GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Jenis Kanker pada Anak

Dipublish tanggal: Jan 9, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 21, 2020 Waktu baca: 4 menit
Jenis Kanker pada Anak

Penyakit kanker ternyata tak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak. Bahkan menurut data WHO terdapat sekitar 200-300 ribu anak yang menderita kanker di seluruh dunia tiap tahunnya. Kanker anak sendiri terjadi ketika penyakit kanker menyerang anak-anak berusia di bawah 18 tahun yang bahkan mungkin sudah membawa sel kanker sejak dalam kandungan.

Anak-anak yang menderita kanker biasanya memiliki gejala seperti mudah terjatuh secara mendadak dan mengalami benjolan atau pembengkakan di bagian tubuh tertentu, kurang bersemangat, demam, sakit kepala disertai muntah, dan penurunan nafsu makan sehingga berat badan sulit naik. Jika beberapa gejala tersebut dialami bisa saja itu merupakan gejala penyakit kanker pada anak sehingga dibutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatan anak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Perbedaan antara kanker anak dengan kanker pada orang dewasa

Jenis penyakit kanker pada anak ada yang berbeda dibandingkan dengan yang dialami oleh orang dewasa seperti tingkat kesembuhan, posisi tumbuhnya sel kanker, dan metode pengobatan kanker.

Dari jenis kanker

Jangan berkecil hati, meski rasa sakit yang diderita anak-anak akibat penyakit kanker mungkin terlihat begitu menyakitkan, tetapi harapan dan kemungkinan untuk sembuhnya ternyata cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena jenis sel kanker yang tumbuh pada anak termasuk kanker sarkoma di mana pertumbuhan sel kanker ini umumnya berada di jaringan muda seperti di bagian saraf, tulang, kanker limfoma, dan otot.

Sementara pada orang dewasa, jenis kanker yang diderita umumnya berjenis karsinoma yang biasanya dialami oleh orang lanjut usia (lansia). Jenis kanker ini biasanya tumbuh di jaringan epitel, seperti pada prostat, payudara, ataupun rahim. Sel kanker yang tumbuh diawali dengan bentuk akar di berbagai jaringan sehingga mudah menyebar ke seluruh bagian tubuh lainnya.

Dari segi pengobatan kanker

Jika dilihat dari cara pengobatan penyakit kanker, metode pengobatan kemoterapi dan radiasi mungkin lebih efektif untuk mengatasi jenis kanker sarkoma pada anak-anak karena kemoterapi dan radiasi akan mengakibatkan kematian pada sel muda dan mempercepat proses regenerasi sel yang rusak. 

Sementara kanker jenis karsinoma pada orang dewasa cenderung lebih sulit disembuhkan jika menggunakan metode radiasi ataupun kemoterapi karena ketika regenerasi sel baru semakin menurun karena faktor bertambahnya usia maka hal tersebut tentu berdampak pada perlambatan proses pengobatan.

Baca juga: Mengenal Cara Kerja Kemoterapi dalam Pengobatan Kanker

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Domperidone if 10mg tab 1

Jenis penyakit kanker anak

1. Kanker darah

Kanker darah atau leukimia adalah satu satu jenis kanker yang paling sering menyerang anak-anak dan bisa menyebabkan terjadinya pembentukan sel leukosit yang abnormal. Kanker ini terjadi di bagian sumsum tulang belakang dan sel darah putih dengan gejala nyeri pada sendi dan tulang, terjadi pendarahan dan pembengkakan di bagian perut, mudah memar, gangguan pernapasan, rentan terkena mimisan serta demam dan pucat pada wajah. Leukimia dapat menghentikan produksi leukosit disertai dengan gangguan produksi trombosit dan eritrosit.

2. Limfoma

Kanker limfoma merupakan jenis kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh, termasuk mempengaruhi sumsum tulang belakang dan beberapa organ tubuh lain seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Gejala limfoma dapat berupa demam, munculnya keringat dan rasa lelah yang berlebihan, terdapat benjolan di bagian leher, ketiak, maupun paha, serta terjadinya penurunan berat badan pada anak.

3. Neuroblastoma

Neuroblastoma terjadi di berbagai bagian sistem saraf seperti leher, mata, maupun perut. Jenis kanker ini umumnya sudah mulai berkembang sejak pembentukan sel-sel saraf pada janin dan seringkali berasal dari kelenjar adrenal. Gejala neuroblastoma bisa berbeda tergantung lokasi terjadinya kanker, misalnya kanker di bagian perut mungkin akan muncul benjolan di perut, sementara jika neuroblastoma terjadi pada mata maka akan kelompak mata akan menurun.

4. Kanker atau tumor otak

Kanker otak cukup sering terjadi pada anak-anak terutama di bawah usia 7 tahun dan terjadi di bagian otak kecil lalu mulai menyerang sistem saraf pusat otak. Faktor genetik, kelainan bawaan, dan paparan radiasi yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kanker otak pada anak. Gejala kanker otak bisa berupa sakit kepala, mual, muntah, penglihatan buram, penurunan kesadaran, hingga masalah pergerakan saraf motorik (kelumpuhan).

5. Kanker ginjal (Wilms tumor/nephroblastoma)

Wilms tumor atau nephroblastoma merupakan salah satu jenis kanker anak yang terjadi pada salah satu ginjal atau bahkan kedua ginjal. Umumnya anak-anak berusia 3-4 tahun memiliki risiko tinggi mengidap Wilms tumor dengan gejala pembengkakan pada area sekitar ginjal disertai demam, mual, dan penurunan nafsu makan. Jika terdapat benjolan di bagian perut maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan fisik secara lengkap, termasuk tes darah, fungsi hati dan ginjal, serta pemeriksaan radiologi seperti foto rontgen, CT Scan, USG, dan MRI.

6. Kanker tulang

Penyakit kanker tulang umumnya terjadi ketika anak-anak memasuki masa pubertas dan usia remaja. Gejala kanker tulang biasanya disertai rasa nyeri terutama pada malam hari atau ketika banyak bergerak. Kanker tulang biasanya terjadi di bagian ujung tulang pipa pada kaki ataupun tangan (osteosarcoma) atau pada tulang pipih bagian pinggang dan punggung (ewing sarcoma).

Baca juga: Kenali Tanda dan Gejala Kanker Tulang Pada Anak

Diagnosis dan pengobatan kanker anak

Penyakit kanker pada anak harus diperhatikan oleh kedua orang tua melalui gejala yang muncul dan dibutuhkan penanganan yang cepat dengan melakukan pemeriksaan medis seperti x ray dan biopsi terlebih dahulu. Proses pengobatan yang cepat pada anak penderita kanker seperti melalui radiasi, kemoterapi, dan operasi akan meningkatkan harapan untuk sembuh. Meskipun begitu pengobatan radiasi dan kemoterapi dapat menimbulkan efek samping seperti mual, anemia, dan kebotakan pada rambut.

Selain itu, demi menjaga kesehatan buah hati ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin ke dokter anak, menjauhkan paparan asap rokok dari jangkauan anak-anak, memberikan asupan nutrisi yang sehat dan seimbang, mengajarkan anak untuk memiliki pola hidup sehat termasuk dengan mencukupi kebutuhan tidur.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Cancer in Children. American Cancer Society. (https://www.cancer.org/cancer/cancer-in-children.html)
Types of Cancer that Develop in Children . American Cancer Society. (https://www.cancer.org/cancer/cancer-in-children/types-of-childhood-cancers.html)
Cancer in Children. World Health Organization (WHO). (https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer-in-children)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app