6 Penyebab Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Dipublish tanggal: Okt 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Nov 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
6 Penyebab Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Gangguan yang terjadi pada usus besar biasanya disertai dengan gejala nyeri perut, diare, kembung, atau terjadinya konstipasi yang biasa disebut Irritable Bowel Syndrome (IBS). Sindrom ini hanya dapat diatasi untuk membantu mengurangi frekuensi kekambuhannya saja.

Irritable Bowel Syndrome dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang umur, namun 10-20 persen kasus gangguan ini dialami oleh orang dewasa. Tetapi setiap orang yang mengalami IBS biasanya memiliki gejala yang berbeda-beda, ada yang mengalami konstipasi, diare, atau bahkan tidak keduanya dengan frekuensi yang jarang maupun sering.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Pemicu terjadinya Irritable Bowel Syndrome 

Gejala IBS biasanya dikaitkan dengan faktor konsumsi makanan atau minuman tertentu, pengaruh hormon, serta gangguan saraf pada usus. Berikut ini beberapa faktor pemicu terjadinya Irritable Bowel Syndrome:

1. Konsumsi karbohidrat

Karbohidrat dapat memicu terjadinya gejala IBS, terutama jenis karbohidrat yang sulit dicerna atau FODMAT (karbohidrat yang mempunyai tingkat keasaman tertentu). Biasanya makanan ini terkandung pada buah dan sayur seperti mangga, semangka, pir, asparagus, kubis, kale, kol, cerry, bawang, kol, ataupun jamur. Selain itu, beberapa produk olahan seperti keju atau es krim serta makanan manis seperti madu, permen, dan makanan yang mengandung pemanis buatan seperti manitol, sorbitol, atau xylitol juga dapat memicu terjadinya IBS.

2. Asupan gluten

Gluten merupakan protein yang terdapat dalam gandum, seperti gandum hitam dan jelai, termasuk makanan olahan yang menggunakan gandum meliputi pasta dan sereal. Pada beberapa kasus, gluten dinyatakan dapat membantu mengurangi gejala IBS dan mampu membantu memperbaiki gejala yang ditimbulkan IBS saat seseorang mengurangi konsumsi gluten pada makanannya sehari-hari. Tetapi beberapa orang juga tidak memiliki kemampuan dalam mencerna gluten dengan baik.

Baca juga: Diet Bebas Gluten

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

3. Minuman berkafein, alkohol, dan soda

Minuman yang mengandung kafein, alkohol, dan soda dapat memicu pergerakan usus di dalam tubuh sehingga ketiga minuman itu sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan terjadinya gejala IBS lebih sering. 

4. Infeksi virus dan bakteri

Gejala IBS dapat muncul jika saluran pencernaan tubuh terinfeksi oleh virus dan bakteri seperti gastroenteritis. Gejala IBS dapat terjadi akibat pengaruh pergerakan usus dan ketidakseimbangan jumlah bakteri di dalam saluran pencernaan.

5. Depresi dan stres

Pemicu gejala IBS lainnya adalah kondisi stress atau depresi yang dialami. Selain itu, beberapa gangguan lain seperti somatoform dan kecemasan juga dapat membuat gejala IBS menjadi lebih sering kambuh dan menyebabkan kondisi semakin memburuk. Gejala IBS juga dapat terjadi karena gangguan mental yang biasanya dapat mempengaruhi kinerja otak dan saraf di saluran pencernaan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

6. Pengaruh hormon

Gejala IBS ini umumnya terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki terutama ketika menjelang menstruasi karena hal ini juga berkaitan erat dengan hormon estrogen pada wanita. Selain itu, faktor genetik atau keturunan juga dapat meningkatkan risiko menderita Irritable Bowel Syndrome.

Bagaimana Cara Mengatasi Irritable Bowel Syndrome?

Jika terdapat keluhan terutama di bagian pencernaan, seperti sakit perut, diare, perut kembung, maupun terjadi perubahan BAB, maka Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat. Pemeriksaan fisik akan dilakukan dengan tes darah, pengambilan sampel hasil tinja, serta tes pencitraan dan endoskopi.

Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan beberapa pencegahan untuk meringankan gejala IBS, seperti:

  • Menghindari makanan yang mengandung gluten dan karbohidrat FODMAP
  • Mengonsumsi makanan berserat yang larut dalam air seperti oatmeal, flaxseed, kacang almond
  • Makan secara teratur dapat membantu kelancaran pergerakan usus
  • Olahraga rutin untuk mengurangi stres, merangsang pergerakan usus serta menghindari terjadinya kekambuhan gejala IBS
  • Meminimalisir stress dengan tidur yang cukup, refreshing, relaksasi, meditasi, atau yoga
  • Mengonsumsi probiotik untuk meringankan sakit perut yang terjadi pada gejala IBS, termasuk yoghurt
  • Menggunakan obat-obatan seperti obat anti nyeri, obat pencahar, obat antidiare, dan obat antidepresan untuk mengurangi gejala IBS

Baca juga: Cara Menjaga Pencernaan Tetap Sehat dengan Bakteri Baik

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Brown A. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn. June 15, 2017.
Feldman M, et al. Complementary and alternative medicine. In: Sleisenger and Fordtran's Gastrointestinal and Liver Disease: Pathophysiology, Diagnosis, Management. 10th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2016. https://www.clinicalkey.com.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app