Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN
Menyusui

Pentingnya Pelekatan yang Tepat Saat Menyusui

Update terakhir: DEC 7, 2019 Tinjau pada DEC 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.330.358 orang

Pentingnya Pelekatan yang Tepat Saat Menyusui

Tidak hanya memenuhi kebutuhan lengkap nutrisi bayi baru lahir, menyusui adalah salah satu aktifitas yang memperkuat hubungan antara ibu dan buah hati. Seolah-olah bayi baru lahir yang menyusui merasakan kasih sayang ibu yang tidak tergantikan. 

Namun, menyusui tidaklah mudah. Dukungan suami, keluarga, dan orang terdekat lainnya turut membantu menyukseskan keberhasilan menyusui. Selain dukungan kepada busui (Ibu menyusui), posisi menyusui tidak kalah pentingnya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli MASKER N95 3M 8210 via HonestDocs

Gunakan masker ini untuk kegiatan sehari-hari pada waktu kepekatan polusi udara meningkat. Selain itu, masker ini dapat digunakan oleh pekerja konstruksi dan juga petugas kesehatan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Posisi menyusui yang salah bisa mengakibatkan luka pada payudara busui dan trauma untuk tidak menyusui kembali. Seberapa penting posisi menyusui bayi? Baca penjelasan dan tips berikut ini!

Apakah dimaksud menyusui dengan posisi yang tepat?

Untuk sebagian besar orang tua baru, menyusui adalah hal yang sangat tidak mudah. Posisi yang tepat membantu kelancaran proses menyusui. Pelekatan (latch on) antara mulut bayi dan puting payudara ibu merupakan penentu apakah posisi menyusui benar atau tidak. 

Jika ASI (Air Susu Ibu) keluar dengan lancar, ibu tidak merasa sakit di sekitaran putingnya dan bayi dapat meminum susu dengan lancar (dengan catatan berat badan naik), maka bisa disimpulkan bahwa posisi sudah tepat.

Mengapa posisi menyusui yang tepat sangat penting?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa posisi menyusui yang salah mengakibatkan luka pada puting busui dikarenakan puting busui yang bersinggungan dengan gusi si bayi. Tidak hanya itu, bayi tidak mendapatkan ASI yang maksimal dan berakibat kurangnya berat badan bayi. 

Karena puting yang terluka dan berat badan bayi yang cenderung tidak naik, ibupun menyerah menyusui dan mulai ‘tergoda’ untuk mencampur asupan bayi dengan susu formula. Sehingga ASI eksklusif pun tidak tercapai.

Bagaimana mendapatkan posisi menyusui yang tepat?

Untuk ibu baru, alangkah baiknya untuk melakukan pelatihan di Rumah Bersalin setelah melahirkan. Bantuan bidan ataupun dokter akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri busui dan membantu mendapatkan pelekatan yang tepat. Selain itu, busui juga bisa melihat berbagai contoh posisi menyusui seperti yang dilansir oleh laman ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli MASKER N95 3M 8210 via HonestDocs

Gunakan masker ini untuk kegiatan sehari-hari pada waktu kepekatan polusi udara meningkat. Selain itu, masker ini dapat digunakan oleh pekerja konstruksi dan juga petugas kesehatan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Penting bagi busui untuk selalu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Ibu tidak merasa nyeri ketika bayi mulai ‘melahap’ puting dan mulai menyusu. Jika terasa nyeri atau sakit, jangan langsung tarik, masukan kelingking ibu ke dalam mulut bayi agar bayi berhenti menyusui dan melepaskan puting. Ulangi pelekatan antara mulut dan puting ibu.
  • Selalu lihat hidung bayi agar tidak tertutup oleh payudara busui ketika sedang menyusui. Terkadang proses menyusui membuat ibu maupun bayi mengantuk sehingga hidung bayi tertutup dan membuat bayi susah bernapas.
  • Setiap bayi memiliki keunikan tersendiri. Lamanya menyusui pada bayi biasanya berkisar 5-30 menit. Jika bayi sudah terlihat mengantuk dan enggan untuk menyusu lagi, segera lepaskan puting ibu. Hal ini juga untuk membiasakan bayi tertidur tanpa ‘mengempeng’ (tertidur namun dengan mulut dengan posisi menyusu tanpa meminum ASI).
  • Jika posisi menyusui tepat, maka bayi akan mendapatkan ASI yang maksimal. Selain itu, berat badan bayi akan meningkat sesuai dengan grafiknya. Jika bayi terlihat jarang buang air kecil atau berat badannya tidak naik, bisa jadi posisi pelekatan tidak maksimal.

Apa saja tips untuk membantu kelancaran proses menyusui?

Tidak hanya dukungan dari keluarga, namun banyak sekali faktor yang dapat membantu kelancaran proses menyusui. Berikut tips untuk busui untuk dapat lancar dalam menyusui:

  • Rileks! Perasaan yang nyaman, tenang dan rileks adalah kunci utama dalam menyusui. Jangan terburu-buru ataupun menyusui dalam keadaan cemas dan sedih karena akan berpengaruh terhadap produksi ASI.
  • Gunakan produk atau alat bantu menyusui jika diperlukan. Bantal menyusui, kursi menyusui dan berbagai macam produk atau alat bantu menyusui sekarang ini mudah didapatkan. Setiap busui memiliki kebutuhan yang berbeda.
  • Jika terdapat luka pada puting, tidak perlu cemas. Balurkan ASI pada luka. Istirahatkan sampai sembuh sebelum diberikan pada bayi. Jika luka tidak kunjung sembuh, konsultasikan pada dokter.
  • Banyak minum air putih dan makanan bergizi. Menyusui juga dapat membakar kalori dan membuat busui mudah terasa sangat haus dan lapar. Banyak makan makanan bergizi dan minum air putih mempengaruhi kualitas ASI dan stamina busui.

Yang perlu diingat adalah bahwa menyusui merupakan proses di mana ibu dan anak sama-sama belajar. Posisi pelekatan yang tepat sangat membantu kelancaran ibu dalam menyusui. 

Tentu saja, mengingat pentingnya menyusui tidak hanya mengubah hidup si ibu (perubahan hormon, bentuk payudara dan lain-lain) namun juga berpengaruh besar terhadap kehidupan anak sampai dewasa (daya tahan tubuh, attachment ibu dan anak) menyusui merupakan sebuah perjuangan yang tidak dapat dilupakan oleh seorang ibu sampai kapanpun. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit