Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Mimisan : Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: NOV 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 805.709 orang

Mimisan atau epistaksis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan keluarnya darah dari hidung. Mimisan juga sering membuat seseorang panik, tetapi mimisan biasanya jarang menunjukkan masalah medis yang serius.

Terdapat banyak pembuluh darah pada dinding rongga hidung. Pembuluh-pembuluh darah tersebut biasanya sangat rapuh dan mudah berdarah. Mimisan umum terjadi pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia antara 3 hingga 10 tahun.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Ada dua jenis mimisan.

  • Mimisan anterior terjadi ketika pembuluh darah pada rongga hidung bagian depan pecah atau terluka.
  • Mimisan posterior yang terjadi akibat masalah pada pembuluh darah bagian belakang atau bagian terdalam hidung. Saat seseorang mengalami mimisan posterior, darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan, sehingga mimisan posterior bisa berbahaya.

Apa penyebab terjadinya Mimisan?

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mimisan. Biasanya mimisan adalah suatu kondisi medis yang tidak berbahaya. Namun jika Anda sering mengalami mimisan, kemungkinan Anda memiliki masalah kesehatan yang lebih serius.

Udara kering adalah penyebab mimisan yang paling umum. Jika Anda tinggal di lingkungan dengan udara yang kering atau menggunakan pemanas ruangan sepanjang hari setiap hari, lubang hidung akan menjadi kering. 

Kekeringan ini dapat menyebabkan munculnya kerak di dalam rongga hidung. Kerak bisa terasa gatal atau teriritasi yang dapat menyebabkan seseorang mengorek-ngorek hidung dan memicu perdarahan.

Menggunakan obat antihistamin dan dekongestan untuk mengatasi alergi, pilek, atau masalah sinus juga dapat membuat selaput hidung menjadi kering dan menyebabkan mimisan.

Selain penyebab utama seperti di atas, Penyebab lain yang dapat menyebabkan terjadinya mimisan adalah:

  • benda asing yang tersangkut di hidung
  • iritasi zat kimia
  • reaksi alergi
  • cedera pada hidung
  • bersin berulang
  • udara dingin
  • infeksi saluran pernapasan atas
  • menggunakan obat aspirin dengan dosis besar
  • menderita tekanan darah tinggi
  • mengalami gangguan pendarahan
  • menderita gangguan pembekuan darah
  • kanker

Sebagian besar mimisan tidak membutuhkan perhatian medis. Namun, Anda harus mencari perhatian medis segera, jika mimisan Anda berlangsung lebih dari 20 menit, atau jika mimisan terjadi setelah mengalami cedera

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Mimisan yang terjadi setelah cedera dapat mengindikasikan patah tulang hidung, patah tulang tengkorak, atau pendarahan internal.

Bagaimana cara Mencegah terjadinya Mimisan?

Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya mimisan, diantaranya :

  • Gunakan pelembab udara di rumah untuk menjaga kelembapan udara.
  • Hindari mengorek-ngorek hidung.
  • Batasi asupan aspirin, yang dapat mengencerkan darah dan berkontribusi pada mimisan. Diskusikan hal ini dengan dokter terlebih dahulu karena manfaat mengkonsumsi aspirin mungkin lebih besar daripada risikonya.
  • Batasi penggunaan obat antihistamin dan dekongestan dalam jumlah sedang. Karena penggunaan obat ini bisa membuat rongga hidung kering.
  • Gunakan semprotan saline atau gel untuk menjaga kelembapan saluran hidung.

Bagaimana penanganan mimisan yang tepat?

Diagnosa

Anda perlu memeriksakan diri Anda ke dokter jika Anda mengalami mimisan yang tidak berhenti lebih dari 10 menit atau mengalami mimisan berulang. Dokter akan melakukan pemeriksaan medis secara lengkap untuk mengetahui penyebab mendasar yang dapat menyebabkan terjadinya mimisan.

Selain melakukan pemeriksaan rongga hidung dan menanyakan riwayat kesehatan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang yang meliputi :

  • Pemeriksaan darah lengkap (CBC), yang bertujuan untuk memeriksa jika terdapat gangguan darah.
  • Partial Thromboplastin Time (PTT) dan APTT, yang merupakan pemeriksaan untuk melihat apakah faktor pembekuan darah berfungsi sebagaimana mestinya.
  • endoskopi hidung
  • CT scan untuk memeriksa jika mimisan disebabkan oleh tumor.

Pengobatan Mimisan

Perawatan untuk mimisan akan bervariasi tergantung pada jenis dan penyebab mimisan.

Mimisan Anterior

Pengobatan untuk mimisan anterior dapat dilakukan dengan cara :

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Melakukan penekanan pada hidung selama 10 menit untuk menghentikan pendarahan
  • Ligasi, kauterisasi atau pemotongan pembuluh darah yang menyebabkan pendarahan
  • Memasang tampon vaselin pada hidung

Mimisan posterior

Mimisan posterior tidak bisa dirawat di rumah. Segera pergi ke unit gawat darurat (UGD) jika mimisan tampak berasal dari rongga hidung bagian belakang atau mimisan tidak kunjung berhenti selama lebih dari 10 menit. 

Pengobatan mimisan posterior dapat dilakukan dengan ligasi pembuluh darah atau pemasangan tampon posterior.

Pada kasus-kasus perdarahan akibat penyakit genetik seperti hemofilia, perawatan mimisan membutuhkan perhatian khusus oleh dokter spesialis penyakit dalam yang ahli di bidang hematologi. 

Mimisan pada seseorang yang menderita hemofilia dapat berakibat fatal jika tidak ditangani secara adekuat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit