Ini Bedanya Berlari dengan Sepatu dan Tanpa Sepatu

Dipublish tanggal: Mei 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Ini Bedanya Berlari dengan Sepatu dan Tanpa Sepatu

Olahraga lari memang menjadi salah satu olahraga yang banyak digemari karena sangat mudah dilakukan dan memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Selain itu, berlari juga tidak memerlukan alat khusus, hanya sepatu saja. Bahkan beberapa orang lebih menyukai berlari tanpa menggunakan sepatu alias nyeker.

Ada banyak pro kontra tentang berlari menggunakan dan tidak menggunakan sepatu. Ada yang beranggapan bila berlari tanpa sepatu lebih baik dari berlari dengan sepatu. Apakah memang benar demikian? Berikut ulasannya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Lari tanpa alas kaki

Beberapa ahli kesehatan beranggapan bila berlari tanpa sepatu bisa meningkatkan kelincahan kaki, memperkuat otot, ligament, dan tendon kaki. Selain itu, berlari tanpa sepatu juga dipercaya bisa memperkuat otot-otot kecil pada pergelangan dan telapak kaki serta pinggul. 

Manfaat lain dari lari tanpa alas kaki adalah berfungsi sebagai pijat kaki karena selama berjalan di permukaan yang tidak rata akan merangsang titik sensitif pada kaki.

Meskipun lari tanpa menggunakan alas kaki mempunyai banyak manfaat, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Ketika berlari tanpa alas kaki, kaki biasanya akan mendarat pada bagian tengah atau depan telapak kaki. 

Oleh karena itu, kaki mendarat secara perlahan dengan beban gaya pada tungkai dan kaki lebih kecil. Selain itu, berlari tanpa alas kaki memberikan beban yang lebih sedikit dibanding dengan berlari menggunakan sepatu.

Salah satu resiko dari berlari tanpa menggunakan alas kaki adalah bisa menyebabkan lengkungan kaki hilang dan telapak kaki menjadi datar. Selain itu, berlari tanpa alas kaki juga memperbesar resiko terinjak benda yang bisa melukai kaki. 

Pada trek lari tertentu, sepertu berlari pada trek berbatu atau terjal, berlari tanpa sepatu bisa menyebabkan rasa sakit dan nyeri pada otot. Oleh karena itu, sebaiknya pelajari terlebih dahulu teknik berlari tanpa sepatu untuk menghindari cedera.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Lari dengan alas kaki

Hal ini ketika berlari tanpa sepatu, kaki akan mendarat pada bagian tumit terlebih dahulu dan jarak langkah kaki cenderung melebar. Oleh karenanya tumit akan mendapatkan tekanan yang lebih besar sehingga meningkatkan resiko cedera. Selain itu, sepatu juga berfungsi untuk melindungi kaki agar tidak terinjak benda tajam.

Sebuah studi mengungkapkan bila berlari tanpa alas kaki ternyata bisa mengubah cara berlari manusia. Hal ini karena berlari tanpa sepatu menyebabkan telapak kaki menjadi datar. 

Padahal normalnya telapak kaki sedikit melengkung yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Menggunakan sepatu ketika berlari bisa menjaga lengkungan pada telapak kaki tetap ada dan berfungsi sesuai nomal.

Pilihan sepatu untuk berlari juga sebaiknya tidak sembaranga. Anda tidak bisa menggunakan sepatu jenis flat shoes atau pantofel untuk berlari. Namun pilihlah sepatu yang memang khusus untuk olahraga lari dengan ukuran dan tingkat kenyamanan sesuai yang dibutuhkan. Dengan begitu, Anda bisa meminimalisir resiko cedera ketika sedang berlari.

Lalu mana yang lebih baik?

Berlari dengan alas kaki ataupun tanpa alas kaki mempunyai manfaat dan resiko tersendiri. Oleh karena itu sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan juga tingkat kenyamanan. Bila masih baru mulai berlari, sebaiknya memang menggunakan alas kaki dan mempelajari terlebih dahulu teknik-teknik dalam berlari. 

Dengan begitu, ketika berlari tanpa sepatu, Anda bisa menghindari segala faktor resiko cedera yang mungkin terjadi. Selain itu juga pilihlah trek lari yang tepat bila menggunakan sepatu ataupun tanpa menggunakan sepatu. 

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Barefoot Running. Sportscience. (https://www.sportsci.org/jour/0103/mw.htm)
Barefoot Running Claims and Controversies. JAPMA Online. (https://www.japmaonline.org/doi/abs/10.7547/1010231?journalCode=apms)
Barefoot Running. The University of New Mexico. (https://www.unm.edu/~lkravitz/Article%20folder/barefoot.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app