Makanan dan Diet Sehat

7 Manfaat Jengkol Bagi Kesehatan

Dipublish tanggal: Mei 4, 2020 Update terakhir: Mei 13, 2020 Waktu baca: 3 menit
7 Manfaat Jengkol Bagi Kesehatan

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Sebagai salah satu jenis makanan yang memiliki bau khas dan menyengat, jengkol bisa menjadi makanan favorit atau justru makanan yang paling dibenci oleh sebagian orang
  • Jika jengkol diolah dengan baik, maka manfaat jengkol tentu bisa dirasakan bagi tubuh. Apalagi kandungan nutrisi yang ada pada jengkol, seperti protein, vitamin, zat besi, kalsium, dan serat
  • Tetapi kandungan asam jengkolat pada jengkol juga bersifat toksik atau beracun sehingga jengkol tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan karena dapat menjadi racun bagi tubuh 
  • Beberapa manfaat jengkol bagi kesehatan antara lain menangkal radikal bebas, mencegah diabetes (menurunkan kadar gula darah), menjaga kesehatan jantung, dan mencegah anemia 

Jengkol adalah salah satu jenis makanan dengan bau yang khas dan menyengat, terutama efek bau yang timbul saat buang air kecil maupun bau mulut. Maka dari itu, beberapa orang hanya tahu bahwa jengkol itu bau sehingga tidak suka memakannya. Padahal jengkol memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Apalagi jika jengkol bisa diolah dengan baik maka jengkol juga bisa menjadi masakan yang lezat bagi sejumlah orang.

Kandungan nutrisi pada jengkol

Sama seperti makanan pada umumnya, jengkol (Pithecellobium jiringa) juga mengandung nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan, antara lain protein, karbohidrat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi, glikosida, kalsium, fosfor, minyak atsiri, dan serat yang tinggi. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Dalam tanaman jengkol sendiri terdapat senyawa kimia yang khas dan disebut dengan asam jengkolat yang merupakan asam amino alifatik dan mengandung sulfur. Jengkol juga mengandung tinggi antioksidan, seperti saponin, alkaloid, terpenoid, flavonoid, serta tannin.

Meski beragam manfaat jengkol baik bagi kesehatan, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan juga dapat menjadi racun bagi tubuh dan meningkatkan risiko gagal ginjal bahkan hingga kematian. Hal tersebut dikarenakan kandungan asam jengkolat pada jengkol yang bersifat toksik atau beracun. 

7 Manfaat jengkol bagi kesehatan

Berdasarkan kandungan gizi yang ada pada jengkol dan agar manfaat jengkol bisa berfungsi dengan baik, maka sebaiknya tidak memasak jengkol terlalu matang. Berikut ini beberapa manfaat jengkol yang dipercaya baik bagi kesehatan, seperti:

1. Menangkal radikal bebas

Manfaat jengkol bagi kesehatan yang terbentuk karena kandungan antioksidan di dalamnya terutama kandungan flavonoid dapat membantu menangkal radikal bebas. Radikal bebas sendiri sering dikaitkan sebagai salah satu penyebab penyakit kronis, seperti penyakit jantung, penyakit kanker, ataupun diabetes mellitus. Beberapa orang juga menyebut bahwa jengkol dapat menjadi bahan obat tradisional karena beberapa kandungan penting di dalamnya dapat berfungsi meredakan gangguan penyakit. 

Tak hanya itu, kandungan serat yang tinggi pada jengkol juga diperkirakan dapat membantu menurunkan berat badan. Hal itu juga membantu melancarkan buang air besar, mempercepat pembakaran energi, serta mengurangi tumpukan lemak pada tubuh.

Baca juga: Manfaat dan Sumber Makanan yang Kaya Antioksidan

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

2. Menurunkan kadar gula darah

Salah satu manfaat jengkol bagi kesehatan yang paling sering disebut adalah membantu menurunkan kadar gula darah. Hal ini disebabkan oleh gula yang mudah terurai dan senyawa aktif pada jengkol yang baik dalam mengatur kadar gula darah terutama bagi penderita diabetes. 

Tetapi kandungan asam jengkolat pada jengkol yang tidak larut oleh air dapat menjadi bahaya bagi ginjal jika jengkol dimakan secara berlebihan karena ginjal tidak mampu menyaringnya. Oleh sebab itu, penderita gangguan ginjal tidak diperbolehkan makan jengkol.

3. Menjaga kesehatan jantung

Buah jengkol dengan bentuk pipih berwarna coklat kehitaman memang memiliki bau khas. Tetapi dengan olahan masakan jengkol ternyata dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan jantung karena jengkol mampu melancarkan peredaran darah. 

Maka dari itu, penderita penyakit jantung diperbolehkan untuk mengonsumsi jengkol agar pembuluh darah yang menyempit atau aliran darah yang tidak lancar menjadi terbuka dan melebar, sehingga pembuluh darah kembali lancar.

4. Mencegah maag

Selain memiliki kandungan antioksidan tinggi yang baik untuk mencegah radikal bebas, manfaat jengkol bagi kesehatan lainnya juga bisa membantu mencegah maag. Manfaat tersebut didapatkan dari suatu enzim pada jengkol yang mampu melindungi dinding lambung dari luka penyebab asam lambung (maag). 

5. Memperkuat tulang dan gigi

Manfaat jengkol bagi kesehatan juga berpengaruh pada kekuatan tulang dan gigi karena kandungan protein, zat besi, kalsium, dan fosfor yagn terdapat di jengkol. Beragam kandungan tersebut tentu menjadi sangat penting dalam membentuk tulang dan gigi yang kuat termasuk pencegahan osteoporosis. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

6. Mencegah anemia

Manfaat jengkol bagi kesehatan lainnya adalah untuk mencegah anemia atau kekurangan darah. Kandungan zat besi pada jengkol berperan penting dalam meningkatkan produksi sel darah merah pada tubuh sehingga peredaran darah, nutrisi, dan oksigen di seluruh tubuh dapat kembali normal. 

Bagi penderita anemia atau wanita yang sedang haid juga disarankan untuk mengonsumsi jengkol untuk membantu menghindari kekurangan darah dan zat besi akibat keluarnya darah dari tubuh selama masa menstruasi.

Baca juga: Makanan Penambah Darah Agar Terhindar dari Anemia

7. Mencegah sembelit

Manfaat jengkol bagi kesehatan lainnya ternyata dapat mencegah sembelit atau gangguan pencernaan, terutama pada ibu hamil. Hal ini disebabkan karena kandungan serat pada jengkol mampu membantu melancarkan buang air besar asal dikonsumsi dengan jumlah yang tepat.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Jurnal Universitas Padjadjaran. Skrining fitokimia cangkang dan kulit batang tanaman jengkol asal Ciamis Jawa Barat sebagai inisiasi obat diabetes mellitus berbahan alam. (http://jurnal.unpad.ac.id/kultivasi/article/view/12069)
Jurnal Universitas Medan. UJI TOKSISITAS (LC50 – 24 JAM) EKSTRAK KULIT JENGKOL Pithecellobium jiringa) TERHADAP LARVA UDANG Artemia salina Leach. (https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/biosains/article/viewFile/10473/9401). 2 Agustus 2018
The Jakarta Post. More to 'jengkol' than bad smell. (https://www.thejakartapost.com/life/2018/04/10/more-to-jengkol-than-bad-smell.html)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app