Keputihan Pada Masa Kehamilan - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 12, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Mar 25, 2019 Waktu baca: 3 menit

Keputihan atau Flour albus adalah keluarnya cairan berwarna putih pada vagina. Kondisi ini sering ditemukan pada banyak wanita terutama pada menstruasi, masa kehamilan, hingga menopause. 

Keputihan normal disebabkan oleh perubahan hormon pada wanita. Namun,  tidak semua keputihan adalah normal. Beberapa penyakit seperti infeksi menular seksual perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan penyebaran infeksi ke saluran reproduksi dan organ-organ sekitarnya. Kondisi ini dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama dan dapat menimbulkan keluarnya cairan bening yang berbau busuk serta rasa gatal dan nyeri. Cairan yang keluar akibat infeksi pada vagina harus segera ditangani.

Keputihan disebabkan karena infeksi akibat jamur Candida albicans. Ciri khas dari infeksi jamur yaitu rasa gatal diarea organ kewanitaan. Gatal dirasakan terutama jika seseorang berkeringat atau melakukan aktivitas.  Jamur tersebut dapat tumbuh di dalam pernapasan, pencernaan, dan pada kemaluan wanita. 

Faktor fisiologis pada masa kehidupan wanita mempengaruhi jamur ini untuk menyebabkan infeksi. Pada keputihan abnormal, infeksi lain yang menyebabkan keputihan adalah Trichomonas vaginalis.

Keputihan pada masa menstruasi dan kehamilan merupakan suatu kondisi fisiologis yang normal. Cairan bening yang keluar pada masa menstruasi disebabkan karena hormon estrogen yang di produksi pada ovarium selama proses ovulasi dengan mengeluarkan cairan bening dan kental yang tidak berbau. 

Sedangkan pada masa kehamilan, keputihan biasa terjadi pada trisemester kedua kehamilan yang diakibatkan karena meningkatnya kebutuhan darah di vagina serta peningkatan kadar hormon estrogen. 

Cairan akan makin tebal bertambah banyak seiring masa kehamilan. Pada keputihan abnormal atau patologis, kondisi ini menyebabkan infeksi pada alat kelamin wanita terutama liang vagina. 

Cairan yang keluar pada memiliki leukosit yang banyak akibat proses infeksi, cairan berwarna khas dengan bau yang amis, disertai gatal dan nyeri.

Terdapat juga faktor eksogen yang dapat menyebabkan keputihan, antara lain:

  • Kebersihan yang kurang terjaga.
  • Kelelahan
  • Faktor Stres
  • Penggunaan bahan iritan tertentu seperti sabun kewanitaan, pantyliner berparfum, penggunaan pewangi pada area kewanitaan

Alat kelamin yang tidak bersih mudah sekali menyebabkan infeksi terutama keputihan. Menggunakan celana dalam berkali-kali juga menjadi dampak timbulnya kondisi ini.

Kelelahan dapat menganggu keseimbangan hormon dan menurunkan imunitas tubuh seseorang sehingga flora normal pada vagina akan mengalami penurunan atau perkembangan yang berlebihan.

Beban kerja dan pikiran yang berat dapat menyebabkan stres sehingga adrenalin dapat meningkat. Hormon estrogen ke vagina akan berkurang dan menghambat produksi asam laktat dan menimbulkan perkembangan infeksi.

Gejala yang Terjadi

Saat keputihan terjadi, sebenarnya tidak banyak gejala yang muncul. Keluarnya cairan bening adalah tanda utama bahwa anda mengalami keputihan. Gejala yang ditemukan pada keputihan normal yaitu: 

  • Keluar cairan putih atau bening
  • Keputihan saat Anda hamil
  • Keputihan karena Anda mengkonsumsi pil kb atau menggunakan kb suntik
  • Keputihan menjelang menopause

Pada kondisi keputihan abnormal gejala yang sering muncul yaitu:

  • Cairan yang berbau busuk atau apek
  • Cairan berwarna hijau, putih, kekuningan, seperti susu pecah
  • Disertai gatal atau nyeri
  • Demam
  • Rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual

Pencegahan dan Pengobatan Keputihan pada Kehamilan

Sebelum masalah ini terjadi, kita perlu mencegah agar infeksi jamur dan bakteri tidak berkembang di dalam tubuh kita. Infeksi yang berkembang tentu saja akan menimbulkan gejala yang tidak nyaman dan berkepanjangan. Beberapa cara yang mudah untuk mencegah keputihan pada kehamilan yaitu

  • Minum Air yang Banyak
  • Menjaga Kebersihan Vagina
  • Tidak memakai celana yang terlalu ketat
  • Rajin mengganti pembalut
  • Kurangi stres
  • Membersihkan vagina dari depan ke belakang
  • Gunakan kondom sekali pakai saat Anda melakukan hubungan seksual untuk mencegah penularan infeksi penyakit kelamin.

Air putih berguna untuk melancarkan pembuangan sisa cairan dan toksin di dalam tubuh. Saat anda buang air kecil, maka infeksi dan bakteri perlahan akan terbuang bersama air seni.

Jaga vagina anda agar tetap kering. Vagina yang dibiarkan lembab dan basah mengundang pertumbuhan infeksi jamur dan bakteri dengan cepat.

Celana yang ketat dapat menyebabkan vagina menjadi lembab sehingga meningkatkan kumpulan bakteri dan menyebabkan infeksi.

Darah yang keluar dari vagina saat menstruasi banyak mengandung infeksi bakteri. Disarankan untuk mengganti pembalut minimal 3 kali sehari agar vagina tetap kering.

Mengurangi beban pikiran melancarkan stabilitas hormon sehingga dapat mengurangi perkembangan infeksi

Pengobatan untuk keputihan didasari dengan tatalaksana pada penyakit jamur akibat Candida albicans. Beberapa obat yang dapat menghilangkan keputihan sekaligus menyembuhan keputihan akibat infeksi menular seksual yaitu menggunakan antijamur seperti Miconazol, terconazole,  fluconazole atau, Nistatin . Obat anti jamur ini dapat berupa tablet,  krim, supposutoria (dimasukkan ke dalam anus atau vagina) Pemilihannya tergantung kondisi infeksi.

Keputihan dapat terjadi secara normal dan abnormal sesuai dengan gejala dan riwayat yang terjadi. Kebersihan merupakan cara utama agar kita terhindar daro keputihan terutama pada masa kehamilan. 

Segera kunjungi dokter apabila anda menemukan keputihan pada vagina anda agar dapat diberikan obat yang tepat. 


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vaginal Discharge Guide: Causes, Symptoms and Treatment Options (https://www.drugs.com/health-guide/vaginal-discharge.html)
Vaginal discharge during pregnancy: Color and meaning (https://www.medicalnewstoday.com/articles/323433.php)
Vaginal Discharge During Pregnancy: What’s Normal? (https://www.healthline.com/health/pregnancy/vaginal-discharge-during-pregnancy#5)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app