Makanan Sehat, Cegah Jerawat

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Makanan Sehat, Cegah Jerawat

Sederhananya, jerawat muncul akibat gangguan regenerasi sel-sel kulit atau keratinisasi. Regenerasi sel kulit yang tidak sempurna, menyebabkan sel kulit 'mempertahankan diri' dengan menguncui kelenjar minyak dan pori-pori, juga menahan sebum (minyak alami pada kulit dan protein di bawah permukaan kulit. Protein dan minyak tersebut menjadi makanan P. acnes, bakteria yang menyebabkan timbulnya jerawat.

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Para pakar menyebutkan, ada begitu banyak cara untuk meningkatkan pembaharuan sel kulit, salah satunya adlaah dengan mengonsumsi makanan sehat. Makanan memang hanya mempengaruhi timbulnya jerawat sebesar 25%, sisanya adalah hormon, stress, pola tidur, lingkungan, dan bagaimana cara seseorang merawat diri.

Apa Itu Makanan Sehat?

Dalam hal ini, makanan sehat yang dimaksud adalah makanan yang rendah lemak, yang tidak diproses lebih dulu (mentah), kaya akan buah-buahan, sayuran dan menghindari makanan atau minuman berbahan dasar susu, daging-dagingan, coklat, kentang goreng dan junk food lainnya. Intinya, makanan yang sehat akan mendatangkan banyak manfaat bagi tubuh dan kulit.

Makanan yang Dapat Mencegah Jerawat

Berikut adalah beberapa zat gizi dan makanan yang dapat menjadi pilihan untuk mencegah timbulnya jerawat pada tubuh Anda

1. Vitamin A

Untuk membantu regenerasi sel kulit. Misalnya pada minyak ikan, ikan salmon, wortel, bayam dan brokoli. Hati-hati dalam mengkonsumsi suplemen tambahan, karena konsumsi vitamin A berlebih justru akan mengakibatkan vitamin A bertindak sebagai racun, terutama saat masa kehamilan dan menyusui.

2. Zinc

Ada beberapa fakta yang membuktikan, seseorang yang berjerawat memiliki kadar mineral zinc lebih rendah. Zinc membantu mencegah jerawat dengan mencegah pertumbuhan P. acnes. Zinc banyak terkandung didalam kalkun, kacang almon dan gandum.

3. Vitamin C dan E

Konsumsilah sumber vitamin C alami, seperti jeruk, lemon, pepaya dan tomat. Atau vitamin E pada kentang, kacang-kacangan, minyak zaitun, biji bunga matahari, alpukat, brokoli dan sayuran hijau.

Iklan dari HonestDocs
Mikrodermabrasi Facial 1 Kali Di Aveia Clinic

Facial berfungsi untuk mengangkat komedo, mencerahkan, mengangkat sel kulit mati, merangsang pembentukan kulit baru tanpa rasa sakit, mendinginkan, dan melembabkan kulit juga. Paket ini termasuk facial treatment dan masker, tetapi belum termasuk biaya konsultasi dokter dan obat.​

Mikrodermabrasi facial 1 kali di aveia clinic

4. Selenium

Selenium berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari radikal bebas, misalnya, gandum, ikan tuna, ikan salmon, bawang putih, telur dan beras merah.

5. Omega 3

Untuk meredakan peradangan pada kulit. Perbanyak konsumsi ikan salmon, ikan sardin, kenari, biji bunga matahari dan kacang almond.

6. Air putih

Selain mencegah dehidrasi, air dapat membantu mengeleluarkan racun dari tubuh yang menyebabkan masalah kulit, membantu metabolisme dan regenerasi kulit. Disarankan untuk mengkonsumsi 5-8 gelas per hari.

7. Susu

Susu mengandung suatu zat yang dapat meningkatkan kadar hormon (androgen) dan hormon tersebut dapat meningkatkan produksi sebum (minyak alami pada kulit).

8. Gula

Gula banyak terdapat pada roti putih, kentang, minuman dan camilan.

23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Zaenglein AL, et al. (2016). Guidelines of care for the management of acne vulgaris. DOI: (https://doi.org/10.1016/j.jaad.2015.12.037)
Wang L, et al. (2014). Anticancer activities of citrus peel polymethoxyflavones related to angiogenesis and others. DOI: (http://dx.doi.org/10.1155/2014/453972)
Tessari P, et al. (2016). Essential amino acids: Master regulators of nutrition and environmental footprint? DOI: (https://doi.org/10.1038/srep26074)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app