Vaksin COVID-19 Dosis Ketiga untuk Tenaga Kesehatan, Ini Manfaatnya

Dipublish tanggal: Jul 21, 2021 Update terakhir: Jul 21, 2021 Waktu baca: 3 menit
Vaksin COVID-19 Dosis Ketiga untuk Tenaga Kesehatan, Ini Manfaatnya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Vaksin COVID-19 dosis ketiga untuk tenaga kesehatan bertujuan untuk meningkatkan sistem imun secara maksimal.
  • Jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin Moderna yang diketahui memiliki efikasi dan efektivitas paling tinggi dibandingkan jenis vaksin lainnya.
  • Vaksin Moderna mampu menurunkan risiko penyakit dan mencegah COVID-19 bergejala hingga 94,1%.
  • Masyarakat umum tidak memerlukan dosis booster, yang terpenting sudah melengkapi 2 dosis vaksin.
  • Klik untuk membeli perlengkapan new normal dari rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.
  • Dapatkan paket cek COVID-19 berupa swab PCR, swab antigen, dan rapid test dengan harga bersahabat dan tim medis berpengalaman di HDmall.

Vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia umumnya membutuhkan 2 dosis penyuntikan, contohnya Sinovac dan AstraZeneca. Namun, khusus bagi tenaga kesehatan, pemerintah mendorong adanya vaksin dosis ketiga sebagai penguat alias booster. Memangnya, seberapa besar manfaat vaksin COVID-19 dosis ketiga untuk tenaga kesehatan? Apakah ini berlaku juga untuk masyarakat umum?

Kenapa perlu vaksin COVID-19 dosis ketiga untuk tenaga kesehatan?

Rencana pemerintah memberikan vaksin COVID-19 dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (nakes) sudah dimulai sejak Jumat (16/7/2021). Hal ini tentu tak lain bertujuan untuk meningkatkan imun tubuh para nakes sebagai garda terdepan di masa pandemi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Perlengkapan New Normal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 1

Tenaga kesehatan merupakan golongan yang paling rentan terpapar karena berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 setiap hari. Meskipun sudah menyelesaikan dua dosis vaksin sebelumnya, risiko paparan akan selalu ada. 

Bagaimana tidak, beban kerja yang meningkat dan minim istirahat membuat sistem imun para nakes mudah menurun sehingga tetap saja rentan terpapar. Bahkan, hingga saat ini, angka kematian tenaga kesehatan terus meningkat akibat varian Delta yang semakin mengganas.

Oleh karena itulah, pemerintah menempatkan para nakes sebagai prioritas utama untuk mendapatkan vaksin COVID-19 dosis ketiga. Jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin Moderna yang diketahui memiliki efikasi dan efektivitas paling tinggi dibandingkan jenis vaksin lainnya.

Baca selengkapnya: COVID-19 Varian Delta Menyebar Lebih Cepat, Ini Alasannya

Seberapa efektif vaksin Moderna untuk melindungi tenaga kesehatan?

Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam The New England Journal of Medicine tahun 2021, vaksin Moderna memiliki efikasi sebesar 94,1%. Itu artinya, jenis vaksin COVID-19 ini mampu menurunkan risiko penyakit dan mencegah COVID-19 bergejala hingga 94,1%.

Menariknya lagi, vaksin Moderna ternyata memiliki efektivitas yang tinggi terhadap varian delta. Buktinya, vaksin ini mampu mencegah gejala COVID-19 karena varian delta sebesar 72% dan mencegah risiko rawat inap akibat COVID-19 hingga 96%. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Perlengkapan New Normal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 1

Bahkan, efektivitas vaksin Moderna sudah terlihat meskipun baru diberikan satu dosis. Efek kekebalannya mulai muncul 14 hari setelah dosis pertama.

Berkat temuan ini, vaksin Moderna diharapkan dapat memberikan kekebalan maksimal kepada tenaga kesehatan dan menurunkan angka kesakitan hingga kematian akibat COVID-19.

Baca selengkapnya: Termasuk Sinovac, 6 Vaksin COVID-19 Telah Disetujui WHO

Apakah masyarakat juga memerlukan vaksin dosis ketiga?

Vaksin booster atau vaksin penguat diperlukan agar tubuh kita terlindungi dari penyakit, terutama saat imun menurun atau munculnya varian baru. Akan tetapi, dalam kasus COVID-19, tidak semua orang membutuhkan vaksin COVID-19 dosis ketiga.

Sejauh ini, dosis booster lebih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Sementara untuk masyarakat umum, para ahli menilai hal tersebut masih belum diperlukan selama kita sudah mendapatkan vaksin 2 dosis penuh.

Pertimbangan utamanya, dibandingkan masyarakat umum, tenaga kesehatan lebih banyak menghabiskan waktu untuk menangani pasien COVID-19 sehingga lebih rentan terpapar. Lagi pula, ketersediaan vaksin COVID-19 juga cukup terbatas dan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah masyarakat juga memerlukan dosis booster atau tidak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23

Bolehkah melakukan kombinasi vaksin COVID-19?

Para tenaga kesehatan di Indonesia termasuk golongan pertama yang menerima vaksin COVID-19 jenis Sinovac. Lantas, apakah aman jika kali ini mendapatkan vaksin Moderna, bukan Sinovac lagi?

Sejauh ini, belum banyak data yang menunjukkan keamanan kombinasi vaksin COVID-19. Data yang baru tersedia adalah pemberian AstraZeneca sebagai dosis pertama dan vaksin Pfizer sebagai dosis kedua yang tampaknya menunjukkan hasil yang aman dan efektif.

Namun, menurut salah satu Guru Besar FKUI yang selesai divaksinasi booster, Prof. Aman Pulungan, vaksin Moderna diharapkan dapat meningkatkan kekebalan imunitas tubuh, seperti dikutip dari CNBC Indonesia. Ia pun mengaku tidak merasakan efek apa pun setelah vaksinasi sehingga bisa dibilang aman.

Vaksin COVID-19 dosis ketiga untuk tenaga kesehatan sangat penting agar semakin terlindungi dari risiko paparan. Sementara untuk masyarakat umum, termasuk kamu, jangan lewatkan kesempatan vaksinasi agar tubuh terlindungi dari COVID-19. Lengkapi dua dosis penuh dan selalu terapkan protokol kesehatan secara disiplin karena vaksin tidak membuat tubuh kebal dari virus corona.

Baca juga: COVID-19 Makin Ganas, Lindungi Diri dengan Masker Ganda

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sehat Negeriku Sehatlah Bangsaku: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Vaksin Moderna Tiba di Indonesia, Prioritas untuk Tenaga Kesehatan. (https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210711/2238082/vaksin-moderna-tiba-di-indonesia-prioritas-untuk-tenaga-kesehatan/). 11 Juli 2021.
The New England Journal of Medicine. Efficacy and Safety of the mRNA-1273 SARS-CoV-2 Vaccine. (https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/nejmoa2035389). 4 Februari 2021.
MedRxiv. Effectiveness of COVID-19 vaccines against variants of concern in Ontario, Canadia. (https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2021.06.28.21259420v2). 16 Juli 2021.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app