Gejala Kanker Usus Beserta Cara Pengobatan dan Pencegahan

Dipublish tanggal: Jun 12, 2019 Update terakhir: Mei 11, 2021 Tinjau pada Jun 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Gejala Kanker Usus Beserta Cara Pengobatan dan Pencegahan

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Penyakit kanker usus seringkali tidak disadari karena tidak ada gejala kanker usus yang jelas dirasakan sehingga penanganannya seringkali terlambat
  • Penyebab kanker usus yang paling banyak terjadi biasanya disebabkan oleh adanya tumor jinak yang disebut polip adenomatosa pada dinding dalam usus
  • Memiliki faktor genetik, berusia di atas 50 tahun, memiliki kebiasaan merokok, hingga penderita diabetes dan obesitas berisiko tinggi menderita kanker usus 
  • Ada beberapa metode pengobatan kanker usus yang biasa digunakan, di antaranya operasi, kemoterapi, radioterapi, immunoterapi, dan kolostomi
  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur serta membatasi konsumsi daging merah dan asupan lemak jenuh bisa menjadi salah satu cara mencegah kanker usus
  • Klik untuk memesan paket medical check up dengan harga bersahabat dan dokter berpengalaman melalui HDmall

Penyakit kanker usus seringkali tidak disadari oleh penderitanya sehingga penanganannya seringkali terlambat. Kondisi ini biasanya dikarenakan gejala kanker usus agak sulit terdeteksi jika tanpa pemeriksaan kesehatan secara mendalam. Padahal kanker usus merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang cukup umum terjadi.

Mengetahui tanda gejala kanker usus

Salah satu penyebab kanker usus yang paling umum terjadi disebabkan oleh adanya tumor jinak yang disebut polip adenomatosa. Tumor tersebut terbentuk pada dinding bagian dalam usus yang dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui sistem darah dan getah bening.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Penyakit kanker usus biasanya diawali tanpa gejala sehingga diperlukan pendeteksian lebih awal terutama bagi mereka yang memiliki risiko yang lebih tinggi, di antaranya:

  • Faktor genetik
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Perokok aktif maupun pasif
  • Penderita diabetes atau obesitas 

Selain itu, orang yang memiliki gaya hidup kurang baik, misalnya memiliki kebiasaan pola makan daging merah dan daging olahan yang tinggi serta kurangnya konsumsi sayur dan buah juga berpotensi menjadi penyebab kanker usus.

Namun, gejala kanker usus yang umum dirasakan biasanya akan menimbulkan sejumlah masalah pencernaan, seperti:

  • Buang air besar berdarah
  • Sering mengalami diare atau sembelit secara bergantian
  • Sakit perut berulang
  • Mudah lelah
  • Berat badan menurun
  • Wajah tampak pucat
  • Timbulnya benjolan di perut 

Berdasarkan sejumlah tanda atau gejala kanker usus di atas, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara mendalam melalui beberapa cara, seperti kolonoskopi dan biopsi. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan dan menentukan metode pengobatan kanker usus secara tepat, baik melalui kemoterapi, terapi radiasi, pembedahan, immunoterapi, maupun kolostomi.

Kondisi kanker usus yang memburuk dapat menyebabkan tubuh menjadi sangat kurus dan ini dapat menandakan bahwa sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh. Hal tersebut dapat terjadi akibat tidak adanya penyerapan makanan oleh tubuh, melainkan diserap oleh sel kanker sehingga membuat pertumbuhan sel kanker semakin cepat berkembang.

Baca juga: 6 Penyakit yang Dapat Ditangani Dokter Spesialis Gastroenterologi

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

3 Metode pengobatan kanker usus

1. Operasi atau pembedahan

Metode pengobatan kanker usus yang umum dilakukan adalah dengan tindakan operasi atau pembedahan, di mana bagian usus besar yang mengandung kanker akan dipotong dan diangkat, lalu disambungkan kembali kedua ujungnya. Walau usus akan menjadi lebih pendek tetapi diharapkan usus tetap dapat berfungsi dengan baik. Tindakan operasi ini hanya akan dilakukan jika sel kanker belum menyebar ke jaringan tubuh lainnya.

2. Kemoterapi

Kemoterapi dalam metode pengobatan kanker usus dilakukan dengan menggunakan bahan kimia dan pemberian obat-obatan tertentu seperti oxaliplatin dan irinotecan yang bertujuan untuk menghentikan dan membunuh pertumbuhan sel kanker. 

Kemoterapi biasanya dilakukan sebelum tindakan operasi dengan tujuan mengurangi ukuran tumor agar lebih mudah diangkat ketika operasi atau kemoterapi juga akan dilakukan jika sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh akibat penggunaan obat yang sudah tidak berhasil.

Baca juga: Mengenal Cara Kerja Kemoterapi dalam Pengobatan Kanker

3. Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi juga dapat dilakukan untuk mengobati kanker usus. Tujuannya untuk merusak dan membunuh sel kanker dengan memfokuskan sinar gamma berdaya tinggi yang mampu memperkecil tumor atau menghancurkan sel-sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan bersamaan dengan pengobatan kanker lainnya.

Selain 3 metode pengobatan di atas, beberapa cara pengobatan kanker usus lainnya juga dapat digunakan, yaitu metode immunoterapi dan kolostomi. Perlu diketahui juga, walaupun seseorang sudah dinyatakan sembuh dari penyakit kanker usus, tetapi masih ada kemungkinan risiko kanker usus dapat kembali terjadi. Oleh karenanya, terapkan pola hidup sehat dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Mencegah kanker usus dengan pola hidup sehat

Dalam mencegah penyakit kanker usus besar, Anda dapat menerapkan pola hidup sehat melalui diet tinggi serat dan rendah lemak yang dapat membantu menurunkan risiko kanker usus. Hal ini dapat Anda lakukan dengan mencukupi kebutuhan buah dan sayur serta membatasi konsumsi daging merah dan asupan lemak jenuh. 

Memiliki kebiasaan olahraga secara teratur setiap hari, menjaga berat badan ideal, menghentikan kebiasaan merokok, dan membatasi konsumsi alkohol juga dianggap dapat membantu menurunkan risiko penyakit kanker usus. 

Baca juga: Mengulas Lengkap Fungsi dan Anatomi Sistem Pencernaan Manusia

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Colorectal Cancer—Patient Version - National Cancer Institute. National Cancer Institute. (Accessed via: https://www.cancer.gov/types/colorectal)
What is Colorectal Cancer?. Colorectal Cancer Alliance. (Accessed via: https://www.ccalliance.org/colorectal-cancer-information/what-is-colorectal-cancer)
Colorectal Cancer, Colon, or Rectum Cancer Center: Symptoms, Causes, Tests, and Treatments. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/colorectal-cancer/default.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app