut.
  • Leukemia dan berbagai kanker dan kelainan darah dapat menyebabkan infeksi tulang yang serius.
  • Periostitis proliferatif, atau osteomielitis, adalah salah satu jenis infeksi tulang.
  • Bakteri Staphylococcus dapat menyebabkan infeksi pada kulit, terutama pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau penyakit kronis yang mendasarinya. Jika tidak mendapatkan perawatan untuk infeksi karena Staphylococcus atau bakteri terkait, penyakit osteomielitis dapat tumbuh.

Penyebab Periostitis Kronis

Tekanan yang berulang-ulang pada tulang dapat menyebabkan periostitis kronis. Atlit dan orang-orang yang sering melompat, berputar, atau mengangkat beban berisiko lebih tinggi terkena shin splints.

Tekanan yang ditimbulkan oleh aktivitas ini dapat menyebabkan perubahan inflamasi yang bertanggung jawab untuk periostitis.

Gejala-Gejala

Gejala-gejala periostitis akut dapat meliputi:

  • rasa sakit yang hebat
  • kesulitan menahan beban pada anggota tubuh yang terkena
  • pembentukan nanah
  • demam
  • panas dingin
  • pembengkakan jaringan yang mengelilingi tulang

Gejala Periostitis Kronis

Periostitis kronis menyebabkan pembengkakan dan peradangan. Tulang yang terkena periostitis terasa sakit dan mungkin terasa lunak saat disentuh.  Orang yang menderita periostitis kronis tidak memiliki rasa sakit yang sama dengan penderita periostitis akut.

Meskipun periostitis sering mempengaruhi tulang-tulang di kaki, periostitis juga dapat mempengaruhi tulang panjang di lengan dan tulang belakang.

Pencegahan Periostitis

Langkah paling penting dalam mencegah periostitis adalah mengendalikan segala kondisi yang meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini, termasuk:

mengendalikan gula darah bila menderita diabetes

  • berhenti merokok
  • hindari olahraga berlebihan
  • mencapai berat badan ideal
  • perubahan pola makan untuk mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol
  • hindari luka atau paparan infeksi penyakit menular (jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh lemah)

Pengobatan Periostitis

Diagnosa

Segera konsultasikan diri ke dokter jika mengalami nyeri persendian atau gejala retak tulang. Perlu diketahui bahwa dalam kasus periostitis akut, infeksi serius dapat merusak tulang. Untuk menegakan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan area yang terkena dan menanyakan riwayat medis Anda.

Beberapa tes penunjang dapat dilakukan untuk memastikan hasil diagnosis, meliputi:

  • Rontgen, untuk memeriksa fraktur tulang atau tanda-tanda kerusakan akibat infeksi.
  • Pemindaian MRI, yang dapat memberikan tampilan rinci pada tulang dan jaringan lunak di sekitarnya.
  • Scan tulang untuk menentukan apakah ada infeksi.
  • Tes darah lengkap untuk memeriksa jumlah sel darah putih dan mencari bukti infeksi.

Pengobatan untuk periostitis akut

Penggunaan antibiotik untuk mengobati infeksi yang mendasari periostitis akut. Jika infeksi menghasilkan nanah dan cairan, tindak pembedahan dapat dilakukan untuk mengeringkan cairan nanah.

Jika terdapat jaringan nekrotik, dokter akan menghilangkan jaringan sel tersebut dengan bedah debridement untuk mencegah penyebaran infeksi.

Pengobatan untuk periostitis kronis

  • Istirahat yang cukup
  • Hindari kegiatan seperti berlari atau melompat.
  • Kompres es dapat menurunkan pembengkakan dan mengurangi peradangan.
  • Obat anti-inflamasi seperti ibuprofen (Advil) dapat membantu mengurangi rasa nyeri.

Jika pengobatan tidak berhasil, Anda mungkin memerlukan terapi fisik atau suntikan steroid untuk mengurangi peradangan.

 


7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Daniel Bubnis, MS, NASM-CPT, NASE Level II-CSS, Periostitis (https://www.healthline.com/health/periostitis), 1 November 2019.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app