Keputihan Pada Masa Kehamilan - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 343.858 orang

Keputihan atau Flour albus adalah keluarnya cairan berwarna putih pada vagina. Kondisi ini sering ditemukan pada banyak wanita terutama pada menstruasi, masa kehamilan, hingga menopause. 

Keputihan normal disebabkan oleh perubahan hormon pada wanita. Tetapi tidak semua keputihan adalah normal. Beberapa penyakit seperti infeksi menular seksual perlu diwaspadai karena. 

Kondisi ini dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama dan dapat menimbulkan keluarnya cairan bening yang berbau busuk serta rasa gatal dan nyeri. Cairan yang keluar akibat infeksi pada vagina harus segera ditangani.

Keputihan disebabkan karena infeksi akibat jamur Candida albicans. Jamur tersebut dapat tumbuh di dalam pernapasan, pencernaan, dan pada kemaluan wanita. 

Faktor fisiologis pada masa kehidupan wanita mempengaruhi jamur ini untuk menyebabkan infeksi. Pada keputihan abnormal, infeksi lain yang menyebabkan keputihan adalah Trichomonas vaginalis.

Keputihan pada masa menstruasi dan kehamilan merupakan suatu kondisi fisiologis yang normal. Cairan bening yang keluar pada masa menstruasi disebabkan karena hormon estrogen dan progesteron yang di produksi pada ovarium selama proses ovulasi dengan mengeluarkan cairan bening dan kental yang tidak berbau. 

Sedangkan pada masa kehamilan, keputihan biasa terjadi pada trisemester kedua kehamilan yang mengakibatkan meningkatnya kebutuhan darah di vagina serta generasi hormon estrogen yang meningkat. 

Cairan akan makin tebal bertambah banyak seiring masa kehamilan.   Pada keputihan abnormal atau patologis, kondisi ini menyebabkan infeksi pada alat kelamin wanita terutama liang vagina. 

Cairan yang keluar pada memiliki leukosit yang banyak akibat proses infeksi, cairan berwarna khas dengan bau yang amis, disertai gatal dan nyeri.

Terdapat juga faktor eksogen yang dapat menyebabkan keputihan, antara lain:

  • Kebersihan yang kurang terjaga.
  • Kelelahan
  • Faktor Stres

Alat kelamin yang tidak bersih mudah sekali menyebabkan infeksi terutama keputihan. Menggunakan celana dalam berkali-kali juga menjadi dampak timbulnya kondisi ini.

Kelelahan dapat menganggu keseimbangan hormon. Kadar glikogen akan menurun memudahkan bakteri dan jamur berkembang di alat kelamin.

Beban kerja dan pikiran yang berat dapat menyebabkan stres sehingga adrenalin dapat meningkat. Hormon estrogen ke vagina akan berkurang dan menghambat produksi asam laktat dan menimbulkan perkembangan infeksi.

Gejala yang Terjadi

Saat keputihan terjadi, sebenarnya tidak banyak gejala yang muncul. Keluarnya cairan bening adalah tanda utama bahwa anda mengalami keputihan. Gejala yang ditemukan pada keputihan normal yaitu: 

  • Keluar cairan putih atau bening
  • Cairan berwana sedikit kemerahan (Tanda Kehamilan)
  • Konstipasi
  • Gangguan pencernaan
  • Cairan berbentuk seperti keju
  • Tanpa berbau atau sedikit bau
  • Sakitr kepala
  • Kelelahan 

Pada kondisi keputihan abnormal gejala yang sering muncul yaitu:

  • Cairan yang berbau busuk atau apek
  • Cairan berwarna hijau, putih, kekuningan
  • Demam
  • Rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual

Pencegahan dan Pengobatan Keputihan pada Kehamilan

Sebelum masalah ini terjadi, kita perlu mencegah agar infeksi jamur dan bakteri tidak berkembang di dalam tubuh kita. Infeksi yang berkembang tentu saja akan menimbulkan gejala yang tidak nyaman dan berkepanjangan. Beberapa cara yang mudah untuk mencegah keputihan pada kehamilan yaitu

  • Minum Air yang Banyak
  • Menjaga Kebersihan Vagina
  • Tidak memakai celana yang terlalu ketat
  • Rajin mengganti pembalut
  • Kurangi stres

Air putih berguna untuk melancarkan pembuangan sisa cairan dan toksin di dalam tubuh. Saat anda buang air kecil, maka infeksi dan bakteri perlahan akan terbuang bersama air seni.

Jaga vagina anda agar tetap kering. Vagina yang dibiarkan lembab dan basah mengundang pertumbuhan infeksi jamur dan bakteri dengan cepat.

Celana yang ketat dapat menyebabkan vagina menjadi lembab sehingga meningkatkan kumpulan bakteri dan menyebabkan infeksi.

Darah yang keluar dari vagina saat menstruasi banyak mengandung infeksi bakteri. Disarankan untuk mengganti pembalut minimal 3 kali sehari agar vagina tetap kering.

Mengurangi beban pikiran melancarkan stabilitas hormon sehingga dapat mengurangi perkembangan infeksi

Pengobatan untuk keputihan didasari dengan tatalaksana pada penyakit jamur akibat Candida albicans. Beberapa obat yang dapat menghilangkan keputihan sekaligus menyembuhan keputihan akibat infeksi menular seksual yaitu:

  • Mikonazol 2% Krim
  • Kotrimazol 1% Krim
  • Nistatin Tablet

Penggunaan mikonazol krim dapat membunuh jamur yang menyebabkan keputihan dan menghilangkan gejala. Mikonazol diberikan 1 kali sehari selama 7 sampai 14 hari.

Kotrimazol dioleskan pada vagina 1 kali sehari selama 7 hari

Nistatin tablet juga digunakan untuk membasmi infeksi jamur. Nistatin dapat diberikan sebanyak 4 kali sehari selama 14 hari.

Keputihan dapat terjadi secara normal dan abnormal sesuai dengan gejala dan riwayat yang terjadi. Kebersihan merupakan cara utama agar kita terhindar daro keputihan terutama pada masa kehamilan. 

Segera kunjungi dokter apabila anda menemukan keputihan pada vagina anda agar dapat diberikan obat yang tepat. 

 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit