Mengenal Tanda dan Cara Mencegah Kanker Usus

Dipublish tanggal: Jun 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 21, 2019 Waktu baca: 2 menit
Mengenal Tanda dan Cara Mencegah Kanker Usus

Berita duka cita datang dari Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jend (Purn) George Toisutta yang berpulang pada Rabu (12/6/2019) akibat sakit kanker usus yang dideritanya. Sempat beredar pula foto almarhum ketika dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta yang tampak sangat kurus.

Mengetahui tanda gejala kanker usus

Sebagian besar kanker usus terjadi akibat adanya tumor jinak yang disebut polip adenomatosa yang terbentuk pada dinding bagian dalam usus yang dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui sistem darah dan getah bening.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Penyakit kanker usus biasanya diawali tanpa gejala sehingga diperlukan pendeteksian lebih awal terutama bagi mereka yang memiliki risiko yang lebih tinggi, di antaranya memiliki faktor genetik, berusia di atas 50 tahun, perokok aktif maupun pasif, penderita diabetes, obesitas, dan mereka yang memiliki gaya hidup buruk seperti kebiasaan pola makan daging merah dan daging olahan yang tinggi serta kurangnya konsumsi sayur dan buah.

Tetapi gejala umum yang mungkin akan dirasakan biasanya seputar masalah pencernaan seperti buang air besar berdarah, sering mengalami diare atau sembelit secara bergantian, sakit perut terus menerus, mudah lelah, berat badan turun, serta wajah tampak pucat. Selain itu, timbulnya benjolan di perut dapat menjadi tanda kemungkinan adanya kanker pada usus.

Melalui gejala di atas, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan melalui kolonoskopi dan biopsi untuk memastikan dan menentukan metode pengobatan yang tepat, baik melalui kemoterapi, terapi radiasi, pembedahan, immunoterapi, maupun kolostomi.

Kondisi kanker yang memburuk dapat menyebabkan tubuh menjadi sangat kurus dan ini dapat menandakan bahwa sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh. Hal tersebut dapat terjadi akibat tidak adanya penyerapan makanan oleh tubuh, melainkan diserap oleh sel kanker sehingga membuat pertumbuhan sel kanker semakin cepat.

Metode pengobatan kanker usus

Operasi atau pembedahan

Di mana bagian usus yang mengandung kanker akan dipotong dan diangkat, lalu disambungkan kembali kedua ujungnya. Walaupun usus menjadi lebih pendek tetapi diharapkan usus tetap dapat berfungsi dengan baik. Operasi hanya akan berguna jika sel kanker belum menyebar.

Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan bahan kimia yang bertujuan untuk menghentikan  dan membunuh pertumbuhan sel kanker. Kemoterapi biasanya digunakan sebelum dilakukannya operasi untuk mengurangi ukuran tumor agar lebih mudah diangkat ketika operasi dan juga digunakan setelah sel kanker menyebar ke seluruh tubuh akibat penggunaan obat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Terapi radiasi

Terapi radiasi bertujuan untuk merusak dan membunuh sel kanker dengan memfokuskan sinar gamma berdaya tinggi yang mampu memperkecil tumor atau menghancurkan sel-sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan bersamaan dengan pengobatan kanker lainnya.

Selain itu, pengobatan lain kanker usus dapat menggunakan metode immunoterapi dan kolostomi.

Mencegah kanker usus dengan pola hidup sehat

Dalam mencegah kanker usus, Anda dapat menerapkan pola hidup sehat dengan diet tinggi serat dan rendah lemak yang dapat membantu menurunkan risiko kanker usus. Hal ini dapat Anda lakukan dengan mencukupi kebutuhan buah dan sayur serta membatasi konsumsi daging merah dan asupan lemak jenuh. Ditambah pula dengan olahraga secara teratur setiap hari, menjaga berat badan, dan membatasi konsumsi alkohol.

Kanker usus pun dapat menyerang para perokok, baik aktif maupun pasif sehingga disarankan untuk segera menghentikan kebiasaan merokok dan hindari paparan asap rokok di sekitar Anda.

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Colorectal Cancer—Patient Version - National Cancer Institute. National Cancer Institute. (Accessed via: https://www.cancer.gov/types/colorectal)
What is Colorectal Cancer?. Colorectal Cancer Alliance. (Accessed via: https://www.ccalliance.org/colorectal-cancer-information/what-is-colorectal-cancer)
Colorectal Cancer, Colon, or Rectum Cancer Center: Symptoms, Causes, Tests, and Treatments. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/colorectal-cancer/default.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app