Mimisan - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 28, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 807.968 orang

Mimisan yang dalam istilah kedokteran disebut dengan epistaksis adalah suatu kondisi dimana terjadi pendarahan dari pembuluh darah yang terletak pada hidung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Mimisan terjadi karena pecahnya pembuluh darah di dalam hidung. Mimisan mungkin terjadi secara spontan atau mungkin juga dapat disebabkan oleh trauma. 

Mimisan umumnya tidak mengancam jiwa dan biasanya berhenti sendiri sendiri tanpa penanganan khusus. Berdasarkan lokasi pendarahan Mimisan dapat dibagi menjadi 2 kategori: anterior (di depan hidung) atau posterior (di belakang hidung).

Sekitar 60% dari populasi pasti pernah mengalami mimisan pada satu waktu, 6% kasus epistaksis yang terjadi,  membutuhkan perawatan profesional. 

Penyebab mimisan biasanya idiopatik (tidak diketahui), tetapi bisa juga disebabkan oleh trauma, penggunaan obat, tumor, atau operasi hidung / sinus.

Walaupun umumnya tidak membutuhkan perawatan khusus, namun pada beberapa kondisi tertentu, epistaxis perlu ditangani secara khusus. Ada berbagai macam Pengobatan epistaksis yang dapat dilakukan. Yaitu:

  • Menekan hidung (yaitu mencubit hidung pada bagian little’s area, yakni tepat di bawah tulang hidung), 
  • Penggunaan dekongestan,
  • kauter kimia atau listrik (membakar pembuluh darah agar tertutup),
  • agen hemostatik (terapi topikal) untuk menghentikan pendarahan),
  • Membungkus hidung yang mimisan,
  • embolisasi (prosedur untuk menempatkan material di dalam pembuluh untuk menghentikan pendarahan), dan
  • ligasi arteri bedah (mengikat pembuluh darah).

Perlu diingat bahwa Tidak ada pengobatan definitif tunggal untuk penanganan mimisan

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Bagaimana Mimisan Bisa Terjadi? Ini Penyebabnya

Secara garis besar, Penyebab epistaksis dapat dibagi menjadi 3, yaitu 

  • penyebab idiopatik  tidak diketahui penyebabnya
  • Faktor lokal
  • Membuang ingus terlalu keras.  Ketika anda sedang flu dan tidak enak badan, biasanya tubuh akan merespon dengan bersin dan mengeluarkan ingus. Ingus yang muncul di hidung wajib dikeluarkan, namun terkadang beberapa orang membuang ingus terlalu keras, sehingga dapat menimbulkan mimisan.
  • Terlalu dalam mengorek hidung  Kebiasaan mengorek hidung atau yang biasa dikenal dengan istilah mengupil sepertinya memang sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang.  Namun demikian perlu diperhatikan, karena kegiatan ini dapat berbahaya bagi hidung anda, dan berpotensi menimbulkan gejala mimisan apabila terlalu dalam mengorek hidung anda terutama ketka anda tidak sengaja melukai bagian dalam hidung.
  • Perubahan tekanan udara. Merupakan salah satu faktor alam yang berperan dalam menimbulkan gejala – gejala mimisan. Perubahan tekanan udara dapat menimbulkan terjadinya mimisan. Biasanya perubahan tekanan udara ini muncul pada 2 kondisi, yaitu : Udara yang terlalu panas Udara yang terlalu dingin
  • Tumor Pada Rongga Hidung Tumor rongga hidung, sinus, dan nasofaring juga dapat menyebabkan perdarahan berulang. Secara umum, mimisan satu sisi yang berulang harus dievaluasi dengan endoskopi (pelingkupan) dengan atau tanpa pemeriksaan radiology untuk memastika tumor atau bukan.
  • Iritasi akibat senyawa kimia Selain akibat allergen dan polutan di udara, mimisan juga dapat terjadi karena adanya iritasi pada bagian rongga dan pangkal hidung yang disebabkan oleh adanya senyawa atau bahan kimia yang masuk ke dalam hidung.  Beberapa bahan kimia dapat menimbulkan reaksi gatal dan pendarahan pada bagian hidung apabila terhirup.

Faktor Sistemik

  • Penggunaan jenis obat – obatan Mimisan juga dapat terjadi karena efek atau pengaruh dari penggunaan obat – obatan tertentu. jenis obat – obatan ini dapat membuat pendarahan pada bagian hidung karena kandungan kimianya. Berikut ini adalah beberapa jenis obat – obatan yang berpotensi menimbulkan gejala mimisan:
  • Aspirin
  • Antikoagulan
  • Inhaler yang digunakan secara berlebihan
  • kokain
  • Alergi Pada beberapa kasus, mimisan dapat terjadi karena seseorang mengalami alergi terhadap polutan dan allergen yang ada di udara. Polutan dan allergen yang ada di udara ini terhirup masuk ke dalam tubuh melalui hidung secara tidak sengaja, dan beberapa polutan atau allergen dapat menimbulkan alergi, terutama bagi orang yang sensitive hidungnya. Berikut ini beberapa jenis allergen dan polutan yang dapat menyebabkan mimisan :
  • Debu dan pasir
  • Asap kendaraan bermotor
  • Asap rokok
  • Bau yang menyengat, seperti bau durian dan bau sampah
  • Kapuk atau bulu, terutama pada bantal dan guling

 

  • Adanya suatu kelainan pada sistem pembekuan darah  Beberapa orang memiliki kondisi yang berbeda dari kondisi orang normal pada umumnya. Apabila pada umumnya luka yang dialami oleh seseorang dapat kering dan sembuh dalam waktu singkat,  maka penderita hemophilia (kelainan dalam sistem pembekuan darah) akan sulit dalam melakukan proses tersebut. Salah satu gejala utama dari hemophilia adalah terjadinya pendarahan pada bagian – bagian tubuh, salah satunya adalah pada bagian hidung (mimisan).
  • Efek atau gejala dari penyakit – penyakit tertentu Selain sebagai suatu gejala yang dapat muncul dengan sendirinya, ada beberapa jenis penyakit yang diidap oleh seseorang dapat menimbulkan mimisan seperti leukimia, hereditaru hemorrhagic telangiectasia dan idiopathic thrombocytopenic purpura.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit