GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Malic Acid: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Sep 10, 2020 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Malic acid atau asam malat adalah zat asam alami yang termasuk ke dalam golongan alpha-hydroxy acids (AHA) dan banyak ditemukan di produk kecantikan
  • Malic acid bisa diproduksi secara alami oleh tubuh atau melalui makanan seperti buah pir dan apel serta tersedia dalam bentuk suplemen, krim oles, dan obat semprot
  • Malic acid bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit, mengatasi mulut kering, meningkatkan energi, mencegah batu ginjal, dan mengurangi rasa nyeri pada penderita fibromyalgia
  • Klik untuk mendapatkan produk malic acid atau vitamin & suplemen lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Malic acid atau asam malat adalah zat asam alami yang termasuk ke dalam golongan alpha-hydroxy acids (AHA) dan cukup banyak dijadikan sebagai salah satu bahan produk perawatan kulit. Malic acid sendiri sebenarnya diproduksi oleh tubuh yang bekerja dengan mengubah karbohidrat menjadi energi bagi tubuh. Selain itu, kandungan asam malat (malic acid) ini juga terdapat dalam kandungan buah seperti pir dan apel. 

Mengenai Malic Acid

Golongan

Obat bebas

Kemasan

Suplemen, krim, obat semprot 

Kandungan

Asam malat (malic acid)

Manfaat Malic Acid

Ada banyak manfaat asam malat (malic acid) yang dikenal baik bagi kesehatan dan kecantikan, di antaranya:

1. Menjaga kesehatan kulit

Kandungan asam yang dimiliki malic acid dapat membantu proses eksfoliasi wajah atau mengangkat sel kulit mati ketika krim asam malat dioleskan di kulit. Selain itu, asam malat juga bisa membantu mengatur tingkat keasaman pada produk kosmetik termasuk skin care.

Asam malat (malic acid) juga dianggap bisa membantu mengurangi tanda-tanda penuaan seperti kerutan atau garis halus pada wajah, meningkatkan produksi kolagen, mencegah jerawat, mencerahkan kulit wajah, menyeimbangkan pH kulit serta membantu meningkatkan hidrasi kulit sehingga kelembapan kulit tetap terjaga.

2. Mengatasi mulut kering

Asam malat (malic acid) juga bisa digunakan untuk mengatasi mulut kering. Cara kerja malic acid didasarkan pada kandungan asam yang dimilikinya untuk memproduksi lebih banyak air liur sehingga mengurangi efek kering pada bibir.

3. Meningkatkan energi tubuh

Asam malat (malic acid) dalam bentuk suplemen juga digunakan untuk meningkatkan energi tubuh sehingga membantu memberikan kekuatan dan daya tahan lebih baik terhadap performa fisik serta mengatasi kelemahan otot. Suplemen asam malat ini juga sering dikombinasikan dengan kandungan kreatin sehingga membantu penyerapan kreatin (creatine) dan meningkatkan massa otot.

4. Mencegah pembentukan batu ginjal

Asam malat atau malic acid adalah prekursor sitrat yang dapat mencegah pembentukan ikatan antara kalsium dan zat lain dalam urine yang dapat membentuk batu ginjal, mencegah pembesaran kristal, serta mencegahnya saling menempel satu sama lain. Karena asam malat dipercaya dapat meningkatkan pH urine dan kadar sitrat sehingga mencegah terjadinya pembentukan batu ginjal.

5. Mengurangi rasa nyeri pada penderita fibromyalgia

Hasil studi terhadap kombinasi antara asam malat (malic acid) dan magnesium menunjukkan adanya perbaikan kondisi pada penderita fibromyalgia dengan membantu mengurangi rasa nyeri. Fibromyalgia sendiri adalah kondisi kelainan yang menyebabkan munculnya rasa nyeri dan kelelahan yang teramat sangat pada otot di mana penderitanya juga mengalami kesulitan dalam menghasilkan asam malat. 

Kontraindikasi

Produk kecantikan dan perawatan kulit yang mengandung asam malat (malic acid) sebaiknya tidak digunakan oleh pemilik kulit sensitif karena kandungan asam di dalamnya bisa memicu terjadinya iritasi pada kulit.

Dosis Malic Acid

Untuk mengatasi mulut kering: Dosis malic acid dalam bentuk semprot 1% bisa digunakan 8 kali sehari selama 2 minggu

Untuk aturan pakai atau rekomendasi dosis dalam bentuk sediaan lainnya masih belum tersedia. Karena hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk hal tersebut. Selain itu, dosis malic acid pada setiap orang bisa berbeda dan bergantung pada indikasi penggunaan, usia dan kondisi kesehatan pengguna.

Efek samping Malic Acid

Salah satu efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan malic acid adalah terjadinya penurunan tekanan darah menjadi lebih rendah. Hal ini penting diketahui terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tekanan darah rendah.

Selain itu, konsumsi asam malat (malic acid) dalam bentuk obat/suplemen bisa dikatakan cukup aman asal tidak dikonsumsi berlebihan. Namun ada kemungkinan bahwa asam malat juga bisa memicu efek samping ringan seperti reaksi alergi, sakit kepala, diare, dan mual.

Begitupun dengan penggunaan malic acid sediaan krim oles yang tergolong aman digunakan. Hanya saja ada kemungkinan terjadinya efek samping ringan akibat penggunaan krim oles malic acid, seperti gatal, ruam kemerahan, serta iritasi pada kulit ataupun mata.

Penggunaan malic acid pada ibu hamil dan ibu menyusui juga kemungkinan aman jika dikonsumsi sesuai takaran penggunaan atau aturan pakai. Hanya saja, untuk memastikan keamanan penggunaan asam malat (malic acid), silakan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mencegah efek samping penggunaan. 

Interaksi obat

-

Perhatian

  • Hindari penggunaan asam malat (malic acid) dalam sediaan krim oles bagi pemilik kulit sensitif
  • Beritahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat atau suplemen tertentu
  • Malic acid bisa menyebabkan penurunan tekanan darah, penderita hiptensi harus menggunakan secara hati-hati
  • Jika terjadi reaksi alergi efek pemakaian, segera periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut

Artikel terkait:


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app