Mesin Cuci Kotor Ternyata Bisa Menjadi Sarang Bakteri

Secara umum bakteri yang berkembang biak di dalam mesin cuci berasal dari tubuh manusia yang menggunakan baju dan dicuci menggunakan mesin cuci yang bersangkutan. Beberapa bakteri yang dapat ditemukan di mesin cuci meliputi :
Dipublish tanggal: Agu 25, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 20, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mesin Cuci Kotor Ternyata Bisa Menjadi Sarang Bakteri

Tahukah Anda bahwa rata-rata rumah tangga mencuci sekitar 25 kg cucian per minggu? Itu berarti lebih dari 6.000 lembar pakaian dalam setahun. Mesin cuci yang ada di rumah Anda, bekerja keras membersihkan pakaian dari kotoran dan kuman setiap harinya. 

Tetapi apakah Anda pernah memikirkan apa yang terjadi pada kotoran itu? kemana kotoran dan kuman tersebut pergi?

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Menurut ahli mikrobiologi asal Kanada, semua kotoran yang berasal dari baju kotor dapat menumpuk di mesin cuci dan kembali menempel pada pakaian Anda, sehingga mempengaruhi kualitas pakaian dan masa pakai mesin cuci Anda.

Faktanya selain bakteri organisme lain seperti jamur, dan apapun yang berpotensi tumbuh di lingkungan seperti lembab dan basah dapat berkembang biak di dalam mesin cuci dan menyebabkan baju yang dicuci menjadi bau dan dapat merusak mesin cuci.

Semua orang berpikir, saat mencuci pakaian dengan mesin cuci, mereka secara bersamaan mencuci mesin cuci itu juga. Tetapi pada kenyataanya hal ini adalah hal yang keliru. 

Di masa lalu, biasanya seseorang akan mencuci menggunakan air panas. Air dengan suhu lebih dari 70 derajat Celcius, dapat membunuh hampir semua bakteri yang menempel pada pakaian.

Selain menggunakan air panas untuk mencuci, di masa lalu, mungkin Anda akan menggunakan pemutih, dan tentu saja pemutih adalah cara zat kimia yang dapat digunakan untuk membunuh bakteri, kuman atau jamur yang dapat berkembang biak pada pakaian. 

Jika Anda menggunakan pemutih,  pakaian Anda akan harum dengan kesegaran yang akan tahan lama, dan Anda tidak perlu khawatir tentang bakteri yang menumpuk di mesin cuci.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Tetapi saat ini penggunaan air panas sudah sangat jarang digunakan, sehingga membuat mesin cuci sebagai lingkungan yang ideal untuk bakteri dan kuman tumbuh dan berkembang biak. Sehingga menyebabkan pakaian menjadi cepat rusak dan menyebabkan bau yang tidak sedap.

Bakteri apa saja yang dapat berkembang di mesin cuci berasal?

Secara umum bakteri yang berkembang biak di dalam mesin cuci berasal dari tubuh manusia yang menggunakan baju dan dicuci menggunakan mesin cuci yang bersangkutan. Beberapa bakteri yang dapat ditemukan di mesin cuci meliputi :

1. Staphylococcus aureus

Pada sebagian besar waktu, bakteri yang terdapat di dalam mesin cuci adalah bakteri Staphylococcus aureus yang juga terdapat pada kulit manusia, yang pada keadaan normal tidak menyebabkan masalah apapun. 

Namun, Staphylococcus aureus (juga dikenal sebagai Staph) memiliki potensi untuk hidup di mesin cuci, serta bagian lain dari rumah. 

Bakteri ini dapat berpotensi menyebabkan berbagai macam penyakit seperti impetigo (infeksi kulit akibat bakteri yang menular), munculnya jenis ruam lainnya hingga penyakit sistemik seperti peradangan tenggorokan dan demam.

2. E. Coli

Selain bakteri yang berasal dari kulit seperti staph, beberapa bakteri yang berasal dari feses seperti E.coli juga mungkin dapat berkembang biak di dalam mesin cuci Anda. Biasanya bakteri ini berasal dari pakaian bayi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Oleh karena itu dibutuhkan perawatan ekstra untuk membersihkan pakaian bayi dan mencucinya secara terpisah terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke dalam mesin cuci Anda.

Apakah bakteri yang terdapat di dalam mesin cuci dapat menyebabkan penyakit?

Jawabannya adalah iya dan tidak. 

Bakteri dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan jika bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh Anda. Mungkin Anda dapat terinfeksi dari bakteri yang berkembang biak di dalam mesin cuci dengan meminum air langsung dari mesin cuci, yang mana tidak mungkin akan Anda lakukan. 

Namun walaupun demikian, bakteri yang berasal dari mesin cuci dapat menempel kembali ke pakaian Anda dan menyebabkan munculnya ruam kulit hingga menyebabkan timbulnya bau badan.

Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi akumulasi bakteri di dalam mesin cuci?

Jika Anda memiliki mesin cuci di rumah, Anda perlu membersihkan mesin cuci setidaknya satu bulan satu kali. Anda dapat membersihkan mesin cuci Anda dengan menjalankan mesin cuci yang telah diisi dengan campuran air panas dan pemutih (tanpa memasukan pakaian). 

Anda ingin memastikan Anda menyingkirkan kuman apa pun yang tumbuh di sana dan membuat mesin cuci Anda lebih aman untuk digunakan.

1 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Washing Machine Can Be a Home for Bacteria. Healthline. (https://www.healthline.com/health-news/are-bacteria-hiding-in-your-washing-machine)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app