Nyeri Sendi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 836.732 orang

Apakah Nyeri Sendi itu?

Nyeri sendi bukan hanya penyakit yang sering menyerang lansia, namun tidak sedikit pula anak muda yang sering menderita penyakit sendi ini. Penyebab nyeri sendi sendiri ada banyak, salah satunya yang meningkatkan risiko pada anak muda adalah gaya hidup yang tidak sehat.

Tidak hanya pada remaja saja, bahkan nyeri sendi juga bisa terjadi pada anak-anak. Penyakit radang sendi akan mengakibatkan rasa sakit, bengkak, dan kaku pada persendian yang pada akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyakit nyeri sendi merupakan salah satu akibat dari kerasnya tulang rawan sendi sehingga membuat pergerakan sendi tidak leluasa.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Mengenai Nyeri Sendi

Penyebab Nyeri Sendi

Nyeri sendi dapat terjadi pada satu sendi ataupun di beberapa bagian persendian. Berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri sendi yang biasanya terjadi pada anak muda:

Cedera

Meskipun umumnya nyeri sendi terjadi pada lansia, namun faktor cedera saat berolahraga, aktivitas, atau karena kecelakaan dapat menyebabkan nyeri sendi pada anak muda. Cedera biasanya dialami oleh para atlet karena terlalu banyak gerakan yang dilakukan tubuh maka semakin tinggi pula risiko kecelakaan yang  dapat menyebabkan nyeri sendi.

Genetik

Selain beberapa penyebab dari luar, nyeri sendi juga disebabkan oleh faktor genetik di mana setiap orang juga memiliki bantalan tulang yang berbeda-beda.  Artinya orang yang lahir dengan bantalan tulang yang tipis dibandingkan orang lain lebih rentan menderita nyeri sendi meskipun masih muda. Bahkan di usia 15 tahun bisa saja berisiko nyeri sendi.

Selain itu, faktor genetik juga merupakan penyebab nyeri sendi karena pertumbuhan tulang yang kurang sempurna. Sering terjadi pada anak-anak karena bagian rawan sendi yang agak keras.

Menderita Penyakit Sendi

Salah satu penyakit yang dapat menyerang di usia muda yaitu Rheumatoid Arthritis. Penyakit tersebut merupakan penyakit autoimun yang mengganggu sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berperan untuk menyerang kuman di dalam tubuh justru berbalik dan menyerang sel tubuh sendiri.

Sendi-sendi yang diserang oleh penyakit autoimun ini merupakan sendi-sendi kecil seperti jari tangan atau kaki. Penyebab nyeri sendi ini dipastikan dapat mengganggu produktivitas manusia karena seringkali menyebabkan nyeri dan kaku saat beraktivitas.

Yang lebih berbahaya lagi jika penyakit ini semakin memburuk maka sulit untuk disembuhkan kembali sehingga jari yang terkena penyakit sendi tidak dapat kembali ke bentuk semula. Beberapa pengobatan bisa dilakukan untuk memperlambat dan mengontrol penyakit ini meskipun belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkannya.

Kelebihan Berat Badan

Salah satu penyebab penyakit nyeri sendi yaitu karena berat badan yang melebihi berat ideal. Ini dapat menjadi penyebab nyeri sendi pada lutut dan pergelangan kaki karena tidak kuat menjadi tumpuan tubuh sehingga secara perlahan dapat berakibat keausan.

Untuk mengatasi ini maka disarankan orang yang kelebihan berat badan untuk menjalankan program diet sehat agar berat badan bisa turun. Selain itu juga bisa melakukan kegiatan yang berdampak baik untuk persendian seperti bersepeda atau olahraga lainnya.

Terlalu Lelah

Kesehatan tulang dapat terganggu apabila kita sering kelelahan. Nyeri sendi pun dapat terjadi apabila tubuh terlalu lelah, karena kelelahan juga dapat menyebabkan demam atau penyakit lain sehingga menyebabkan jaringan sendi yang mengalami gejala peradangan.

Jika mengalami masalah ini sebaiknya konsultasikan kepada dokter dan lakukan check up secara rutin untuk mengamati kesehatan tulang secara berkala.

Gaya Hidup

Ada beberapa gaya hidup yang menyebabkan keausan tulang. Meskipun olahraga dapat membantu pencegahan nyeri sendi namun jika terlalu berlebihan justru dapat mengganggu kesehatan tulang. Misalnya pada seorang atlet yang terlalu banyak latihan dapat mengalami radang sendi.

Nyeri sendi dapat dialami oleh siapa saja tidak mengenal usia maupun jenis kelamin. Namun wanita produktif memiliki risiko yang lebih tinggi penyakit nyeri sendi meskipun di usia yang masih muda. Setelah mengenal beberapa penyebab nyeri sendi di atas, kita diharapkan supaya lebih waspada dengan penyakit ini apabila sewaktu-waktu menyerang.

Gejala Nyeri Sendi

Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala seperti berikut, maka kemungkinan besar Anda mengalami nyeri sendi. Tanda-tanda tersebut meliputi: sakit pada sendi, muncul bengkak dengan warna kemerahan pada bagian sendi yang sakit, muncul sensasi hangat pada bagian sendi yang meradang, serta timbulnya bengkak dan perubahan posisi sendi dengan rasa sakit yang hebat sehingga mengganggu pergerakan sendi.

Pencegahan Nyeri Sendi

Bagi anak muda akan lebih baik jika melakukan pencegahan sedini mungkin, salah satunya dengan merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Mencegah terjadinya nyeri sendi bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut :

  • Menjaga berat badan tubuh tetap ideal.
  • Mengurangi kegiatan berat yang membuat tubuh bertumpu hanya pada salah satu sendi.
  • Olahraga ringan namun teratur dapat membantu melenturkan sendi tanpa membebaninya seperti bersepeda atau berenang.
  • Mengurangi stres.
  • Mengonsumsi asam lemak seperti asam lemak omega 3 baik dari makanan maupun suplemen.
  • Makan makanan yang bernutrisi dan baik untuk kesehatan tulang serta sendi.

Pengobatan Nyeri Sendi

Masalah nyeri sendi harus diatasi dengan segera karena apabila dibiarkan berlarut akan berdampak cukup serius untuk tulang. Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Jika rasa sakit pada sendi masih tergolong ringan, maka Anda bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah. 

Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi rasa sakit akibat nyeri sendi :

  • Mengurangi berat badan jika mengalami obesitas untuk mengurangi beban sendi.
  • Tidak memaksakan sendi untuk bergerak saat terasa sakit dan lakukan istirahat.
  • Konsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, naproxen, ataupun diclofenac.
  • Mengoleskan salep atau krim pereda nyeri.
  • Kompres bagian sendi yang sakit dengan air dingin sekitar 15-25 menit.

Nyeri sendi dapat menyerang siapapun dan kapanpun, sehingga pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter jika nyeri berlanjut untuk diketahui penyebab nyeri sendi dan cara pengobatan yang tepat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit