Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Jantung Bengkak: Definisi, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 21, 2019 Tinjau pada OCT 21, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.083.319 orang

Jantung Bengkak: Definisi, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Apa itu jantung bengkak? Ini merupakan istilah awam yang mungkin sering dokter pakai dalam menjelaskan diagnosis kepada pasien agar mudah diterima, sekilas pasti banyak yang bertanya-tanya dan belum banyak tahu tentang jantung bengkak ini. Oleh karena itu, di sini akan dibahas untuk lebih memahami tentang kondisi medis ini yang meliputi definisi, penyebab jantung bengkak, gejala, serta pengobatannya.

Definisi Jantung Bengkak dan Jenisnya

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Dalam istilah medis jantung bengkak disebut sebagai Kardiomegali (Cardiomegaly) yaitu pembengkakan jantung sehingga ukurannya membesar melebihi jantung normal. Biasanya hal ini dapat diketahui setelah seseorang melakukan pemeriksaan rontgen dada.

Apa yang terjadi pada jantung? Mengapa bisa bengkak?

Jantung bengkak timbul akibat respons terhadap gangguan pada otot jantung. Ada dua jenis masalah dalam hal ini,

  • kardiomegali dilatasi

kardiomegali dilatasi yaitu jantung bengkak akibat melonggarnya otot jantung sehingga volume bilik jantung menjadi lebih besar. Kardiomiopati dilatasi (otot jantung menipis) adalah jenis utama kardiomegali. Dalam kardiomiopati dilatasi, dinding kedua sisi kiri dan kanan jantung (ventrikel) menjadi tipis dan meregang. Hasilnya adalah pembesaran jantung.

  • Kardiomegali Hipertrofi

akibat penebalan pada otot jantung atau disebut sebagai hipertrofi. Pada kardiomegali hipertrofi, otot ventrikel kiri jantung menjadi menebal. Hal ini paling sering disebabkan oleh tekanan darah tinggi (hipertensi) yang menyebabkan pembesaran ventrikel kiri (hipertrofi). Secara umum, kemampuan jantung memompa lebih baik pada kardiomegali "tebal" (Hypertrophic) dibanding "tipis" (Dilated).

Pada tahap awal mungkin pembengkakan jantung masih dapat memompa darah secara normal, namun seiring berkembangnya pembengkakan kemampuan jantung memompa semakin menurun hingga ahirnya terjadilah gagal jantung.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat v2

Gejala Jantung Bengkak

Pada beberap orang jantung bengkak tidak menimbulkan gejala. Namun, bila jantung bengkak sampai menimbulkan ketidakmampuan memompa darah secara efektif, maka gejala gagal jantung kongestif dapat muncul yang meliputi:

  • Sesak napas (terutama saat aktifitas atau ketika berbaring datar)
  • Kaki bengkak
  • Berat badan bertambah karena pembengkakan
  • Kelelahan
  • Terkadang nyeri dada
  • Palpitasi atau jantung berdebar

Penyebab Jantung Bengkak

Pembengkakan jantung dapat disebabkan oleh kondisi yang menyebabkan jantung untuk memompa lebih keras dari biasanya atau yang merusak otot jantung. Akan tetapi, terkadang jantung membesar dan menjadi lemah untuk alasan yang tidak diketahui (idiopathic).

Berikut penyebab jantung bengkak yang telah diketahui hingga saat ini:

  • Darah tinggi. Darah tinggi membuat jantung memompa lebih keras untuk memenuhi aliran darah ke seluruh tubuh, jika ini berlangsung lama maka jantung akan memperbesar diri dengan penebalan otot jantung. Hipertensi dapat menyebabkan ventrikel kiri membesar, menyebabkan otot jantung akhirnya melemah. Tekanan darah tinggi juga dapat memperbesar ruang atas jantung (atrium).
  • Penyakit katup jantung. Empat katup dalam jantung menjaga darah mengalir ke arah yang benar. Jika katup rusak oleh kondisi seperti demam rematik, kelainan jantung, infeksi (endokarditis infeksius), gangguan jaringan ikat, obat-obatan tertentu atau perawatan radiasi untuk kanker, maka bisa menyebabkan jantung membesar.
  • Penyakit otot jantung (kardiomiopati). Ketika penebalan dan kekakuan otot jantung berkembang, maka jantung akan membengkak dalam usahanya memompa lebih banyak darah ke tubuh.
  • Hipertensi pulmonal. Tekanan darah tinggi pada arteri yang menghubungkan jantung dan paru-paru. Suatu ketika jantung harus memompa lebih keras untuk memindahkan darah antara paru-paru dan jantung. Akibatnya jantung sebelah kanan bisa membesar.
  • Kurang darah merah (anemia). Anemia adalah suatu kondisi di mana tidak ada sel-sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup dan memadai untuk jaringan. Anemia kronis yang tidak diobati dapat menyebabkan denyut jantung yang cepat atau tidak teratur. Hal ini terjadi karena jantung harus memompa lebih banyak darah untuk menebus kekurangan oksigen dalam darah.
  • Gangguan tiroid. Masalah pada tiroid baik itu tiroid kurang aktif  (hipotiroidisme) ataupun kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk pembengkakan jantung.
  • Amiloidosis. Penyakit langka yang dapat mempengaruhi jantung, merupakan suatu kondisi di mana protein abnormal beredar dalam darah dan dapat disimpan dalam jantung, mengganggu fungsi jantung dan menyebabkannya membesar.

Pengobatan Jantung Bengkak

Ada beberapa tips untuk mengatasi jantung bengkak, meskipun sulit untuk dapat menyembuhkannya. Dokter merekomendasikan perubahan gaya hidup untuk memperbaiki kondisi Anda sebagai berikut:

  • Berhenti merokok.
  • Menurunkan berat badan berlebih.
  • Batasi jumlah garam dalam makanan kurang dari 1,500mg setiap hari.
  • Mengendalikan diabetes jika ada.
  • Memonitor tekanan darah secara rutin.
  • Hindari alkohol dan kafein.
  • Istirahat cukup dengan tidur delapan jam setiap malam.
  • Melakukan latihan atau oleh raga sederhana sesuai rekomendasi dokter
  • Manajemen stress
  • Minum obat sesuai anjuran dokter
  • Rutin melakukan control ke dokter untuk monitoring kondisi.

Di samping itu, patuhi juga pengobatan jantung bengkak yang diberikan oleh dokter yang biasanya meliputi:

  • Diuretik. Obat jantung bengkak ini berfungsi menurunkan jumlah natrium dan air dalam tubuh sehingga menarik cairan yang berada diluar pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan volume di pembuluh darah dan memenurunkan tekanan darah dan mengurangi beban jantung.
  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor. untuk merelaksasikan otot pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah. Penurunan tekanan darah ini membantu memperlancar aliran darah dan meningkatkan kemampuan jantung memompa
  • Angiotensin receptor blocker (ARB). untuk memberikan manfaat seperti ACE inhibitor bagi mereka yang tidak dapat meminum  ACE inhibitor misalnya karena alergi.
  • Beta blockers untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi jantung.
  • Digoxin. Obat yang dapat membantu meningkatkan fungsi pemompaan jantung dengan menurunkan denyut jantung.
  • Antikoagulan untuk mengurangi risiko penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke
  • Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan atau inflamasi

Itulah ringkasan mengenai jantung bengkak mulai dari definisi hingga cara pengobatannya, semoga bermanfaat :)

 

Referensi

Beckerman, J. WebMD (2016). Enlarged Heart (Cardiomegaly).

Beckerman, J. WebMD (2016). Heart Failure and a Low-Salt Diet.

Cleveland Clinic (2016). Heart Failure Diet: Low Sodium.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit