Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. AHMAD MUHLISIN
Kebiasaan Sehat

Ingin Pencernaan Tetap Sehat? Ketahui Cara Meningkatkan Bakteri Baik dalam Pencernaan

Update terakhir: FEB 17, 2020 Tinjau pada FEB 17, 2020 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.070.226 orang

Ingin Pencernaan Tetap Sehat? Ketahui Cara Meningkatkan Bakteri Baik dalam Pencernaan

Bakteri identik dengan mikroba jahat, padahal sebenarnya bakteri tidak selalu bersifat negatif. Ada kalanya keberadaan bakteri justru sangat dibutuhkan untuk membantu kinerja tubuh, tetapi bakteri yang dibutuhkan oleh tubuh ini disebut dengan bakteri baik atau probiotik.

Jumlah bakteri baik ataupun bakteri jahat pada tubuh sangat ditentukan oleh pola makan terutama dari asupan makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Ketika Anda menjalani pola makan yang sembarangan tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan, maka kemungkinan besar akan lebih banyak bakteri jahat yang ada pada tubuh. Untuk itu dibutuhkan keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat dalam tubuh agar dapat mencegah munculnya risiko penyakit.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Bakteri baik umumnya berada di saluran cerna terutama pada usus, yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan. Bakteri baik sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Bifidobakterium dan Laktobasilus. Laktobasilus adalah jenis kelompok bakteri baik yang paling mudah Anda temukan pada beberapa produk minuman seperti yoghurt dan minuman probiotik untuk membantu mengatasi masalah intoleransi laktosa ataupun diare. Sementara Bifidobakterium dapat Anda temukan di dalam produk susu untuk membantu mengurangi gejala sindrom iritasi usus.

Baca juga: 6 Fakta Menarik tentang Sistem Pencernaan

Panduan meningkatkan jumlah bakteri baik dalam pencernaan

Selain diproduksi oleh tubuh, probiotik atau bakteri baik juga dapat diperoleh dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan berikut. Beberapa panduan ini dapat meningkatkan jumlah bakteri baik, antara lain:

Kurangi asupan pemanis buatan

Kandungan pemanis buatan pada makanan maupun minuman tidak hanya berdampak buruk terhadap kadar gula darah, namun juga berpengaruh pada jumlah bakteri baik atau probiotik di dalam saluran pencernaan. Selain meningkatkan risiko diabetes, konsumsi pemanis buatan juga bisa menurunkan jumlah perkembangan bakteri baik dalam usus. Hal ini secara tidak langsung juga dapat menimbulkan berbagai masalah pada sistem pencernaan.

Perbanyak konsumsi makanan hasil fermentasi

Makanan atau minuman fermentasi sangat dianjurkan apabila Anda ingin meningkatkan jumlah bakteri baik atau probiotik dalam usus. Hal ini disebabkan karena hasil fermentasi secara alami sudah mengandung berbagai jenis probiotik yang dapat menambah jumlah bakteri baik pada usus.

Beberapa jenis makanan fermentasi yang bisa Anda pilih adalah kimchi, tempe, tapai, dan kombucha. Selain makanan, produk olahan susu yang telah difermentasi seperti yoghurt dan juga kefir sangat baik untuk meningkatkan kesehatan saluran cerna. Untuk mendapatkan hasil optimal, Anda dapat mengonsumsi makanan dan minuman hasil fermentasi ini dengan takaran yang sesuai dan tidak berlebihan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Baca juga: Yoghurt Dapat Menurunkan Kolesterol Jahat

Konsumsi sayur, buah, dan kacang-kacangan

Mengonsumsi buah dan sayur yang kaya serat akan sangat baik bagi kesehatan karena serat yang masuk ke dalam tubuh akan dibutuhkan oleh bakteri baik untuk berkembang dan membantu memperlancar proses pencernaan.

Tak hanya itu, kacang-kacangan juga mengandung banyak serat yang dapat membantu kesehatan organ pencernaan seperti usus dan membantu makanan agar lebih cepat diserap tubuh. Tetapi Anda tetap harus membatasi jumlah kacang-kacangan yang Anda konsumsi agar tidak berlebihan karena kacang memiliki kandungan lemak nabati yang tinggi.

Konsumsi tambahan probiotik dari luar

Selain dari sumber makanan alami, Anda juga dapat meningkatkan jumlah probiotik dalam tubuh dengan mengonsumsi suplemen probiotik. Suplemen ini  sudah banyak tersedia di toko obat dan apotek dalam bentuk cairan maupun kapsul. Fungsi dari probiotik ini sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh terutama memperlancar fungsi kerja usus.

Baca juga: Mengenal Probiotik dan Jenis Makanan Kaya Probiotik

Mengurangi jumlah asupan protein hewani

Protein tentu sangat baik bagi tubuh, salah satunya untuk menambah massa otot. Sumber protein juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu protein hewani dan protein nabati. Kedua jenis protein ini baik, namun sebaiknya Anda menghindari konsumsi protein dari hewan terlalu banyak karena akan berpengaruh pada kesehatan usus.

Konsumsi makanan yang mengandung polifenol

Selain mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik, mengonsumsi polifenol secara tidak langsung dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik pada saluran pencernaan. Kandungan polifenol bisa membantu menstabilkan tekanan darah dan mencegah terjadinya inflamasi atau peradangan pada tubuh terutama pada usus. 

Selain itu, polifenol juga mengandung antioksidan yang tinggi dan dapat membantu mencegah radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Anda dapat memperoleh kandungan polifenol dari makanan seperti dark chocolate, bawang putih, brokoli dan teh hijau.

Referensi

Healthline. 11 Probiotic Foods That Are Super Healthy

Medical News Today. (2019). 10 ways to improve gut health

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit