Ketika Bayi Prematur Sakit, Apa Yang Menjadi Penyebabnya?

Dipublish tanggal: Feb 19, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
Ketika Bayi Prematur Sakit, Apa Yang Menjadi Penyebabnya?

Tidak ada orang tua yang ingin memiliki buah hati yang rentan. Saat bayi lahir prematur, kebanyakan orang tua akan merasa sedih dan belum siap untuk melihat bayi mereka menjalani Unit Perawatan Neonatal Intesif (NICU). 

Bayi yang berada dalam NICU umumnya sangat rentan dan tidak bisa terlebih dahulu ditimang, diberi asi, dipakaikan pakaian maupun dimandikan. Orang tua akan merasa sangat sedih tetapi tidak dapat melakukan apapun kecuali menerima kondisi tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Derma Filler Wajah Di Genese Clinic

Perawatan ini berfungsi untuk meninggikan hidung, membentuk dagu supaya lebih Vshape, membentuk bibir supaya lebih menawan, dan menghilangkan kantung mata. Perawatan ini di lakukan oleh dokter.

Derma filler wajah di genese clinic

Berikut ini adalah lima masalah yang umum terjadi pada saat bayi menjalani NICU dan kedepannya:

  • Bantuan Pernapasan
    Menurut seorang ahli, masalah paru-paru adalah hal yang menjadi perhatian pertama sejak kelahiran. Saat bayi lahir prematur, terutama sebelum mengalami 30 minggu gestasi, paru-paru bayi mungkin belum siap untuk dapat berfungsi semestinya. Dokter akan mengaasi hal ini dengan: pertama yaitu dengan mengintubasi bayi, termasuk memasukkan corong ke sakit-tenggorokan dan jalur nafas untuk memberi bantuan nafas secara penuh. 

    Metode lainnya adalah alat CPAP (continuous positive airway pressure), yang umum digunakan pada penderita apnea tidur. Alat CPAP tidak dimasukkan ke tenggorokan, tetapi dipasangkan ke hidung. Penggunaan alat CPAP ini dipercaya lebih aman daripada penggunaan metode intubasi bayi. Pada beberapa bayi prematur, penyakit paru-paru kronis mungkin terjadi.

    Penyakit paru-paru kronis pada bayi prematur umum disebut bronchopulmonary dysplasia (BPD). Bayi yang menderita BPD lebih rentan terhadap infeksi pernapasan dan bronchiolitis.
  • Masalah Pemberian Asupan Makanan
    Umumnya, bayi yang lahir prematur memiliki alat pencernaan yang bergerak lambat dan bayi prematur akan sangat mudah untuk muntah. Masalah pemberian asupan menjadi perhatian di NICU.

    Masalah yang lebih serius yang akan menjadi perhatian dokter adalah necrotizing enterocolitis (NEC), yaitu penyakit yang disebabkan bakteri yang masuk ke alat pencernaan bayi yang terluka, yang dapat menyebabkan kematian atau pengangkatan alat pencernaan.

    Untuk mengatasi NEC, dapat dilakukan pemberian asupan makanan secara perlahan-lahan. Selain itu, pemberian ASI dapat mengurangi kemungkinan bayi prematur menderita NEC
  • Masalah Mata
    Retinopathy prematurity (ROP) adalah suatu kondisi yang mempengaruhi perkembangan pembuluh darah pada retina. Bayi yang lahir prematur, terutama yang belum mencapai 31 minggu atau berbobot kurang dari 1,25 kg, dan memerlukan oksigen dengan jumlah yang besar untuk waktu yang lama, dapat meningkat risiko bayi menderita ROP. 

    Beberapa bayi mungkin menderita ROP yang ringan, yang memerlukan kacamata untuk beberapa waktu kemudian sembuh. Selain ROP, bayi prematur juga memiliki risiko tinggi terhadap kesalahan refraktif, yaitu kondisi yang menyebabkan rabun jauh dan rabun dekat.

    Apabila masalah mata sudah mencapai tahap parah, bayi dokter akan merekomendasikan perawatan seperti operasi laser mata. Jika kondisi sudah mencapai tahap parah dan tidak dilakukan perawatan, retina bisa mengalami kerusakan, yang menyebabkan kebutaan.
  • Infeksi
    Bayi yang lahir prematur memiliki risiko yang lebih tinggi dalam terkena infeksi karena sistem imunnya belum berkembang baik. Infeksi dapat disebabkan saluran intravena yang dipasang selama waktu yang cukup lama atau disebabkan kontak bayi dengan orang dewasa yang sedang sakit menular seperti pilek.

    Infeksi pada bayi yang lahir prematur dapat berakibat cukup serius dan perawat di NICU akan mengambil langkah untuk menghindari infeksi, seperti menjaga kehigienisan tangan, menjaga dan menggunakan alat kesehatan yang sudah disterilkan, dan meminta perawat yang sakit untuk tidak masuk kerja terlebih dahulu. Apabila bayi telah mengalami infeksi, bayi akan diobati dengan antibiotik.
  • Luka di otak
    Bayi yang lahir sebelum mengalami gestasi selama 32 minggu memiliki risiko tinggi terhadap pendarahan otak. Risiko akan berkurang dengan semakin lamanya bayi berada di dalam rahim. Tipe dari pendarahan otak bisa ringan hingga parah dan menyebabkan efek yang berbeda-beda.

    Bayi yang mengalami pendarahan otak yang parah dapat menderita cerebral palsy dan kelainan perkembangan saraf dan otak. Perawatan menggunakan peralatan medis tidak hanya menyebabkan orang tua merasa tertekan, bayi juga merasa tertekan. Namun, pemberian rangsangan positif ke bayi seperti sentuhan dan suara orang tua dapat meningkatkan kesehatan bayi.



2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app