Myonal: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit

Myonal adalah obat relaksan dan antispamodik untuk mengatasi kekakuan atau spasme otot skeletal (otot gerak) dan otot polos pembuluh darah yang dapat menyebabkan berbagai kondisi kesehatan, seperti nyeri otot, kaku pada leher, hingga cerebral palsy. Dengan bahan aktif berupa Eperisone, Myonal dapat membantu merelaksasi ketegangan otot dan melancarkan sirkulasi darah.

Myonal sendiri tergolong dalam jenis obat keras yang dikonsumsi harus dengan resep dokter, karena itu tidak boleh sembarangan dikonsumsi.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Mengenai Myonal

Golongan

Obat resep

Kemasan

Myonal tablet 50 mg

Kandungan

Myonal mengandung zat aktif: Eperisone HCl 50 mg

Manfaat Myonal

Myonal digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi yang disebabkan oleh kekakuan pada otot-otot skeletal dan otot halus pembuluh darah. Beberapa kondisi tersebut di antaranya:

  • Relaksan otot. Untuk perbaikan gejala kejang otot (miotonik) seperti pada sindrom serviks, periartritis bahu, dan lumbago
  • Lumpuh kejang yang disebabkan oleh penyakit berikut: Gangguan serebrovaskular, kelumpuhan tulang belakang, spondylosis servikal, sekuel atau gejala sisa pascra trauma (cedera tulang belakang dan kepala), gangguan vaskular tulang belakang dan ensefalomielopati lainnya

Mekanisme Kerja

Cara kerja obat Myonal dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa eperisone HCl. Obat ini merupakan jenis senyawa antispasmodik yang berfungsi melemaskan otot-otot skletal (otot yang digunakan untuk bergerak) serta otot vasuklar (otot polos pembuluh darah).

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Eperisone HCl juga menunjukkan beberapa fungsi, seperti:

  • Mengurangi myotonia atau kelainan otot yang menyebabkan otot terlalu lama tegang dan sulit kembali relaks
  • Meningkatkan sirkulasi serta menekan refleks nyeri pada otot
  • Meredakan masalah pada otot seperti, kaku, tegang dan rasa sakit di otot

Dibandingkan dengan obat antispasmodik lainnya, Myonal diketahui lebih sedikit menyebabkan kantuk sehingga lebih aman dikonsumsi untuk mereka yang ingin tetap terjaga. Selain itu, obat ini juga tidak mengurangi kekuatan otot sehingga kerap digunakan untuk terapi awal rehabilitasi otot gerak.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap eperisone HCl serta ibu menyusui tidak boleh mengonsumsi obat ini.

Efek Samping Myonal

Myonal umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, tetap ada efek samping yang juga perlu diperhatikan. Efek samping Myonal meliputi:

  • Efek samping yang umum terjadi adalah rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, termasuk juga muncul rasa lemah, pusing, insomnia, kantuk, mati rasa ataupun gemetar
  • Efek samping yang lebih parah dapat berupa gangguan fungsi hati dan ginjal, gangguan kencing, dan anemia
  • Efek samping fatal dapat berupa shock anafilaktik seperti ruam kulit, edema pada wajah, dyspnoea, serta kesulitan bernapas. Jika hal ini terjadi segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter

Efek Overdosis Myonal

Belum ada data yang menunjukkan efek overdosis penggunaan Myonal. Namun penggunaan dalam dosis tinggi dan rentang waktu yang lama tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan efek overdosis. Gejalanya dapat berupa nyeri perut parah, pendarahan saluran cerna (darah di feses), kelemahan otot, hingga kesulitan bernapas yang dapat berujung kematian. Jika gejala-gejala ini terjadi segera bawa penderita ke unit gawat darurat sesegera mungkin.

Dosis Myonal

Myonal tersedia dalam sediaan tablet salut gula dengan kekuatan dosis per tabletnya mengandung 50 mg Eperisone HCl. Pemberian dosis yang tepat akan disesuaikan dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan faktor lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Adapun dosis yang lazim digunakan untuk mengatasi kejang otot adalah sebagai berikut:

  • Dosis dewasa: 3 kali sehari 1 tablet (50 mg). Dosis dapat disesuaikan dengan keparahan kondisi atau respon pasien terhadap obat.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakan  obat Myonal setelah makan atau bersamaan dengan makanan
  • Konsumsi Myonal dengan menelan obat secara utuh dan jangan dikunyah
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsi
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Myonal pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat

Interaksi Obat Myonal

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan bahan aktif Myonal, di antaranya:

  • Alfuzosin, karena dapat meningkatkan aktivitas hipotensi eperisone HCl
  • Amobarbital, karena dapat meningkatkan metabolisme eperisone HCl
  • Amorolfin, Arthemeter, Amphotericin B, karena dapat meningkatkan potensi efek samping Myonal
  • Methocarbamol dan Tolperison HCl , karena penggunaan bersamaan dengan obat ini berisiko menyebabkan gangguan okular berupa kesulitan penentuan fokus mata

Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Myonal, harap perhatikan hal-hal di bawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap bahan aktif obat ini
  • Sebaiknya tidak diberikan pada ibu hamil, anak-anak, serta penderita gangguan fungsi ginjal
  • Hindari berkendara atau menjalankan alat berat yang menuntut konsentrasi tinggi karena obat ini dapat menyebabkan kantuk

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Myonal untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Myonal berupa eperisone HCl belum diketahui keamanannya untuk ibu hamil. Oleh karena itu, penggunaan Myonal untuk ibu hamil hanya jika manfaatnya dirasa lebih baik dibanding risiko yang mungkin ditimbulkan. Lebih lanjut, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
  • Eperisone HCl dalam Myonal belum diketahui secara pasti apakah dapat terekskresi ke dalam ASI atau tidak. Namun dari hasil penelitian, zat tersebut dapat masuk ke dalam susu hewan coba (tikus). Oleh karena itu, penggunaannya selama menyusui sebaiknya dihindari.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Cabitza, P. Randelli P. (2008). Efficacy and safety of eperisone in patients in low back pain: a double blind randomized study. Eur Rev Med Pharmacol Sci, 12(4), pp. 229-35. Hur, et al. (2012). Oral Muscle Relaxant May Induce Immediate Allergic Reactions. YMJ, 53(4), pp. 863-865. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18727454)
Eperisone: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution. MIMS.com Indonesia. (https://www.mims.com/indonesia/drug/info/eperisone?mtype=generic)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app