Pertolongan Pertama Saat Kejang

Dipublish tanggal: Feb 15, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Pertolongan Pertama Saat Kejang

Pertolongan Pertama Saat Kejang

Apabila seseorang di sekitar Anda tiba-tiba mengalami kejang, lakukan langkah-langkah sederhana berikut untuk menolong orang tersebut:

1. Membantu orang yang sedang kejang untuk menjadi tenang. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan orang tersebut tidak akan melukai dirinya sendiri. 

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

2. Jangan masukkan benda apapun ke mulut orang yang sedang kejang. Gigitan pada lidah akibat kejang masih bisa diobati, namun jalur pernapasan yang terhalang dapat membahayakan nyawa orang tersebut.

3. Singkirkan perabotan atau benda-benda yang dapat mencelakai atau melukai orang yang sedang kejang.

4. Miringkan tubuh dan berikan alas pada kepala orang yang sedang kejang. Apabila orang tersebut memakai pakaian berkerah atau dasi, longgarkan bagian pakaian yang ketat di sekitar lehernya untuk memperlancar pernapasannya.

5. Saat kejang berhenti, temani orang tersebut dan ajak mereka berbicara dengan rileks sampai mereka benar-benar pulih. Jangan berikan minuman pada orang tersebut.

Kapan Harus Memanggil Bantuan Medis?

Segera panggil bantuan medis apabila terjadi hal-hal berikut:

1. Kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau berulang-ulang.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

2. Kembali mengalami kejang seketika kejang awal telah berhenti.

3. Orang tersebut tidak sadarkan diri setelah kejang berhenti. 

4. Terjadi kondisi lain selain kejang (seperti serangan jantung).

Tuliskan apa saja yang terjadi selama kejang, bagaimana kondisi orang yang mengalami kejang tersebut setelah guncangan berakhir, serta lama terjadinya kejang untuk membantu diagnosis dokter. 

Pencegahan Terjadinya Kejang

Terdapat beberapa cara untuk mencegah terjadinya kejang pada seseorang, namun hal ini tidak bisa menjamin bahwa kejang tidak akan terjadi. Seseorang tetap mungkin mengalami kejang setelah mengikuti rekomendasi dari dokter. Berikut beberapa tips mencegah terjadinya kejang:

1. Konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat anti kejang, termasuk obat yang dijual di pasaran atau suplemen karena dikhawatirkan terdapat interaksi obat.

2. Obat antikonvulsan dapat membantu mengurangi terjadinya kejang. Obat ini harus diresepkan oleh dokter dan tidak boleh sembarangan dikonsumsi. Minum obat sesuai dengan anjuran dokter dan jangan mendadak berhenti minum atau mengubah dosis tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

3. Hindari konsumsi alkohol karena dapat berinteraksi dengan obat antikonvulsan dan mengurangi efektivitas obat.

4. Hindari faktor pemicu terjadinya kejang seperti dari makanan, obat-obatan, stres, kurang tidur, dehidrasi, atau sensitivitas terhadap cahaya.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Seizure First Aid: Signs, What Can Be Done. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/first_aid_for_seizures/article.htm)
Seizure First Aid - Epilepsy. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/epilepsy/about/first-aid.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app