Penyebab Anak Mengompol

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 1 menit
Penyebab Anak Mengompol

Anak merupakan buah hati dari orang tua, semua orang tua memiliki kasih sayang yang tak terbatas untuk anak-anaknya. Walau terkadang, kebiasaan anak yang tidak diharapkan kadang membuat hati kesal dan marah, salah satunya adalah kebiasaan mengompol. Mengompol sering dibicarakan dalam bahasa biologis yaitu enuresis.

Mengompol yang terjadi pada anak balita merupakan hal yang lumrah. Hanya saja, beberapa orang tua menganggap perihal ini bukanlah hal yang bisa ditolerir sehingga kebiasaan buruk mengompol sering menimbulkan tindakan impulsive serupa hukuman bagi si anak secara fisik atau memojokan si anak sebagai hukuman secara mental.

Iklan dari HonestDocs
Dermal Fillers Treatment di Reface Clinic

Dermal Filler merupakan perawatan wajah yang berfungsi untuk memperbaiki area tertentu yang memang diperlukan. Misalnya, untuk membantu mengatasi kerutan, garis halus atau cekungan yang disebabkan penuaan, meratakan tekstur dan menghaluskan kulit, hingga menghilangkan bekas luka. Perawatan wajah ini dilakukan dengan menyuntikan cairan seperti asam hialuronat atau kolagen, maupun zat sintesis kebagian wajah yang bermasalah, Contohnya pipi,hidung,bibir,rahang,dagu,area sekitar muka, dan lainnya. Perawatan dermal filler akan menjadikan wajah menjadi lebih berisi sehingga keriput atau garis-garis halus jadi tersamarkan.

Penyebab Anak Mengompol

Beberapa penyebab yang perlu disadari untuk meminimalisir kebiasaan mengompol, antara lain:

1. Kelelahan Fisik

Apabila anak beraktivitas terlalu berlebihan sebelum tidur, maka malam hari dia akan tertidur lelap. Sehingga ketika tubuhnya membutuhkan buang air, anak tak lagi sempat bangun untuk ke kamar mandi.

2. Faktor Lingkungan

Saat udara dan cuaca dingin maka anak akan lebih sering buang air kecil. Kondisi tersebut sebenarnya merupakan cara tubuh si anak mengantisipasi suhu dingin di sekitarnya.

3. Emosi Anak

Anak akan lebih sering mengompol apabila saat anak dalam kondisi tertekan, ada adik baru, pindahan rumah, pergi ke luar pulau, dan masih banyak lainnya.

Cara Mencegah Kebiasaan Anak Mengompol

Beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah kebiasaan mengompol, yaitu:

1. Sebagai orang tua, peran kita bukanlah untuk mengumbar amarah

Saat terjadi hal-hal di luar harapan kita, arahkan dan tuntunlah anak. Apabila ditunjukkan dengan emosi berlebih anak akan tambah depresi.

Iklan dari HonestDocs
Dermal Fillers Treatment di Reface Clinic

Dermal Filler merupakan perawatan wajah yang berfungsi untuk memperbaiki area tertentu yang memang diperlukan. Misalnya, untuk membantu mengatasi kerutan, garis halus atau cekungan yang disebabkan penuaan, meratakan tekstur dan menghaluskan kulit, hingga menghilangkan bekas luka. Perawatan wajah ini dilakukan dengan menyuntikan cairan seperti asam hialuronat atau kolagen, maupun zat sintesis kebagian wajah yang bermasalah, Contohnya pipi,hidung,bibir,rahang,dagu,area sekitar muka, dan lainnya. Perawatan dermal filler akan menjadikan wajah menjadi lebih berisi sehingga keriput atau garis-garis halus jadi tersamarkan.

2. Memperbaiki kualitas komunikasi dengan anak

Tanyakan adakah hal yang membuatnya tertekan. Sebisa mungkin cari sumber ketidak nyamanan pemicu ngompol tersebut. Kondisi yang sarat perubahan seperti memiliki adik baru harus dikomunikasikan bukan berarti tidak disayang atau jika pindah rumah, bukan berarti tidak punya temen.

3. Bangunkan anak pada jam-jam dimana dia mengompol,

Bangunkan anak untuk pergi ke toilet. Minta anak untuk tetap ke kamar mandi meski belum tentu ada rasa ingin pipis. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan kepekaan anak terhadap alarm tubuh.

4. Hindari Minum

Hindari memberi minum terlalu banyak pada anak sebelum tidur. Terlebih minuman dingin, yang notabene dapat memicu anak mengompol.  



13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Caldwell, Patrina & Hodson, Elisabeth & Craig, Jonathan. (2005). 4. Bedwetting and toileting problems in children. The Medical journal of Australia. 182. 190-5. 10.5694/j.1326-5377.2005.tb06653.x.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/8013586_4_Bedwetting_and_toileting_problems_in_children)
Bedwetting & Sleep. National Sleep Foundation. (Accessed via: https://www.sleepfoundation.org/articles/bedwetting-and-sleep)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app