Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Kenali Ciri-Ciri Orang Dengan Kepribadian Ganda

Update terakhir: SEP 22, 2019 Tinjau pada SEP 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.005.200 orang

Kenali ciri-ciri orang dengan gangguan kepribadian ganda

Bergaul dengan orang yang “mood-mood’an” tentunya sangat tidak mengasyikan, karena yang awalnya sedang ceria bisa berubah tiba-tiba menjadi murung. Tapi selain karena “mood-mood’an”  tahukah kamu, perilaku seseorang bisa berubah drastis karena seseorang tersebut memang memiliki 2 kepribadian dalam 1 tubuh. Artinya ada 2 orang yang berbeda dalam 1 tubuh, sehingga seseorang yang sama bisa tiba-tiba berubah sifat. Hal ini cukup ngeri untuk dibayangkan dan kadang-kadang terdengar tidak masuk akal. Walaupun demikian dalam dunia medis, hal ini diakui kebenarannya. Hal ini dikenal dengan gangguan identitas disosiatif.

Gangguan identitas disosiatif (DID) sebelumnya disebut gangguan kepribadian ganda (GKG) yang merupakan gangguan disosiatif dramatis dimana pasien memanifestasikan dua atau lebih identitas dan perilaku berbeda.Ada juga ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang tidak dapat dijelaskan. Setiap identitas tampak memiliki sejarah pribadi, citra diri dan nama yang berbeda.  

Diagnosis gangguan kepribadian ganda dapat ditegakkan bila seseorang memiliki sekurang-kurangnya dua kondisi ego yang terpisah, atau berubah dan berbeda, tidak saling mempengaruhi dan muncul serta memegang kendali pada waktu yang berbeda. Umumnya terdapat dua hingga empat kepribadian pada saat diagnosis ditegakkan, namun selama berlangsungnya terapi seringkali muncul beberapa kepribadian baru. 

Gangguan kepribadian ganda biasanya berawal pada masa kanak-kanak, namun jarang didiagnosis hingga usia dewasa. Gangguan ini lebih luas dibanding gangguan disosiatif lain, dan lebih sering terjadi pada perempuan dibanding laki-laki.

Gangguan kepribadian ganda umumnya disertai sakit kepala, penyalahgunaan zat, fobia, halusinasi, upaya bunuh diri, disfungsi seksual, perilaku melukai diri sendiri, dan juga gejala disosiatif lain seperti amnesia dan depersonalisasi. Kriterianya adalah:

  • Harus ada dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda di dalam diri orang tersebut.
  • Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut (Switching).
  • Ada ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berkenaan dengan dirinya.
  • Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena efek psikologis dari substansi seperti alkohol atau obat-obatan atau karena kondisi medis seperti demam.

Apa yang menyebabkan terjadinya gangguan kepribadian ganda?

Walaupun penyebab pastinya belum diketahui, Ada 4 faktor yang diketahui berperan dalam menyebabkan gangguan kepribadian ganda, yaitu:

  • Berkaitan dengan genetik
  • Terjadinya trauma yang luar biasa, seperti pelecehan fisik atau seksual yang dilakukan oleh orang tua yang mendorong penggunaan disosiasi sebagai mekanisme pertahanan
  • Pengembangan kepribadian
  • Kegagalan orang lain untuk melindungi anak dari trauma lebih lanjut atau untuk memberikan pengasuhan yang dapat membantu anak bertahan dari trauma dan berkembang secara normal

Apakah kelainan ini bisa disembuhkan?

Ganguan ini tidak hilang dengan sendirinya. Butuh proses panjang untuk menyatukan kembali berbagai kepribadian kedalam kepribadian tunggal. Meskipun begitu, penggabungan tidak selalu bisa berhasil. Tujuan ini dimaksudkan untuk mencapai interaksi harmonis antara kepribadian-kepribadian agar berfungsi lebih normal.

Berbagai bentuk terapi dikemukakan oleh para psikiater. Diantaranya adalah terapi obat untuk meringankan beberapa gejala-gejala coexisting khusus, seperti gelisah atau depresi, tetapi tidak mempengaruhi gangguan itu sendiri.

Kedua psikoterapi. Terapi ini memang agak sulit dan sangat menyakitkan secara emosional. Karena orang tersebut mengalami emosional yang tinggi saat ingatan traumanya teringat kembali selama terapi. Biasanya diperlukan dua sampai satu minggu sesi psikoterapi yang dilakukan dan ini butuh waktu tiga sampai enam tahun.

Ketiga terapi psikoanalisis. Terapi ini lebih banyak dipilih. Karena tujuannya untuk mengangkat represi menjadi hukum sehari-hari dan dicapai melalui penggunaan berbagai teknik psikoanalitik dasar. Terapi ini menggunakan cara hipnotis.

Keempat terapi restrukturisasi kognitif. Prosedur ini bertujuan untuk membalikkan keadaan dan terapi ini efektif untuk mengubah perpindahan identitas penderita secara bertahap. Namun terapi ini hanya dapat dilakukan setelah menemukan kepribadian yang dimilki si penderita. Sebab, penderitanya tidak pernah menyadari kalau ia memiliki banyak kepribadian yang mungkin muncul.

Kelima, terapi ini menggunakan pendekatan kompreherensif dengan sembilan tahapan, yaitu:

  • Tahap Psikoterapi
  • Intervensi Preliminary (mendiagnosis kepribadian)
  • Pengumpulan informasi detail mengenai latar belakang masalah penderita
  • Menganalis trauma yang dialami klien
  • Analisis resolusi
  • Integrasi resolusi
  • Mempelajari alternatif kemampuan menghadapi masalah
  • Tindak lanjut terapi
  • Follow up

Referensi

Dorahy, MJ. et al. (2014). Dissociative identity disorder: An empirical overview. The Australian and New Zealand Journal of Psychiatry (italic). 48(5). pp. 402-17.

Mayo Clinic (2017). Diseases and Conditions. Dissociative Disorders.

NHS Choices UK (2017). Health A-Z. Dissociative Disorders.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit