Lebih Baik Menstrual Cup, Tampon atau Pembalut?

Meskipun ketiganya memiliki fungsi yang sama, yaitu menyerap darah menstruasi, akan tetapi ketiganya memiliki perbedaan dalam hal bentuk dan cara penggunaannya.
Dipublish tanggal: Jun 14, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit
Lebih Baik Menstrual Cup, Tampon atau Pembalut?

Ketika menstruasi, para wanita lebih sering menggunakan pembalut. Beberapa wanita di perkotaan sebenarnya sudah mengenal tampon dan menstrual cups. Meskipun ketiganya memiliki fungsi yang sama, yaitu menyerap darah menstruasi, akan tetapi ketiganya memiliki perbedaan dalam hal bentuk dan cara penggunaannya.

Menstrual Cup

Berbeda dengan pembalut dan tampon, menstrual cup bekerja tidak menyerap cairan melalui kapas, tetapi justru menampung darah menstruasi. Alat ini terbuat dari silikon atau karet yang diselipkan dalam vagina sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu lama dan berkali-kali.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Untuk menggunakannya, Anda harus memposisikan diri dengan jongkok, duduk, atau salah satu kaki diangkat ke atas. Kemudian pegang menstrual cup dan lipat seperti huruf U. Lalu, masukkan alat tersebut ke dalam vagina secara perlahan.

Menstrual cup dirasa lebih praktis karena kita tidak perlu berganti-ganti, tapi juga tergantung dengan banyaknya darah yang keluar. Untuk membersihkannya pun terbilang mudah, Anda hanya perlu mengeluarkan cangkir ke dalam vagina, mengosongkan isinya dan membersihkannya dengan air.

Tampon

Pada dasarnya, bahan pembuahan tampon sama dengan bahan yang digunakan pembalut, yaitu bantalan kapas dengan daya serap tinggi untuk cairan menstruasi. Hanya saja, tampon memiliki bentuk seperti tabung silinder, terdapat benang sebagai penarik di ujungnya dan berukuran lebih kecil sehingga cocok untuk beraktivitas.

Anda harus lebih berhati-hati dalam cara penggunaan tampon karena tampon dipasang di dalam vagina. Bagi Anda yang belum terbiasa, mungkin akan kesulitan dalam menggunakannya. Selain itu, beberapa tampon dilengkapi dengan aplikator dari tabung kardus atau plastik agar lebih mudah memasukkannya ke dalam vagina.

Apabila Anda ragu atau gugup, otot tubuh akan menegang sehingga tampon sulit masuk. Jadi, Anda harus rileks dan tenang saat menggunakannya. Disarankan pula bagi Anda untuk mengganti tampon setiap 3-5 jam sekali untuk menghindari risiko sindrom syok toksik.

Pembalut

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pembalut. Pembalut sering digunakan sebagai penyerap darah menstruasi yang terbuat dari bantalan kapas atau kain lembut dengan bentuk persegi panjang. Cara penggunaannya tinggal ditempelkan di bagian celana dalam wanita.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Pembalut tersedia dalam berbagai ukuran panjang dan ketebalan sesuai dengan kebutuhan masing-masing wanita. Selain itu, ada variasi pembalut bersayap yang juga sering digunakan para wanita untuk mencegah kebocoran pada malam hari ataupun ketika beraktivitas.

Ketika Anda sedang haid dan menggunakan pembalut, maka rajinlah mengganti pembalut untuk mencegah perkembangan bakteri dan bau vagina yang tidak enak karena darah menstruasi yang keluar.

Manakah yang lebih baik?

Pada dasarnya, tampon, menstrual cup dan pembalut memiliki fungsi yang sama, yaitu menampung darah menstruasi, hanya saja caranya mungkin yang berbeda. Tingkat kenyamanan setiap orang pun berbeda-beda, jadi Anda bisa memilih jenis yang mana saja asalkan merasa nyaman ketika menggunakannya.

Banyaknya aktivitas juga bisa menjadi pertimbangan ketika Anda hendak memilih salah satunya. Bagi Anda yang memiliki banyak aktivitas, seperti berolahraga, maka akan lebih baik jika menggunakan tampon. Namun, jika Anda ingin alat yang lebih praktis, Anda bisa menggunakan menstrual cup.

Hal yang terpenting adalah menjaga area kewanitaan agar selalu bersih untuk menghindari risiko infeksi. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan pembersih daerah kewanitaan dengan mengganti tampon atau pembalut dengan rajin serta membersihkan menstrual cup.

Demikian informasi mengenai menstrual cup, tampon dan pembalut dengan karakteristik yang berbeda-beda. Dengan demikian, Anda bisa memilih mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan memberikan rasa nyaman untuk beraktivitas.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tired of Tampons? Here Are Pros and Cons of Menstrual Cups. Health Essentials from Cleveland Clinic. (https://health.clevelandclinic.org/tired-of-tampons-here-are-pros-and-cons-of-menstrual-cups/)
Menstrual cups vs. pads and tampons: How do they compare?. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/325790)
Menstrual Cups: How to Use, Benefits, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/womens-health/menstrual-cup)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app