GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Inilah Kandungan Herbal yang Bikin Tolak Angin Efektif Redakan Masuk Angin

Dipublish tanggal: Okt 14, 2020 Update terakhir: Okt 20, 2020 Waktu baca: 3 menit
Inilah Kandungan Herbal yang Bikin Tolak Angin Efektif Redakan Masuk Angin

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Tolak Angin adalah salah satu produk herbal Indonesia yang seringkali dianggap ampuh meredakan gejala masuk angin;
  • Ada 4 kandungan utama dalam produk Tolak Angin: Buah adas, kayu ules, daun cengkeh, dan jahe;
  • Tolak Angin ditujukan untuk meredakan gejala masuk angin, kelelahan, kurang tidur, dan memelihara daya tahan tubuh
  • Produk Tolak Angin tidak disarankan untuk digunakan oleh anak-anak di bawah usia 12 tahun, wanita hamil, dan wanita menyusui;
  • Beberapa pilihan produk Tolak Angin antara lain Tolak Angin Flu, Tolak Angin Anak + Madu, Tolak Angin Bebas Gula, dan Tolak Angin Permen;
  • Klik untuk membeli Tolak Angin serta obat masuk angin dan obat herbal lainnya dari rumah Anda melalui HDMall. Gratis ongkir ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Gunakan fitur chat untuk berbicara dengan apoteker kami seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Orang pintar minum Tolak Angin? Tagline tersebut tentu tak asing terdengar di sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu produk herbal dari Indonesia ini seringkali dianggap ampuh meredakan gejala masuk angin. Nah, pertanyaannya: Apa yang membuat Tolak Angin diklaim ampuh melawan masuk angin? 

Jawaban pertanyaan tersebut tentu saja kandungannya. Pada dasarnya, Tolak Angin memiliki empat kandungan berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Herbal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 37

1. Foeniculi fructus (Buah adas)

Foeniculi Fructus atau buah Adas yang lebih dikenal sebagai bumbu masakan memiliki manfaat sebagai pelega tenggorokan karena dapat membantu mengencerkan dan mengeluarkan dahak, serta mengurangi peradangan pada tenggorokan.

2. Isorae fructus (Kayu ules)

Kayu ules seringkali dijadikan sebagai bahan pembuatan jamu karena memiliki sifat analgesik yang berguna untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri. Kayu ules juga bermanfaat untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan imunitas tubuh. 

3. Caryophylli folium (Daun cengkeh)

Daun cengkeh yang ada dalam produk Tolak Angin memiliki khasiat untuk mengatasi mual, perut kembung, dan gangguan pencernaan lainnya. Daun cengkeh sendiri dianggap baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh karena kandungan antioksidan yang dimilikinya.

4. Zingiberis rhizoma (Jahe)

Selain mampu menghangatkan tubuh, ada beragam manfaat jahe bagi kesehatan, di antaranya membantu mengatasi mual, muntah, dan perut kembung. Jahe juga memiliki sifat anti-inflamasi dan analgesik yang berguna untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan pada tubuh. Oleh karena itu, jahe menjadi salah satu kandungan penting dalam Tolak Angin. 

Selain bahan-bahan di atas, sejumlah produk Tolak Angin juga memiliki kandungan bahan lain, seperti daun mint, madu, royal jelly, echinacea, valerian, panax ginseng, dan beberapa kandungan lainnya.

Baca juga: 10 Manfaat Jahe untuk Kesehatan 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Demam via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 26

Manfaat Tolak Angin

Selain itu, hampir semua produk Tolak Angin ditujukan untuk meredakan gejala masuk angin. Nah, masuk angin sendiri sering diartikan sebagai sensasi 'tidak enak badan' akibat banyaknya angin yang masuk ke dalam tubuh. Faktanya, dunia medis lokal dan internasional tidak mengenal penyakit 'masuk angin'.

Dilansir Kompas, dr. Mulia Sp. PD, dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, mengungkapkan bahwa masuk angin adalah istilah yang dipakai orang Indonesia untuk menggambarkan sekumpulan gejala dari 2 penyakit, yaitu maag (gastritis) dan flu biasa (common cold).

Saat terkena masuk angin, seseorang biasanya akan mengalami gejala maag seperti perut kembung, begah, mual, dan sering sendawa. Pada saat yang bersamaan, orang tersebut biasanya juga merasakan demam, menggigil, sakit kepala, hidung tersumbat atau meler, hingga badan pegal dan lemas sebagaimana gejala flu yang khas.

Masyarakat Indonesia menganggap masuk angin menjadi suatu penyakit yang sering muncul akibat kelamaan terkena udara AC atau sering hujan-hujanan. Padahal, sampai saat ini belum ada bukti medis yang cukup untuk mendukung klaim ini. Terlebih, gejala masuk angin yang sering diceritakan ternyata mirip dengan penyakit flu.

Selain efektif meredakan gejala masuk angin, obat herbal Tolak Angin juga dapat diminum saat sedang melakukan perjalanan jauh, kelelahan, atau kurang tidur. Untuk pemeliharaan daya tahan tubuh, dosis yang direkomendasikan oleh Tolak Angin adalah 2 sachet setiap hari. Dosis lainnya bisa dilihat pada kemasan.

Baca juga: 6 Penyebab Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Varian Tolak Angin

Tolak Angin adalah produk obat herbal yang diproduksi dan dikembangkan oleh PT. Sido Muncul yang terbukti melalui serangkaian pengujian dapat membantu memelihara atau menjaga daya tahan tubuh. Saat ini, ada beberap Tolak Angin yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat sesuai dengan indikasi penggunaan:

  1. Tolak Angin Cair;
  2. Tolak Angin Anak+Madu;
  3. Tolak Angin Flu;
  4. Tolak Angin Bebas Gula;
  5. Tolak Angin Mint Soft Capsule;
  6. Tolak Angin Permen;
  7. Tolak Angin Jamu Serbuk.

Meski Tolak Angin termasuk obat herbal tradisional dengan kandungan bahan alami, penggunaannya tetap harus mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan. Jika dalam 3 hari setelah penggunaan kondisi tetap tidak membaik, segera periksakan diri ke dokter.

Sejumlah efek samping ringan yang mungkin timbul akibat penggunaan produk herbal Tolak Angin adalah sakit kepala, sulit tidur, penglihatan kabur, dan gelisah. Bahkan efek samping yang parah seperti peningkatan detak jantung, penyempitan pembuluh darah jantung, dan penurunan gerak pada usus, juga mungkin terjadi.

Produk Tolak Angin tidak disarankan untuk digunakan oleh anak-anak di bawah usia 12 tahun, wanita hamil, dan wanita menyusui. Penderita gangguan fungsi hati juga sebaiknya tidak mengonsumsi Tolak Angin. Hindari penggunaan Tolak Angin dalam jangka panjang. Gunakanlah Tolak Angin tidak lebih dari 8 minggu berturut-turut.

Baca juga: Cara Atasi Masuk Angin Setelah Kehujanan 

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app