Obesitas - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 11, 2019 Waktu baca: 6 menit
Telah dibaca 386.369 orang

Obesitas merupakan kondisi yang banyak terjadi di Amerika Serikat. Kondisi ini menempatkan orang pada risiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit serius, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), diperkirakan pada 2015–2016, 93,3 juta (39,8 persen) orang dewasa Amerika dan 13,7 juta (18,5 persen) anak-anak dan remaja Amerika secara klinis mengalami obesitas.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Obesitas didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) 30 atau lebih. IMT adalah perhitungan yang memperhitungkan berat dan tinggi badan seseorang. Namun, perhitungan menggunakan IMT masih memiliki beberapa keterbatasan.

Menurut CDC, “Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, etnis, dan massa otot dapat mempengaruhi hubungan antara IMT dan lemak tubuh. IMT juga tidak dapat membedakan antara kelebihan lemak, otot, atau massa tulang, juga tidak dapat memberikan indikasi mengenai distribusi lemak di antara setiap individu. "

Terlepas dari keterbatasan ini, IMT terus digunakan secara luas sebagai indikator kelebihan berat badan.

Apa yang menyebabkan obesitas?

Mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda bakar dalam aktivitas sehari-hari dan olahraga (dalam jangka panjang) dapat menyebabkan obesitas. Seiring waktu, kalori ini akan bertambah dan menyebabkan Anda bertambah berat badan.

Penyebab obesitas yang paling sering termasuk:

  • Makan makanan yang buruk seperti makanan yang tinggi lemak dan kalori
  • Memiliki gaya hidup yang tidak aktif
  • Kurang tidur, yang dapat menyebabkan perubahan hormon yang membuat Anda merasa lebih lapar dan menginginkan mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi
  • Masalah genetika, yang dapat memengaruhi cara tubuh Anda memproses makanan menjadi energi dan bagaimana lemak disimpan
  • Faktor usia (bertambah tua), yang dapat menyebabkan massa otot lebih sedikit dan laju metabolisme lebih lambat, membuat seseorang lebih mudah untuk mengalami obesitas
  • Kehamilan (berat badan yang naik selama kehamilan bisa sulit hilang dan akhirnya bisa menyebabkan obesitas)

Kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan penambahan berat badan. Kondisi tersebut termasuk:

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01
  • Polycystic ovary syndrome (PCOS): suatu kondisi yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon reproduksi wanita
  • Sindrom Prader-Willi: suatu kondisi langka dimana seseorang dilahirkan dengan kondisi yang menyebabkan kelaparan yang berlebihan
  • Sindrom Cushing: suatu kondisi yang disebabkan oleh jumlah hormon kortisol yang berlebihan di dalam tubuh Anda
  • Hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif): suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon-hormon penting
  • Osteoartritis dan kondisi lain yang menyebabkan rasa nyeri yang dapat menyebabkan seseorang menjadi tidak aktif.

Siapa yang berisiko mengalami obesitas?

Campuran faktor genetik, lingkungan, dan psikologis yang kompleks dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami obesitas.

Genetika

Beberapa orang memiliki faktor genetik yang membuat mereka sulit untuk menurunkan berat badan.

Lingkungan dan komunitas

Lingkungan Anda di rumah, di sekolah, dan di komunitas Anda, semuanya dapat mempengaruhi cara dan apa yang Anda makan dan aktivitas sehari-hari Anda. Mungkin Anda belum belajar untuk memasak makanan sehat atau tidak berpikir bahwa Anda mampu membeli makanan sehat. Jika lingkungan Anda tidak aman, mungkin Anda belum menemukan tempat yang baik untuk bermain, berjalan, atau berlari.

Faktor psikologis dan lainnya

Depresi kadang-kadang dapat menyebabkan kenaikan berat badan, karena beberapa orang biasanya akan beralih ke makanan untuk menghibur suasana hati. Obat Antidepresan tertentu juga dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

Merupakan suatu hal yang bagus untuk berhenti merokok, tetapi berhenti merokok juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Untuk alasan tersebut, penting untuk fokus pada diet dan olahraga saat Anda berhenti merokok.

Obat-obatan seperti steroid atau pil KB juga dapat menempatkan Anda pada risiko lebih besar untuk mengalami kenaikan berat badan.

Bagaimana mendiagnosis obesitas ?

Obesitas didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki IMT 30 atau lebih. Indeks massa tubuh adalah perhitungan kasar berat badan seseorang yang berhubungan dengan tinggi badannya.

Pengukuran yang lebih akurat lainnya mengenai lemak tubuh dan distribusi lemak tubuh yaitu ketebalan lipatan kulit, perbandingan pinggang ke pinggul, dan pemeriksaan skrining seperti ultrasound, computed tomography (CT), dan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI).

Dokter Anda juga dapat menganjurkan pemeriksaan tertentu untuk membantu mendiagnosis obesitas serta risiko kesehatan terkait obesitas. Pemeriksaan tersebut mungkin termasuk pemeriksaan darah untuk memeriksa kadar kolesterol dan glukosa, pemeriksaan fungsi hati, skrining diabetes, pemeriksaan tiroid, dan pemeriksaan jantung, seperti elektrokardiogram.

Ukuran lemak di sekitar pinggang Anda juga merupakan pengukur yang baik untuk risiko penyakit yang berhubungan dengan obesitas.

Apa komplikasi dari obesitas?

Obesitas merupakan kondisi yang lebih dari sekedar bertambahnya berat badan. Memiliki rasio lemak tubuh yang lebih tinggi terhadap rasio otot tubuh dapat  membuat tulang Anda dan juga organ internal Anda tertekan. Keadaan ini juga dapat meningkatkan peradangan pada tubuh, yang dianggap sebagai penyebab kanker. Obesitas juga merupakan penyebab utama diabetes tipe 2.

Obesitas telah dikaitkan dengan sejumlah komplikasi kesehatan, beberapa di antaranya dapat mengancam jiwa:

Diabetes tipe 2

Penyakit jantung

Tekanan darah tinggi

Kanker tertentu (payudara, usus besar, dan endometrium)

Penyakit kantong empedu

Stroke

penyakit fatty liver

Kolesterol Tinggi

Apnea tidur dan masalah pernapasan lainnya

Radang sendi

Infertilitas

Bagaimana cara mengobati obesitas?

Jika Anda mengalami obesitas dan belum dapat menurunkan berat badan Anda , bantuan medis mungkin dapat membantu. Mulailah dengan dokter keluarga Anda yang mungkin dapat merujuk Anda ke spesialis berat badan di daerah Anda.

Dokter Anda mungkin juga ingin bekerja sama dengan Anda sebagai bagian dari tim yang akan membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Tim tersebut mungkin termasuk ahli gizi, terapis, dan / atau staf kesehatan lainnya.

Dokter Anda akan bekerja dengan Anda untuk melakukan perubahan pola gaya hidup. Terkadang, dokter juga dapat merekomendasikan obat-obatan atau operasi untuk menurunkan berat badan.

Perubahan gaya hidup dan perilaku

Tim kesehatan Anda dapat mengajarkan Anda tentang pilihan makanan yang baik dan membantu membuatkan jadwal makan sehat yang tepat untuk Anda. Program latihan yang terstruktur dan peningkatan aktivitas sehar-hari hingga 300 menit seminggu yang akan membantu membangun kekuatan, daya tahan, dan metabolisme tubuh Anda.

Konseling atau kelompok pendukung juga dapat mengidentifikasi pemicu yang tidak sehat dan membantu Anda mengatasi kecemasan, depresi, atau isu masalah makan.

Penurunan berat badan secara medis

Dokter Anda mungkin juga meresepkan resep obat penurun berat badan tertentu selain jadwal makan dan olahraga yang sehat. Obat-obatan biasanya diresepkan hanya jika metode penurunan berat badan lainnya tidak berhasil dan jika Anda memiliki IMT 27 atau lebih sebagai tambahan dari masalah kesehatan yang terkait obesitas.

Obat-obatan penurun berat badan yang diresepkan dapat mencegah penyerapan lemak atau menekan nafsu makan. Obat-obatan ini dapat memiliki efek samping yang tidak menyenangkan. Sebagai contoh, obat orlistat (Xenical) dapat menyebabkan seringnya terjadi pergerakan usus, urgensi usus, dan kembung. Dokter Anda juga akan memantau Anda dengan baik saat Anda sedang mengkonsumsi obat ini.

Operasi penurunan berat badan

Operasi penurunan berat badan (biasa disebut "operasi bariatrik"). Operasi ini memerlukan komitmen dari pasien bahwa mereka akan mengubah gaya hidup mereka.

Jenis operasi ini bekerja dengan cara membatasi berapa banyak makanan yang dapat Anda makan atau dengan mencegah tubuh Anda menyerap makanan dan kalori. Namun, biasanya dokter akan melakukan tindakan keduanya.

Operasi penurunan berat badan bukanlah sebuah tindakan yang dapat melakukan perbaikan dengan cepat. Tindakan ini adalah operasi besar dan dapat memiliki risiko serius. Setelah operasi, pasien perlu mengubah cara makan dan berapa banyak makanan yang mereka makan atau akan berisiko mengalami sakit.

Seseorang yang akan melakukan operasi penurunan berat badan harus memiliki IMT 40 atau lebih, atau memiliki IMT 35 hingga 39,9 bersamaan dengan masalah kesehatan yang terkait obesitas yang serius.

Pasien seringkali harus menurunkan berat badan sebelum menjalani operasi. Selain itu, mereka biasanya akan menjalani konseling untuk memastikan bahwa mereka siap secara emosional untuk operasi ini dan bersedia untuk melakukan perubahan gaya hidup yang diperlukan.

Opsi bedah meliputi:

  • operasi bypass lambung, yang akan menciptakan kantong kecil di bagian atas lambung Anda yang terhubung langsung ke usus kecil Anda. Makanan dan cairan masuk melalui kantong dan masuk ke usus, melewati sebagian besar lambung.
  • laparoscopic adjustable gastric banding, yang akan memisahkan lambung Anda menjadi dua kantong dengan menggunakan pengikat
  • lengan lambung, yang akan mengangkat sebagian dari lambung Anda
  • pengalihan biliopancreatic dengan saklar duodenum, yang akan menghilangkan sebagian besar lambung Anda.

Bagaimana prospek jangka panjang untuk obesitas?

Terdapat peningkatan yang tinggi dalam kasus obesitas dan penyakit yang berkaitan dengan obesitas. Keadaan ini adalah alasan mengapa masyarakat, negara, dan pemerintah memberi perhatian lebih pada mengkonsumsi makanan yang sehat dan melakukan aktivitas untuk membantu menurunkan angka obesitas.

Namun, pada akhirnya, kita semua bertanggung jawab untuk melakukan perubahan yang sehat ini.

Bagaimana cara mencegah obesitas?

Membantu mencegah kenaikan berat badan dengan cara membuat pola gaya hidup yang sehat. Mulailah melakukan olahraga ringan seperti berjalan, berenang, bersepeda selama 20 hingga 30 menit setiap hari.

Konsumsi makanan yang sehat dengan memilih makanan yang bergizi seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak dan mengurangi mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan tinggi kalori.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit