Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Kesehatan Fisik

Intoleransi Laktosa

Update terakhir: SEP 21, 2019 Tinjau pada SEP 21, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.426.907 orang

Intoleransi Laktosa

Apakah perut Anda terasa mulas setelah minum susu?  Apakah gejala tersebut berlanjut menjadi diare?  Jika demikian, mungkin itu adalah gejala intoleransi laktosa atau kebanyakan orang menyebutnya sebagai Alergi Susu, padahal dua hal ini berbeda.

Intoleransi laktosa berarti bahwa seseorang tidak bisa mencerna makanan yang mengandung laktosa di dalamnya. Laktosa adalah gula dengan bentuk sederhana yang ditemukan dalam susu dan makanan yang terbuat dari susu. Seseorang tidak bisa mencerna laktosa karena usus kecilnya tidak memiliki cukup enzim yang disebut laktase.

Gejala intoleransi laktosa biasanya dimulai dalam waktu setengah jam sampai dua jam setelah makan atau minum makanan yang mengandung laktosa.

Gejala Intoleransi Laktosa meliputi: * Diare * Mual * Perut kram * Kembung * Sering buang gas

Seperti telah disinggung diatas, Intoleransi Laktosa  tidak sama dengan alergi susu. Alergi susu ataupun Alergi Makanan terjadi karena masalah dengan sistem pertahanan, yang disebut sistem kekebalan tubuh. Pada alergi makanan proses terjadinya yaitu ketika sel tubuh memproduksi histamin berlebih sebagai respon merawat zat alergi (allergen). Gejala alergi susu dimulai tepat setelah minum susu. Gejala alergi tidak terbatas pada keluhan saluran pencernaan tetapi meliputi sesak, ruam kemerahan, pusing .Pada intoleransi laktosa memakan waktu lebih lama untuk menimbulkan gejala dan biasanya keluhan hanya terbatas pada gangguan pencernaan.

Intoleransi laktosa lebih umum terjadi di beberapa kelompok etnis - khususnya, Asia, kulit hitam, Hispanik, dan penduduk asli Amerika. Kondisi ini juga lebih umum pada orang tua, karena pada orang tua produksi enzim laktase nya sedikit tidak seperti usia muda.

Bagaimana jika saya mengalami Intoleransi Laktosa ? Meskipun kondisi ini membuat tidak nyaman, kondisi ini tidaklah menyebabkan masalah serius. Salah satu cara untuk menghindari gejala Intoleransi Laktosa adalah makan sedikit makanan yang mengandung laktosa.

Selain susu, laktosa juga terdapat pada : * Es Krim * Cream * Butter * Beberapa keju (termasuk keju cottage) * Yogurt

Laktosa juga ditambahkan ke beberapa makanan olahan, seperti: * Roti yang dipanggang * Sereal * Campuran untuk kue, cookies, pancake, dan biskuit * Kentang Instan, dan sup * mayonaise * Margarin

Jika Anda berencana untuk makan makanan dengan laktosa tinggi, tablet laktase dapat diminum sebelum makan.  Tablet ini sebagai pengganti laktase pada saluran cerna. Pilihan lain adalah dengan minum susu rendah laktosa. Susu ini berisi nutrisi yang sama seperti susu biasa,termasuk kalsium dan vitamin D, tapi mengandung sedikit laktosa. Beberapa susu seperti susu kedelai dapat dikonsumsi.

Beberapa orang dengan intoleransi laktosa, mereka bisa makan  beberapa makanan yang mengandung laktosa namun hanya sedikit maknnya. Misalnya, mereka mungkin bisa makan keju yoghurt, seperti cheddar. Ada juga yang bisa mentolerir susu jika mereka meminumnya dalam jumlah kecil atau minum saat makan.

Jika Anda tidak bisa mentolerir sejumlah susu atau produk susu, Anda harus menemukan cara lain untuk mendapatkan cukup kalsium. Kalsium diperlukan untuk kesehatan tulang dan gigi.  Juga, tanyakan kepada dokter apakah perlu tambahan suplemen kalsium setiap hari.

Jadi meskipun anda mengalami Intoleransi Laktosa, jangan sampai anda kekurangan nutrisi.

 

Referensi

American College of Allergy, Asthma, & Immunology ACAAI. Milk & Dairy Allergy.

American College of Gastroenterology. Lactose Intolerance in Children.

Arnarson, A. Healthline (2015). A1 vs A2 Milk - Does it Matter?

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit