Ingin Pencernaan Tetap Sehat? Ketahui Cara Meningkatkan Bakteri Baik dalam Pencernaan

Dipublish tanggal: Jul 31, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Agu 4, 2019 Waktu baca: 3 menit
Ingin Pencernaan Tetap Sehat? Ketahui Cara Meningkatkan Bakteri Baik dalam Pencernaan

Bakteri identik dengan mikroba jahat, padahal sebenarnya bakteri tidak selalu bersifat negatif. Ada kalanya keberadaan bakteri justru sangat dibutuhkan untuk membantu kinerja tubuh, tetapi bakteri yang dibutuhkan oleh tubuh ini disebut dengan bakteri baik atau probiotik.

Jumlah bakteri baik ataupun bakteri jahat pada tubuh sangat ditentukan oleh pola makan terutama dari asupan makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Ketika Anda menjalani pola makan yang sembarangan tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan, maka kemungkinan besar akan lebih banyak bakteri jahat yang ada pada tubuh. Untuk itu dibutuhkan keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat dalam tubuh agar dapat mencegah munculnya risiko penyakit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Bakteri baik umumnya berada di saluran cerna terutama pada usus, yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan. Bakteri baik sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Bifidobakterium dan Laktobasilus. Laktobasilus adalah jenis kelompok bakteri baik yang paling mudah Anda temukan pada beberapa produk minuman seperti yoghurt dan minuman probiotik untuk membantu mengatasi masalah intoleransi laktosa ataupun diare. Sementara Bifidobakterium dapat Anda temukan di dalam produk susu untuk membantu mengurangi gejala sindrom iritasi usus.

Baca juga: 6 Fakta Menarik tentang Sistem Pencernaan

Panduan meningkatkan jumlah bakteri baik dalam pencernaan

Selain diproduksi oleh tubuh, probiotik atau bakteri baik juga dapat diperoleh dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan berikut. Beberapa panduan ini dapat meningkatkan jumlah bakteri baik, antara lain:

Kurangi asupan pemanis buatan

Kandungan pemanis buatan pada makanan maupun minuman tidak hanya berdampak buruk terhadap kadar gula darah, namun juga berpengaruh pada jumlah bakteri baik atau probiotik di dalam saluran pencernaan. Selain meningkatkan risiko diabetes, konsumsi pemanis buatan juga bisa menurunkan jumlah perkembangan bakteri baik dalam usus. Hal ini secara tidak langsung juga dapat menimbulkan berbagai masalah pada sistem pencernaan.

Perbanyak konsumsi makanan hasil fermentasi

Makanan atau minuman fermentasi sangat dianjurkan apabila Anda ingin meningkatkan jumlah bakteri baik atau probiotik dalam usus. Hal ini disebabkan karena hasil fermentasi secara alami sudah mengandung berbagai jenis probiotik yang dapat menambah jumlah bakteri baik pada usus.

Beberapa jenis makanan fermentasi yang bisa Anda pilih adalah kimchi, tempe, tapai, dan kombucha. Selain makanan, produk olahan susu yang telah difermentasi seperti yoghurt dan juga kefir sangat baik untuk meningkatkan kesehatan saluran cerna. Untuk mendapatkan hasil optimal, Anda dapat mengonsumsi makanan dan minuman hasil fermentasi ini dengan takaran yang sesuai dan tidak berlebihan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Baca juga: Yoghurt Dapat Menurunkan Kolesterol Jahat

Konsumsi sayur, buah, dan kacang-kacangan

Mengonsumsi buah dan sayur yang kaya serat akan sangat baik bagi kesehatan karena serat yang masuk ke dalam tubuh akan dibutuhkan oleh bakteri baik untuk berkembang dan membantu memperlancar proses pencernaan.

Tak hanya itu, kacang-kacangan juga mengandung banyak serat yang dapat membantu kesehatan organ pencernaan seperti usus dan membantu makanan agar lebih cepat diserap tubuh. Tetapi Anda tetap harus membatasi jumlah kacang-kacangan yang Anda konsumsi agar tidak berlebihan karena kacang memiliki kandungan lemak nabati yang tinggi.

Konsumsi tambahan probiotik dari luar

Selain dari sumber makanan alami, Anda juga dapat meningkatkan jumlah probiotik dalam tubuh dengan mengonsumsi suplemen probiotik. Suplemen ini  sudah banyak tersedia di toko obat dan apotek dalam bentuk cairan maupun kapsul. Fungsi dari probiotik ini sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh terutama memperlancar fungsi kerja usus.

Baca juga: Mengenal Probiotik dan Jenis Makanan Kaya Probiotik

Mengurangi jumlah asupan protein hewani

Protein tentu sangat baik bagi tubuh, salah satunya untuk menambah massa otot. Sumber protein juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu protein hewani dan protein nabati. Kedua jenis protein ini baik, namun sebaiknya Anda menghindari konsumsi protein dari hewan terlalu banyak karena akan berpengaruh pada kesehatan usus.

Konsumsi makanan yang mengandung polifenol

Selain mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik, mengonsumsi polifenol secara tidak langsung dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik pada saluran pencernaan. Kandungan polifenol bisa membantu menstabilkan tekanan darah dan mencegah terjadinya inflamasi atau peradangan pada tubuh terutama pada usus. 

Selain itu, polifenol juga mengandung antioksidan yang tinggi dan dapat membantu mencegah radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Anda dapat memperoleh kandungan polifenol dari makanan seperti dark chocolate, bawang putih, brokoli dan teh hijau.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
D'Argenio, Valeria & Salvatore, Francesco. (2015). The role of the gut microbiome in the healthy adult status. Clinica Chimica Acta. 192. 10.1016/j.cca.2015.01.003.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/270909805_The_role_of_the_gut_microbiome_in_the_healthy_adult_status)
Wang, Hao & Wei, Chuan-Xian & Min, Lu & Zhu, Ling-Yun. (2018). Good or bad: gut bacteria in human health and diseases. Biotechnology & Biotechnological Equipment. 32. 1-6. 10.1080/13102818.2018.1481350.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/325704791_Good_or_bad_gut_bacteria_in_human_health_and_diseases)
Quigley, Eamonn. (2013). Gut Bacteria in Health and Disease. Gastroenterology & hepatology. 9. 560-9.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/261610829_Gut_Bacteria_in_Health_and_Disease)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app