Risiko Mastektomi terhadap Pengobatan Kanker Payudara

Dipublish tanggal: Jul 25, 2019 Update terakhir: Agu 24, 2021 Waktu baca: 3 menit
Risiko Mastektomi terhadap Pengobatan Kanker Payudara

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Mastektomi bisa dilakukan untuk mencegah kanker payudara serta menekan risiko terkena kanker tersebut.
  • Ada 4 jenis mastektomi, yaitu mastektomi radikal, mastektomi radikal modifikasi, mastektomi parsial, dan mastektomi preventif.
  • Mastektomi dapat dilakukan ketika kanker payudara non-invasif hingga stadium 3, mengalami peradangan kanker payudara, atau kanker payudara sudah pernah sembuh namun muncul kembali.
  • Efek samping mastektomi menyebabkan sakit atau bengkak pada jaringan sekitar dada, luka bekas pada payudara, hingga perubahan bentuk payudara.
  • Dapatkan paket tes darah atau medical check up dengan promo menarik dan dokter berpengalaman melalui HDmall.
  • Gunakan fitur chat untuk berbicara dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak terjadi terutama pada kaum wanita, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor, termasuk faktor gen (keturunan), faktor lingkungan (pola hidup), serta faktor kelainan hormon pada tubuh. 

Gejala yang umumnya terjadi pada penderita kanker payudara adalah munculnya benjolan pada payudara, baik di sisi depan atau samping, yang bersifat keras dan memiliki ukuran yang bervariasi. Selain itu, gejala lain yang mungkin dirasakan adalah  terdapat bercak merah dan keluarnya darah dari puting susu, ataupun rasa nyeri pada payudara.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Pemeriksaan atau diagnosis kanker payudara juga dilakukan melalui beberapa cara seperti mengetahui faktor risiko dan pemeriksaan fisik, termasuk metode skrining dengan USG, MRI, CT scan, dan biopsi. Setelah menjalani tes pemeriksaan dan memang ditemukan sel kanker pada payudara, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menjalani operasi pengangkatan payudara.

Operasi pengangkatan payudara sendiri adalah satu-satunya cara untuk mengobati kanker payudara dan dikenal dengan istilah mastektomi. Tetapi saat ini, tindakan mastektomi juga bisa dilakukan untuk mencegah kanker payudara serta menekan risiko terkena kanker tersebut.

Baca juga: Waspadai Ciri Ciri Kanker Payudara Sejak Dini

4 Jenis Mastektomi

Mastektomi merupakan suatu tindakan pembedahan lewat operasi yang bertujuan untuk mengobati kanker payudara dengan cara mengangkat payudara. Dalam beberapa kasus kanker payudara, tindakan mastektomi dilakukan pada dua payudara sekaligus, namun sekarang dapat dilakukan hanya pada satu payudara saja atau tetap kedua payudara. Berikut ini jenis mastektomi untuk mengatasi kanker payudara:

  • Mastektomi radikal. Mastektomi yang jarang dilakukan karena operasi ini mengangkat semua bagian payudara termasuk puting, kulit bagian atas payudara, otot bagian bawah, dan kelenjar getah bening
  • Mastektomi radikal modifikasi. Dilakukan dengan mengangkat seluruh bagian payudara dan kelenjar getah bening di bawah ketiak, namun otot dada tetap dipertahankan. Sedangkan kulit bagian atas payudara dibiarkan atau bisa juga diangkat sekaligus
  • Mastektomi parsial. Pengangkatan bagian tumor payudara yang kemudian dilanjutkan dengan terapi radiasi untuk membunuh sel kanker pada penderita kanker payudara stadium 1 ataupun 2.
  • Mastektomi preventif. Dilakukan pada wanita yang mempunyai risiko faktor genetik terkena kanker payudara. Tindakan ini akan mengurangi risiko kanker payudara sebanyak 90 persen dengan cara melakukan pengangkatan payudara dan puting secara keseluruhan ataupun tetap mempertahankan puting. Pada pasien dengan kanker payudara di satu payudara juga akan menjalani tindakan ini.

Kapan Mastektomi Perlu Dilakukan?

Beberapa kondisi berikut mungkin dapat menjadi waktu yang tepat untuk menjalani pengobatan dengan mastektomi, seperti:

  • Kanker payudara non-invasif pada jaringan air susu
  • Kanker payudara stadium awal (stadium 1 atau 2)
  • Kanker payudara stadium 3 setelah kemoterapi
  • Peradangan kanker payudara setelah kemoterapi
  • Kanker payudara yang sudah pernah sembuh namun muncul kembali

Baca juga: Sudah Dinyatakan Sembuh, Kenapa Kanker Bisa Kambuh Lagi?

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Selain kondisi di atas, disarankan juga untuk melakukan mastektomi ketika:

  • Mengalami peradangan kanker payudara
  • Ada tumor berukuran lebih dari 5 cm atau lebih besar dari ukuran payudara normal
  • Mempunyai penyakit jaringan ikat serius seperti skleroderma atau lupus karena penyakit tersebut beresiko meningkatkan terjadinya efek samping pengobatan radioterapi
  • Pernah menjalani pengobatan radioterapi pada payudara
  • Mengidap kanker payudara dua kali atau lebih pada payudara yang sama namun selang waktunya berbeda dan berjarak dalam waktu yang cukup lama
  • Sedang hamil dan membutuhkan pengobatan radioterapi yang berisiko membahayakan janin
  • Faktor genetik (turunan)

Efek Samping Mastektomi

Untuk menjalani operasi mastektomi atau operasi pengangkatan payudara, Anda perlu mengetahui beberapa risiko baik dari efek samping ringan sampai berat yang mungkin terjadi seperti:

  • Timbulnya rasa sakit atau bengkak pada jaringan sekitar dada
  • Luka bekas pada payudara 
  • Perubahan bentuk payudara setelah mastektomi
  • Nyeri saraf atau neuropatik dengan sensasi terbakar dan tertusuk-tusuk
  • Pendarahan dan infeksi saat operasi berlangsung
  • Hematoma atau pembentukan darah pada luka
  • Penumpukan cairan bening di luka
  • Mati rasa di dada atau lengan atas
  • Nyeri saraf di area dada, ketiak, dan lengan dalam waktu lama
  • Lymphedema, jika kelenjar getah bening di bagian ketiak diangkat

Kanker payudara (breast cancer) adalah kanker yang umumnya dialami wanita dan memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi jika segera ditangani. Namun ketika Anda akan melakukan operasi pengangkatan payudara atau mastektomi, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan memastikan diri siap menanggung resiko mastektomi demi kesembuhan Anda dari penyakit kanker payudara.


13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Types of Mastectomy Breast Surgery. Verywell Health. (Accessed via: https://www.verywellhealth.com/types-of-mastectomy-breast-surgery-3157281)
Goethals A, Rose J. Mastectomy. [Updated 2019 Jul 27]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538212/)
Surgery to remove your breast (mastectomy). Cancer Research UK. (Accessed via: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/breast-cancer/treatment/surgery/remove-whole-breast)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app