Nyeri Sendi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 424.795 orang

Nyeri sendi bukan hanya penyakit yang sering menyerang lansia, namun tidak sedikit pula anak muda yang sering menderita penyakit sendi ini. Penyebab nyeri sendi sendiri ada banyak, salah satunya yang meningkatkan risiko pada anak muda adalah gaya hidup yang tidak sehat.

Tidak hanya pada remaja saja, bahkan nyeri sendi juga bisa terjadi pada anak-anak. Penyakit radang sendi akan mengakibatkan rasa sakit, bengkak, dan kaku pada persendian yang pada akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyakit nyeri sendi merupakan salah satu akibat dari kerasnya tulang rawan sendi sehingga membuat pergerakan sendi tidak leluasa.

Masalah nyeri sendi harus diatasi dengan segera karena apabila dibiarkan berlarut akan berdampak cukup serius untuk tulang. Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Namun bagi anak muda akan lebih baik jika melakukan pencegahan sedini mungkin salah satunya dengan perubahan pola hidup lebih sehat.

Beberapa penyebab nyeri sendi

Cedera

Meskipun umumnya nyeri sendi terjadi pada lansia, namun faktor cedera saat berolahraga, aktivitas, atau karena kecelakaan dapat menyebabkan nyeri sendi pada anak muda. 

Cedera biasanya dialami oleh para atlet karena terlalu banyak gerakan yang dilakukan tubuh maka semakin tinggi pula risiko kecelakaan yang menyebabkan nyeri sendi.

Genetik

Selain beberapa penyebab dari luar, nyeri sendi juga disebabkan oleh faktor genetik. Setiap orang memiliki bantalan tulang yang berbeda-beda. 

Artinya orang yang lahir dengan bantalan tulang yang tipis dibandingkan orang lain lebih rentan menderita nyeri sendi meskipun masih muda. Bahkan di usia 15 tahun bisa saja berisiko nyeri sendi.

Selain itu, faktor genetik juga merupakan penyebab nyeri sendi karena pertumbuhan tulang yang kurang sempurna. Sering terjadi pada anak-anak karena bagian rawan sendi yang agak keras.

Menderita Penyakit Sendi

Salah satu penyakit yang dapat menyerang di usia muda yaitu Rheumatoid Arthritis. Penyakit tersebut merupakan penyakit autoimun yang mengganggu sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berperan untuk menyerang kuman di dalam tubuh justru berbalik dan menyerang sel tubuh sendiri.

Sendi-sendi yang diserang oleh penyakit autoimun ini merupakan sendi-sendi kecil seperti jari tangan atau kaki. Penyebab nyeri sendi ini dipastikan dapat mengganggu produktivitas manusia karena seringkali menyebabkan nyeri dan kaku saat beraktivitas.

Yang lebih berbahaya lagi jika penyakit ini semakin memburuk maka sulit untuk disembuhkan kembali sehingga jari yang terkena penyakit sendi tidak dapat kembali ke bentuk semula. Beberapa pengobatan bisa dilakukan untuk memperlambat dan mengontrol penyakit ini meskipun belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkannya.

Kelebihan Berat Badan

Salah satu penyebab penyakit nyeri sendi yaitu karena berat badan yang melebihi berat ideal. Ini dapat menjadi penyebab nyeri sendi pada lutut dan pergelangan kaki karena tidak kuat menjadi tumpuan tubuh sehingga secara perlahan dapat berakibat keausan.

Untuk mengatasi ini maka disarankan orang yang kelebihan berat badan untuk menjalankan program diet sehat agar berat badan bisa turun. Selain itu juga bisa melakukan kegiatan yang berdampak baik untuk persendian seperti bersepeda atau olahraga lainnya.

Terlalu Lelah

Kesehatan tulang dapat terganggu apabila kita sering kelelahan. Nyeri sendi pun dapat terjadi apabila tubuh terlalu lelah, karena kelelahan juga dapat menyebabkan demam atau penyakit lain sehingga menyebabkan jaringan sendi yang mengalami gejala peradangan.

Jika mengalami masalah ini sebaiknya konsultasikan kepada dokter dan lakukan check up secara rutin untuk mengamati kesehatan tulang secara berkala.

Gaya Hidup

Ada beberapa gaya hidup yang menyebabkan keausan tulang. Meskipun olahraga dapat membantu pencegahan nyeri sendi namun jika terlalu berlebihan justru dapat mengganggu kesehatan tulang. Misalnya pada seorang atlet yang terlalu banyak latihan dapat mengalami radang sendi.

Nyeri sendi dapat dialami oleh siapa saja tidak mengenal usia maupun jenis kelamin. Namun wanita produktif memiliki risiko yang lebih tinggi penyakit nyeri sendi meskipun di usia yang masih muda. Setelah mengenal beberapa penyebab nyeri sendi di atas, kita diharapkan supaya lebih waspada dengan penyakit ini apabila sewaktu-waktu menyerang. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit