Leukemia: Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.347.566 orang

Mengenal lebih jauh mengenai penyakit Leukemia

Leukemia atau biasa dikenal dengan kanker darah merupakan kondisi di mana tubuh akan memproduksi sel darah putih lebih banyak, sehingga akan mengganggu fungsi normal dari sistem tubuh dalam melawan infeksi. Leukemia sendiri adalah penyakit yang berkembang dari kelebihan produksi sel darah putih yang belum matang.

Di mana kita ketahui bahwa penyakit kanker merupakan salah satu penyakit mematikan, termasuk kanker leukemia ini memproduksi lebih banyak sel darah putih dalam aliran darah dan sumsum tulang yang dapat membuat sel darah lainnya terganggu proses pembuatannya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Hal ini mengakibatkan sel darah putih dan sel darah lainnya tidak mampu berfungsi sebagaimana seharusnya. Kita perlu waspada terhadap penyakit ini, maka kenali gejala leukemia sejak dini.

Inilah gejala Leukemia yang wajib Anda ketahui

Perlu Anda ketahui bahwa kanker ini tidak memberikan gejala yang khas pada tahap awal. Namun gejalanya akan muncul bila mengalami tubuh rentan terhadap kelelahan, wajah pucat dan pucat di konjungtiva mata, ketika terbentur beda tumpul akan mudah mengalami memar dan pendarahan, rentan terhadap infeksi seperti pneumonial bronkial disertai sakit kepala, demam, sariawan dan ruam kulit.

Terjadigt;pembengkakan kelenjar getah bening pada tenggorokan, ketiak, atau selangkangan, nafsu makan berkurang, kehilangan berat badan secara drastis, rasa tidak nyaman pada tulang rusuk kiri bagian bawah yang disebabkan oleh pembengkakan kelenjar limfa, gangguan penglihatan karena pendarahan retina, ereksi berkepanjangan.

Penyebab Leukemia

Penyebab penyakit ini bisa berasal dari faktor internal maupun eksternal tubuh. Faktor internal yang dapat mengakibatkan leukemia adalah merokok dan kopi, obesitas. Faktor eksternal seperti menghirup asap rokok (perokok pasif), paparan radiasi, polusi, zat kimia berbahaya.

Penanganan dan pencegahan Leukemia

Bila seseorang telah positif terkena penyakit ini maka solusi terbaik untuk penanganannya dilakukan oleh tenaga medis. Namun ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola efek samping. Yaitu mengikuti instruksi dokter dengan mengkonsumsi obat-obatan secara rutin.

Terapkan gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makan makanan bergizi, istirahat yang cukup serta olah teratur yang dapat mengatur mengontrol gejala. Bila mengalami gejala mual muntah, dehidrasi, mulut kering dan pusing, Anda bisa mengatur posisi duduk atau mengatur pola konsumsi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Pengobatan Leukemia

Pengobatan penyakit ini bertujuan untuk menghancurkan sel-sel darah putih yang abnormal sehingga produksi sel darah merah dapat terbentuk secara normal kembali. Pengobatan leukemia ini berdasarkan terhadap jenisnya, stadium penyakit, usia dan kondisi kesehatan

Untuk mengetahui jenis leukemia, berdasarkan pemeriksaan laboratorium sumsum tulang, apakah jenis leukemia limfoblastik atau mieloblastik secara mikroskopis. Pemerikasaan ini akan mengetahui kategori leukemia, berikut adalah leukemia berdasarkan kategori.

  • Yang pertama leukemia limfoblastik akut, di mana ada beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan antara lain, terapi induksi pada terapi ini bertujuan untuk membunuh sel-sel leukemia di dalam darah dan sumsum tulang belakang. Pada tahap ini dilakukan kemoterapi dan pemberian kortikosteroid.

Terapi konsolidasi ini merupakan tahap lanjutan di mana terapi ini bertujuan untuk membunuh sel-sel leukemia yang mungkin masih tersisa. Bila sel-sel ini tidak dibunuh secara tuntas makan kemungkinan mengalami penyakit ini akan besar. Perawatannya termasuk kemoterapi dan mungkin transplantasi sumsum tulang.

Kemudian terapi pemeliharaan di mana pada tahap ini dilakukan dengan menggunakan dosis kemoterapi yang lebih rendah dari dosis sebelumnya. Kemoterapi ini diberikan secara intravena, oral.  Terapi pemeliharaan berlangsung selama 3 tahun.

Leukemia mieloblastik akut di mana pengobatannya didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid normal. Di mana pengobatannya memiliki 2 langkah. Yang pertama terapi remisi dilakukan induksi secara intravena yang berlangsung selama 4 minggu, dilanjutkan 3 minggu untuk terapi pemulihan sumsum tulang.  

Pengobatan akan dilanjutkan dengan terapi yang bertujuan untuk membunuh sisa sel leukemia yang tidak dapat terdeteksi saat terapi remisi. Terapi dapat berupa kemoterapi tambahan  atau transplantasi sumsum tulang yang memakan waktu selama 3 hingga 4 bulan

  • Yang kedua leukemia mieloblastik kronis, tipe ini memerlukan penanganan segera dengan menggunakan cml atau transplatasi sumsum tulang yang sebelumnya telah dilakukan kemoterapi atau radiasi. Leukemia limfositik kronis (CLL), penanganannya dengan terapi radiasi dan tahap lanjutan dengan kemoterapi atau transplantasi sumsum tulang.

Anda perlu mengetahui gejala-gejala yang mungkin muncul pada penderita leukemia dan segera periksakan pada dokter tentang keluhan Anda untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit