Penyebab Tahi Lalat Menjadi Kanker Tahi Lalat

Dipublish tanggal: Mar 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Apr 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Tahi Lalat Menjadi Kanker Tahi Lalat

Tahi lalat memang menjadi pemanis wajah dan daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Banyak yang menganggapnya bisa menjadi ciri khas pada wajah seseorang. 

Namun tak jarang hal itu menjadi mengganggu karena pertumbuhannya yang tidak wajar dan sebagainya. Yang lebih mengejutkan lagi, konon katanya ciri khas itu bisa berpotensi menjadi sebuah kanker. 

Iklan dari HonestDocs
Korean Whitening Infusion di Reface Clinic

Korean Whitening Infusion merupakan perawatan yang berguna untuk menjadikan kulit wajah dan tubuh menjadi lebih putih dan cerah

Melanoma atau sering disebut juga kanker tahi lalat ini bisa menjadi sangat berbahaya jika di biarkan. Untuk menghindari terkena melanoma, berikut adalah beberapa penyebabnya.

Penyebab Kanker Tahi Lalat

1. Paparan Sinar UV terlalu sering

Sudah tidak asing lagi sinar ultraviolet memang dikenal dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan kulit kita. Meskipun jarang terjadi, namun paparan sinar ultraviolet yang terlalu sering dapat menyebabkan terjadinya kerusakan materi genetik pada kulit. 

Hal ini dapat memicu terjadinya melanoma yang sangat berbahaya. Oleh karena itu pastikan bahwa kita senantiasa menjaga kulit dari paparan langsung sinar matahari. Misalnya dengan memakai sunblock, payung dan lain sebagainya. 

Dan pastikan kulit kita selalu sehat dengan memberinya nutrisi secara teratur. Selain itu, kita juga bisa memakai pakaian panjang untuk melindungi kulit kita dari paparan sinar ultraviolet.

2. Memiliki banyak Tahi Lalat

Tahi lalat memang menjadi pemanis bagi beberapa. Namun jika tumbuh dalam jumlah yang banyak tentu juga akan mengganggu baik dalam hal penampilan maupun kesehatan. Faktanya, tahi lalat yang tumbuh terlalu banyak dinilai tidak normal. 

Semakin banyak tahi lalat di tubuh Anda, maka resiko Anda untuk terkena kanker tahi lalat akan semakin besar. Karena tumbuhnya banyak tahi lalat di kulit kita bisa menjadi gejala awal terkena melanoma. 

Iklan dari HonestDocs
Korean Whitening Infusion di Reface Clinic

Korean Whitening Infusion merupakan perawatan yang berguna untuk menjadikan kulit wajah dan tubuh menjadi lebih putih dan cerah

Untuk itu wajib bagi kita untuk memeriksakan diri kita jika tumbuh tahi lalat di tubuh kita yang dinilai melebihi batas.

3. Berkulit putih

Kalau yang satu ini, pasti teman-teman semua sudah pada tahu kan? Yap, memang tidak bisa dipungkiri, semua orang terlebih seorang wanita lebih mengidam-idamkan kulit putih dibandingkan kulit hitam atau sawo matang. Namun ternyata, mempunyai kulit gelap juga ada untungnya lho.

Memang orang-orang dengan ras kulit putih lebih rentan terkena penyakit kanker tahi lalat. Karena melanin yang ada dalam kulit mereka lebih sedikit dibandingkan dengan ras kulit hitam atau sawo matang. Sehingga perlindungan kulit oleh sinar ultraviolet sangat kecil.

4. Keturunan Melanoma

Misalnya saja dalam sebuah keluarga sang ibu pernah menderita melanoma, maka sang anak 10% lebih rentan untuk terkena kanker tahi lalat dibanding dengan anak tanpa riwayat keluarga kanker tahi lalat. 

Lalu yang sangat disayangkan adalah kebiasaan buruk keluarga yang bisa menjadikan dampak buruk bagi anak. Misalnya saja berjemur di siang hari, hal ini tentu akan menjadi kebiasaan yang buruk penyebab timbulnya kanker tahi lalat.

5. Kekebalan tubuh

Seperti yang kita tahu, sekecil apapun bibit penyakit itu jika imun kita lemah, maka akan semakin rentan terkena penyakit. Begitu juga dengan kanker tahi lalat.

Iklan dari HonestDocs
Korean Whitening Infusion di Reface Clinic

Korean Whitening Infusion merupakan perawatan yang berguna untuk menjadikan kulit wajah dan tubuh menjadi lebih putih dan cerah

Karena itu, kita harus menjaga kebugaran tubuh dengan makan yang teratur, istirahat yang cukup, dan olahraga minimal 3x dalam seminggu.

Dengan menjaga kesehatan, maka kekebalan tubuh akan meningkat. Dan juga sangat penting untuk mengkonsumsi banyak buah dan sayur sebagai asupan vitamin bagi tubuh kita.

6. Usia dan jenis kelamin

Tidak banyak orang yang sudah mengetahui hal ini, namun faktanya, memang ada beberapa kelompok umur yang lebih rentan terkena melanoma dibandingkan dengan kelompok umur yang lain.

Melanoma sangat rentan terkena pada wanita saat usia di bawah 30 tahun. Sedangkan pada pria justru sangat rentan terkena penyakit ini di usia 50 tahun ke atas.

Meskipun begitu, semua usia harusnya tetap waspada karena pasti ada kemungkinan seseorang terkena kanker kulit di usia yang lebih dari usia di atas.

Hal-hal di atas adalah penyebab tahi lalat bisa berpotensi sebagai kanker atau melanoma. Oleh karena itu kita harus selalu waspada dan selalu menghindari kebiasaan-kebiasaan yang dapat menyebabkan melanoma sebelum berakibat fatal pada diri kita. 

 

38 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
How can I tell if I have skin cancer? SkinCancerNet. http://www.skincarephysicians.com/skincancernet/skin_examinations.html.
Habif TP. Nevi and malignant melanoma. In: Clinical Dermatology: A Color Guide to Diagnosis and Therapy. 6th ed. St. Louis, Mo.: Saunders Elsevier; 2016. https://www.clinicalkey.com.
Niederhuber JE, et al., eds. Melanoma. In: Abeloff's Clinical Oncology. 5th ed. Philadelphia, Pa.: Churchill Livingstone Elsevier; 2014. http://www.clinicalkey.com.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app