Mencegah Terjadinya Hipotermia

Dipublish tanggal: Apr 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Agu 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Mencegah Terjadinya Hipotermia

Apakah Hipotermia?

Hipotermia adalah keadaan darurat medis yang terjadi ketika tubuh Anda kehilangan panas lebih cepat daripada tubuh bisa menghasilkan panas sehingga menyebabkan suhu tubuh sangat rendah. Suhu tubuh normal adalah sekitar 37C. Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh Anda turun di bawah 35C.

Ketika suhu tubuh Anda turun, jantung, sistem saraf, dan organ lainnya tidak dapat bekerja secara normal. Jika tidak diobati, hipotermia pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan jantung, sistem pernapasan bahkan kematian.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Beberapa kelompok orang rentan mengalami hipotermia termasuk bayi dan anak-anak, orang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan pengguna narkoba.

Saat Anda mengalami hipotermia, gejala pertama yang Anda temukan adalah menggigil. Menggigil terjadi ketika suhu tubuh mulai turun, karena menggigil adalah pertahanan otomatis tubuh Anda terhadap suhu dingin. Menggigil adalah upaya untuk menghangatkan diri.

Tanda dan Gejala Hipotermia

Tanda dan gejala hipotermia lainnya meliputi:

  • Bicara cadel atau bergumam
  • Napas lambat dan dangkal
  • Denyut nadi lemah
  • Gangguan koordinasi
  • Mengantuk atau lemas
  • Kebingungan
  • Hilang kesadaran
  • Kulit berwarna merah cerah pada bayi

Seseorang yang mengalami hipotermia biasanya tidak menyadari jika mereka menderita kondisi tersebut, karena gejalanya sering dimulai secara bertahap.

Apa Penyebab Terjadinya Hipotermia?

Hipotermia terjadi ketika tubuh Anda kehilangan panas lebih cepat daripada yang dihasilkannya. Penyebab hipotermia yang paling umum adalah paparan kondisi cuaca dingin atau air dingin.

Penyebab lain yang dapat menyebabkan hipotermia termasuk gangguan metabolisme yang menyebabkan tingkat metabolisme basal yang lebih rendah. Gangguan ini menyebabkan tubuh menghasilkan lebih sedikit panas secara internal.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Paparan toksin/racun dan disfungsi kelenjar tiroid, dan adrenal hipofisis juga bisa menjadi penyebab yang mendasari terjadinya hipotermia.

  • Kondisi spesifik yang dapat menyebabkan hipotermia meliputi:
  • Tidak menggunakan pakaian yang sesuai untuk kondisi cuaca tertentu
  • Tinggal terlalu lama dalam cuaca dingin
  • Mengenakan pakaian basah dalam waktu yang relatif lama
  • Jatuh ke air, seperti dalam kecelakaan berperahu
  • Tinggal di rumah yang terlalu dingin, baik karena pemanas yang buruk atau penggunaan AC yang berlebihan.

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Hipotermia?

Untuk mencegah terjadinya hipotermia ada beberapa prinsip mendasar yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

  • Kenakan topi atau penutup pelindung lainnya untuk mencegah panas tubuh keluar dari kepala, wajah, dan leher Anda. Tutupi tangan Anda dengan sarung tangan.
  • Menghindari aktivitas yang akan menyebabkan Anda banyak berkeringat. Kombinasi pakaian basah dan cuaca dingin dapat menyebabkan Anda kehilangan panas tubuh lebih cepat.
  • Tetap kering. Segera ganti pakaian basah sesegera mungkin.
  • Untuk menghindari resiko hipotermia terkait alkohol, jangan minum alkohol jika Anda berada di kondisi dingin

Bagaimana Cara Mengobati Hipotermia?

Segera mencari pertolongan medis untuk siapa saja yang mengalami hipotermia. Namun, sampai bantuan medis tersedia, Anda dapat melakukan pertolongan pertama pada seseorang yang mengalami hipotermia. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan meliputi:

  • Memindahkan orang tersebut dari tempat dingin.
  • Melepas pakaian basah.
  • Memakaikan selimut pada orang yang mengalami hipotermia.
  • Memonitor tanda tanda vital.
  • Menyediakan minuman hangat.
  • Menggunakan kompres hangat dan kering.
  • Jangan menempelkan sumber panas langsung pada kulit untuk mencegah terjadinya cedera.

Perawatan Medis Darurat

Perawatan medis darurat yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipotermia dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:

  • Penghangatan pasif. Untuk seseorang dengan hipotermia ringan, cukup untuk menutupinya dengan selimut yang dipanaskan dan menawarkan cairan hangat untuk diminum.
  • Penghangatan darah. Darah dapat diambil, dihangatkan dan diresirkulasi ke dalam tubuh. Metode ini bertujuan untuk menghangatkan darah dengan menggunakan mesin hemodialisis, yang biasanya digunakan untuk menyaring darah pada orang dengan fungsi ginjal yang buruk. Mesin pengganti jantung juga mungkin perlu digunakan.
  • Menggunakan cairan infus yang hangat. Larutan infus air garam yang hangat dapat dimasukkan ke dalam pembuluh darah untuk membantu menghangatkan darah.
  • Menghangatkan jalan nafas. Penggunaan oksigen yang dilembabkan yang diberikan dengan masker dapat menghangatkan saluran udara dan membantu meningkatkan suhu tubuh.
  • Irigasi. Larutan air asin hangat dapat digunakan untuk menghangatkan area tubuh tertentu, seperti area di sekitar paru-paru (pleura) atau rongga perut (rongga peritoneum). Cairan hangat dimasukkan ke daerah yang terkena dengan kateter.

 

 

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hypothermia: Signs, Symptoms, Causes, and Treatment. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-hypothermia#1)
Preventing and treating hypothermia in severely malnourished children. World Health Organization (WHO). (Accessed via: https://www.who.int/elena/titles/bbc/hypothermia_sam/en/)
Hypothermia Prevention. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (Accessed via: https://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/00001319.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Serba-serbi Kondisi Hipotermia yang Harus Anda Waspadai
Serba-serbi Kondisi Hipotermia yang Harus Anda Waspadai

Hipotermia dapat dialami oleh semua orang. Namun ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya hipotermia yaitu kelelahan, gangguan mental seperti demensia, serta mengonsumsi alkohol, narkoba, atau obat penenang pereda depresi. Selain itu, usia juga dapat merangsang terjadinya hipotermia. Bayi dan lansia lebih berisiko terkena hipotermia dibandingkan remaja dan dewasa.

Buka di app