Pola Diet Tidak Tepat dan Sleep Apnea Dapat Meningkatkan Risiko Kanker

Dipublish tanggal: Mei 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 19, 2019 Waktu baca: 2 menit
Pola Diet Tidak Tepat dan Sleep Apnea Dapat Meningkatkan Risiko Kanker

Penyakit kanker seringkali menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia. Ada berbagai jenis kanker yang melibatkan jaringan dalam tubuh. Faktor penyebab kanker juga bermacam-macam, seperti asap rokok, alkohol, bahan kimia yang terdapat pada daging merah atau makanan lainnya, serta gaya hidup tidak sehat. Tidak hanya itu, risiko kanker juga semakin meningkat akibat pola diet yang tidak tepat serta gangguan tidur (sleep apnea) yang dialami.

Baca selengkapnya: Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Penyakit Kanker

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Sleep apnea memicu timbulnya risiko kanker

Peningkatan risiko kanker ternyata tidak hanya terjadi akibat terlalu banyak minum alkohol dan konsumsi rokok saja, tetapi juga dapat disebabkan karena gangguan tidur serius (sleep apnea) yang dialami. Kadar oksigen dalam darah yang rendah dan gangguan tidur (sleep apnea) yang terjadi pada malam hari berperan besar dalam munculnya beberapa jenis kanker.

Sleep apnea merupakan gangguan tidur serius yang terjadi ketika pernapasan terganggu bahkan berhenti ketika tidur. Hal ini dapat mempengaruhi otak dan tubuh karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Menurut penelitian, terhambatnya saluran pernapasan ketika tidur membuat kadar oksigen dalam darah turun hingga 90% dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang tanpa gangguan tidur (sleep apnea).

Penelitian juga mengungkapkan bahwa risiko kanker lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, meskipun telah mempertimbangkan faktor seperti usia ataupun indeks massa tubuh (BMI). Jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita yaitu kanker payudara, sedangkan kanker prostat merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada pria.

Sebenarnya gangguan tidur tidak menyebabkan kanker, tetapi penelitian menunjukkan adanya hubungan antar keduanya dan sleep apnea dapat menjadi salah satu indikator terjadinya kanker pada wanita. Gejala sleep apnea yang lebih sering terjadi pada wanita umumnya meliputi kelelahan, insomnia, depresi, dan sakit kepala di pagi hari, sementara itu, gejala sleep apnea yang lebih sering terjadi pada pria di antaranya kantuk, mendengkur, serta napas yang berhenti pada malam hari. Baca juga: Kenali Sleep Apnea dari Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Pola diet yang tidak tepat

Kebiasaan makan makanan yang tidak sehat juga dapat memicu peningkatan risiko kanker. Sebuah penelitian mengungkapkan, konsumsi alkohol dan obesitas dapat meningkatkan risiko kanker, begitupun dengan pola makan yang buruk. Karena dianggap memiliki kaitan terhadap terjadinya kanker mulut, kanker nasofaring, kanker laring, kanker rahim, kanker payudara, kanker ginjal, kanker perut, bahkan kanker hati.

Rendahnya asupan sayur dan buah, biji-bijian, dan produk susu serta terlalu banyak mengonsumsi daging olahan atau daging merah, serta terlalu banyak mengonsumsi minuman manis dapat meningkatkan risiko kanker yang berhubungan dengan diet.  Maka dari itu, penerapan pola hidup sehat dan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh penting dilakukan. Baca juga: Cara Menurunkan Berat Badan secara Alami


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What Is the Link Between Sleep Apnea and Cancer?. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/sleep-apnea-higher-risk-cancer-4174242)
Sleep duration and the risk of cancer: a systematic review and meta-analysis including dose–response relationship. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6249821/)
Patterns of Diet, Physical Activity, Sitting and Sleep Are Associated with Socio-Demographic, Behavioural, and Health-Risk Indicators in Adults. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6651368/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app