Mythomania: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 737.770 orang

Apakah anda pernah berbohong atau membesar-besarkan sesuatu. Apakah kondisi tersebut dapat memberikan perhatian lebih dari orang lain untuk anda. Sebaiknya anda perlu berhati-hati karena kondisi ini sangat berkaitan dengan gangguan psikologis yang dinamakan mythomania. 

Mythomania merupakan suatu kebiasaan seseorang untuk berbohong demi mendapat perhatian lebih akan situasi atau masalah yang dihadapi.

Kondisi ini dibawa oleh kebiasaan pribadi yang secara segaja dan tanpa disadari dapat merugikan orang lain bila mereka percaya pada situasi yang tengah dibahas dan dikatakn oleh seseorang dengan mythomania. 

Perhatian khusus yang diharapkan oleh penderita mythomania cenderung mempermudah mereka bersosialisasi dengan orang banyak tetapi dengan kebohongan yang berlebihan.

Penderita mythomania meyakinkan diri sendiri tanpa tujuan untuk menipu orang lain karena ketidaksadarannya mengelabui atau membesar-besarkan kenyataan yang sebenarnya telah terjadi sebaliknya. 

Banyak faktor penyebab seseorang mengidap mythomania, terutama disebabkan adanya kegagalan dalam hidup seperti urusan keluarga, sekolah, masalah kuliah, pertemanan, pekerjaan, dan sebagaiya. 

Cara berbohong mereka bertujuan hanya untuk ‘keluar’ dari masalah yang dihadapi tanpa dipandang buruk oleh orang-orang sekitarnya. Tetapi sayangnya kondisi ini malah membuat mereka menjadi terbiasa akan kebohongan sehingga mudah sekali membesar-besarkan sesuatu untuk mendapatkan rasa simpatik dari orang-orang sekitarnya.

Orang dengan mythomania sangat mahir dengan kebohongan. Orang biasa pun mudah sekali mempercayai keadaan sehinga dapat mudah sekali terjermus ke dalam ‘dunia lain’ yang diceritakan. 

Tetapi tidak semua penderita mythomania dapat tetap mempertahankan gambaran kebohongan dari dirinya. Jika ia ketahuan berbohong ia akan lepas kendai dengan memutar kalimat-kalimat yang telah dikatakannya agar dapat menarik kebohongan yang telah diucapkan.

Ciri-ciri orang Mythomania

Mythomania dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa sesuai dengan kondisi yang di alami selama ini. Secara anatomis gangguan ini disebabkan kelemahan pada fungsi otak di grey matter. Grey matter di otak berfungsi untuk memproses informasi yang dihantarkan dari saraf menuju korteks. 

Selain itu terdapat white matter di otak yang berfungsi untuk mengeluarkan informasi di otak. White matter yang lebih banyak dapat menimbulkan seseorang melebih-lebihkan informasi yang secara singkat menjadi sebuah kebohongan yang disampaikan ke publik. 

Di Amerika, mythomania sering disebut sebagai ‘pathological lying’ atau kebohongan patologis yang sama-sama demi mencari simpati publik akan kondisi yang ia ceritakan. 

Ciri-ciri seorang dengan mythomania atau kebohongan patologis lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Mudah berbohong
  2. Suka membesar-besarkan masalah
  3. Pintar memanipulasi keadaan
  4. Merasa tahu dan pintar atas segalanya
  5. Ingin sekali orang mempercayainya
  6. Tidak menghargai kejujuran
  7. Ingin mencari simpatik dari orang lain
  8. Takut jika ditanya kembali masalah yang diceritakan
  9. Sangat defensif akan pernyataan orang lain

Cara Menangani Pednerita Mythomania

Mythomania merupakan kebiasaan buruk yang benar-benar diluar kendali dan secara tidak langsung merugikan banyak pihak. Kenyataan penyakit ini belum ada obat nya sehingga gangguan psikologis tersebut perlu ditangani secara terapi komunikasi dan mengatur kebiasaannya dalam kehidupan dan bersosialisi dengan lingkungan sekitarnya. Untuk menentukan ada tidaknya kondisi mythomania pada seseorang adalah dengan mendekatkan diri dengan keadaan pribadinya.

Kondisi kehidupan yang berkebalikan dengan pernyataan dan informasi yang keluar dari mulutnya perlu disinkronisasikan sehingga mereka dapat memahami apa arti kebenaran yang sebaiknya diucapkan. 

Kebohongan yang ditanam terlalu lama dan sifat melebih-lebihan masalah tentu merugikan pihak orang lain dan diri mereka sendiri. Merasakan kenyataan tidak merampas hidup mereka sehingga dengan menceritakan apa adanya bahkan lebih baik daripada kerap membohongi keadaan hanya untuk mendapatkan simpatik orang lain.

Kerjasama antara pasien dan psikiater atau dokter kejiawaan memberikan terapi yang lebih baik sehingga dapat mengurahi kebiasaan buruk seseorang dan mengembalikan dunia nyata yang telah lama ditutupin dalam kehidupan penderita mythomania. 

Pada penderita yang sudah berhubungan atau berkeluarga, peran serta pasangan seperti istri atau pacar memberikan efek positif karena relasi yang kuat memperbaiki kepribadian satu sama lain sehingga secara perlahan kondisi ini tidak akan lagi menetap dan tidak menjadi kebiasaan dari hidupnya. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit