Meningkatkan Konsentrasi dengan Memilih Panganan

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Meningkatkan Konsentrasi dengan Memilih Panganan

Memilih asupan nutrisi dibutuhkan pertimbangan dan ketelitian. Mana yang membawa kebaikan mana yang hanya membawa kenikmatan sesaat. Berselangnya waktu membuat daya kerja instrument tubuh mulai menurun. Penurunan fungsi otak sebagai penyimpan memori sering menjadi efek lanjutnya usia.

Beberapa Makanan yang Dapat Meningkatkan Konsentrasi

Kabar baik bagi anda yang sulit berkonsentrasi, berikut beberapa bahan panganan yang dapat membantu kinerja otak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

1. Kafein

Tak ada obat ajaib yang bisa meningkatkan kepandaian, tetapi zat tertentu semisal kafein dapat memberi energi lebih pada otak sehingga meningkatkan daya konsentrasi.  Kafein bisa kita jumpai di minuman kopi, cokelat, juga minuman-minuman energi. Namun bila dikonsumsi jangka panjang bisa menimbulkan rasa gelisah.

2. Gula

Kandungan glukosa pada gula adalah bahan bakar otak. Efek dari mengonsumsi sesuatu yang manis memberikan peningkatan daya ingat, proses berpikir dan kemampuan mental. Namun bila dikonsumsi berlebihan, dikhawatirkan memicu diabetes.

3. Sarapan sehat

Berdasarkan penelitian, orang yang tidak melewatkan kebiasaan sarapan cenderung memiliki daya ingat berjangka panjang dan lebih mudah menerima informasi. Memasukan menu berkandungan susu, gandum dan buah untuk sarapan dipercaya membawa kebaikan bagi tubuh. Hindari sarapan tinggi kalori, dikhawatirkan justru akan menghambat konsentrasi.

4. Ikan

Ikan adalah sumber protein yang kaya omega 3 dan asam lemak. Zat-zat yang terkandung pada ikan dipercaya dapat meningkatkan fungsi kerja otak, serta mengurangi resiko terkena stroke. Untuk kesehatan otak dan jantung, makanlah dua porsi ikan setiap minggu.

5. Kacang-kacangan dan cokelat

Kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber pangan yang mengandung vitamin E dan antioksidan.

6. Alpukat dan Gandum

Mengonsumsi alpukat dan gandum dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Hal ini akan mengurangi resiko penyumbatan darah pada jantung. Masih banyak orang salah persepsi tentang lemak alpukat. Alpukat memang tinggi lemak, tapi tergolong lemak  tak jenuh. Gandum dan biji-bijian merupakan sumber makanan berserat dan mengandung vitamin E.

7. Blueberry

Blueberry membantu melindungi otak dari stress dan dapat gejala lanjut usia seperti pikun maupun kerutan pada kulit.

Saat kita menerapkan diet dalam pola makan, laiknya penuh dengan pertimbangan. Makan terlalu banyak atau makan terlalu sedikit dapat mengganggu kemampuan otak untuk berkonsentrasi. Multivitamin yang beredar di pasaran pun tidak semuanya berfungsi sesuai kebutuhan masing-masing orang.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
10 Foods That Boost Concentration. Health.com. (https://www.health.com/food/10-foods-that-boost-concentration)
Foods linked to better brainpower . Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/foods-linked-to-better-brainpower)
Food for Concentration: 11 Foods That Boost Memory & Help You Focus. WebMD. (https://www.webmd.com/add-adhd/ss/slideshow-brain-foods-that-help-you-concentrate)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app