Baclofen : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 88.775 orang

Apa itu Baclofen?

Baclofen adalah relaksan otot dan dapat mengatasi kejang pada otot. Nama kimia dari baclofen adalah 4-amino-3-(4-klorofenil) asam butanoat. 

Baclofen memiliki pemerian bubuk kristal putih, tidak berbau atau hampir tidak berbau, sedikit larut dalam air, sangat sedikit larut dalam metanol, dan tidak larut dalam kloroform. Baclofen tersedia dalam bentuk sediaan tablet 10 mg dan 20 mg dan larutan intratekal 50 mcg/mL dan 500 mcg/mL. 

Baclofen merupakan obat yang digunakan untuk mengobati spastisitas dan kejang pada multiple sclerosis. Multiple sclerosis merupakan sebuah penyakit autoimun yang merusak kerja sistem saraf pusat, terutama otak, saraf tulang belakang, dan saraf mata. 

Penyakit ini termasuk kronis (jangka panjang) yang memiliki ciri terganggunya keseimbangan, penglihatan, kendali, dan penyesuaian otot. Rusaknya myelin yaitu suatu lapisan pelindung saraf oleh sistem kekebalan tubuh merupakan penyebab terjadinya multiple sclerosis. 

Hal inilah yang menyebabkan hubungan antara otak dan bagian tubuh lainnya terganggu. Karena selubung myelin yang diganggu, saraf menjadi rusak dan tidak dapat diperbaiki kembali.

Cara kerja Baclofen

Baclofen termasuk obat yang dikenal sebagai gamma aminobutyric acid (GABA)-B agonis reseptor. Baclofen dapat mengurangi pengiriman pesan antar sel saraf, hal ini berarti bahwa otot cenderung berkontraksi dan menjadi kaku. 

Menghambat transmisi sinaptik melalui busur refleks spinal, melalui hiperpolarisasi terminal serat aferen primen yang dapat menyebabkan spastisitas otot. 

Proses absorpsi Baclofen memiliki onset 3-4 hari dengan durasi 4-8 jam, waktu plasma puncah 2-3 jam, konsentrasi plasma puncak 500-600 ng/mL, efek puncak 5-10 hari. 

Baclofen terikat dengan protein sebanyak 30%, kemudian dimetabolisme oleh hati (15%), dan dieliminasi dengan waktu paruh 2,5-4 jam. Baclofen diekskresikan di urin dan feses.

Manfaat dan efek samping Baclofen

Tablet baclofen bermanfaat untuk meringankan tanda dan gejala spastisitas terutama untuk menghilangkan, kejang, nyeri, dan kekakuan otot. Efek samping yang dapat diakibatkan oleh Baclofen adalah mengantuk sementara (10-63%), pusing (5-15%), mual (4-12%), kebingungan (1-11%), sakit kepala (4-8%), insomnia (2-7%), sembelit (2-6%), frekuensi berkemih (2-6%), kelelahan (2-4%), sakit perut, diare, dll. 

Baclofen dikontraindikasikan terhadap pasien yang hipersensitif terhadap obat ini. Penggunaan Baclofen pada kehamilan memiliki kategori C yang artinya digunakan dengan hati-hati jika manfaat lebih besar daripada risiko. Penelitian pada hewan menunjukkan risiko dan penelitian pada manusia tidak tersedia.

Dosis Baclofen

Dosis yang digunakan untuk meredakan kejang otot adalah 5 mg tiap 8 jam dan dapat ditingkatkan hingga maksimum 80 mg/hari. 

Selain oral, Baclofen ini dapat digunakan dengan pemberian intratekal yaitu jarum dimasukkan diantara dua tulang punggung bagian bawah dank e dalam ruang di sekitar sumsum tulang belakang. 

Dosis yang digunakan untuk intratekal adalah 50 mcg, jika respon tidak memadai dalam 8 jam, digunakan 75 mcg 24 jam kemudian, jika masih tidak memadai 100 mcg 24 jam kemudian. 

Untuk dosis pemeliharaan spastisitas asal sumsum tulang belakang, baclofen digunakan 300-800 mcg/hari (tidak melebihi 1000 mcg/hari), sedangkan untuk spastisitas asal serebral digunakan 90-700 mcg/hari (tidak melebihi 1000 mcg/hari).

Dosis yang digunakan anak dibawah 2-8 tahun secara oral adalah 10-15 mg dibagi tiap 8 jam dengan dosis maksimum 40 mg/hari. Apabila diatas 8 tahun, dosis yang digunakan 10-15 mg/hari dibagi tiap 8 jam dengan dosis maksimum 60 mg/hari.

Penggunaan Baclofen sebaiknya bersama makanan.

Interaksi Baclofen

Baclofen memiliki interaksi apabila digunakan bersamaan dengan parasetamol, hidrokodon, dan sodium oxybate. Baclofen yang digunakan bersama morfin dapat meningkatkan risiko hipotensi, ketidaknyamanan saat bernafas, dan efek sistem saraf pusat lainnya. 

Apabila digunakan bersamaan dengan alkohol dapat menyebabkan efek depresan SSP aditif. Baclofen dapat meningkatkan efek levodopa yang tidak diinginkan, misalnya kebingungan mental, halusinasi, dan keresahan atau kegelisahan.

Perhatian Baclofen

Baclofen dapat menyebabkan pusing, sedasi, somnolen, dan gangguan penglihatan. Jika terpengaruh, jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin. Penghentian tiba-tiba Baclofen intratekal dapat menyebabkan demam tinggi, perubahan status mental, kelenturan berlebihan dan kekauan otot.

Penyimpanan Baclofen

Baclofen tablet disimpan pada suhu 20-25oC, sedangkan Baclofen injeksi disimpan pada suhu dibawah 30oC dan jangan dibekukan atau disterilkan dengan panas.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit