Mencukur Rambut Kemaluan, Perlu Atau Tidak, Sih?

Dipublish tanggal: Jul 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mencukur Rambut Kemaluan, Perlu Atau Tidak, Sih?

Beberapa orang rutin mencukur rambut kemaluannya karena berbagai alasan. Ada yang karena risi dengan rambut kemaluan yang terus memanjang, ingin menjaga kebersihan, hingga permintaan pribadi pasangan. Memangnya, apakah mencukur rambut kemaluan itu perlu dan apa dampaknya bagi kesehatan? Metode mana yang aman dilakukan untuk mencukur bulu kemaluan? Tenang, semua jawabannya bisa Anda temukan pada ulasan berikut ini.

Apa fungsi rambut kemaluan?

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sebanyak 59 persen wanita yang rutin mencukur rambut kemaluannya. Dari 59 persen ini, sekitar 46 persen di antaranya menjadikan aktivitas bercukur sebagai rutinitas atas alasan keinginan pribadi, sementara sisanya karena alasan permintaan pasangan.

Meski letaknya ada di bawah sana, rambut kemaluan bisa tumbuh bukan karena tidak ada manfaat sama sekali. Sering diabaikan, rambut kemaluan justru bermanfaat untuk menjaga kesehatan vagina dari risiko gesekan yang dapat menyebabkan luka dan iritasi di area organ intim.

Tak hanya itu, bulu kemaluan juga berperan sebagai pelindung jaringan di organ intim. Dengan demikian, area kelamin Anda tidak mudah terinfeksi oleh bakteri maupun kotoran.

Baca Juga: Vagina Sering Gatal? Ternyata Ini 5 Penyebab dan Cara Tepat Mengatasinya

Beberapa metode untuk menghilangkan rambut kemaluan

Karena letaknya di area organ intim, mencukur rambut kemaluan tidak boleh sembarangan. Hati-hati, salah cara cukur malah bisa membuat area kewanitaan jadi terluka hingga iritasi.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan rambut kemaluan dengan aman, antara lain:

1. Dicukur

Mencukur merupakan cara yang paling sering dipilih wanita karena lebih murah dan tidak menyakitkan. Bahan yang diperlukan juga sederhana, Anda hanya perlu menyiapkan alat pencukur serta krim cukur untuk mempermudah prosesnya.

Sayangnya, proses mencukur rambut kemaluan akan membuat rambut lebih cepat tumbuh kembali, bahkan hanya dalam hitungan beberapa hari. Beberapa wanita juga mengeluhkan rasa gatal ketika rambut tumbuh kembali.

2. Waxing

Waxing adalah metode mengoelskan cairan lilin hangat pada bagian rambut kemaluan yang akan dihilangkan. Sebelum lilin mengeras, ditempelkan bahan seperti kain tipis untuk mengangkat lilin beserta rambut yang menempel. 

Setelah lilin mengeras, Anda hanya perlu menarik kain tersebut sehingga rambut kemaluan tercabut. Dengan cara ini, rambut kemaluan dapat hilang ke akar sehingga rambut tidak cepat tumbuh. Namun kekurangannya, vagina Anda akan merasa perih ketika kain tipis ditarik, apalagi bila tidak dilakukan secara hati-hati.

3. Laser

Laser adalah prosedur menggunakan sinar yang ditembakkan ke permukaan kulit vagina sehingga rambut rontok sampai ke akar. Keuntungan metode ini adalah dapat merontokkan rambut dengan cepat. Selain itu, rambut juga butuh waktu lebih lama untuk tumbuh kembali. 

Kerugian metode ini ialah dapat menimbulkan kemerahan dan bengkak pada kulit. Harganya juga cukup mahal dan perlu beberapa kali perawatan agar hasilnya maksimal.

4. Elektrolisis

Elektrolisis adalah metode penghilang rambut kemaluan secara permanen. Keuntungan cara ini adalah rambut kemaluan dapat benar-benar hilang secara permanen.

Meski begitu, Anda membutuhkan waktu lama hingga rambut benar-benar menghilang. Satu kali perawatan membutuhkan 25 sesi agar rambut habis dan harganya juga relatif mahal.

Cara menghilangkan kutu rambut kemaluan

Menjaga rambut kemaluan memang harus dilakukan. Ketika rambut kemaluan tidak dijaga, maka akan sangat mungkin bulu-bulu tersebut menjadi tempat hidup bagi kutu rambut kemaluan. 

Kutu rambut kemaluan adalah hewan berbentuk seperti kepiting dan sangat mudah menular ke orang lain. Kutu rambut kemaluan dapat berkembang biak dan menghasilkan telur di rambut kemaluan, kemudian menular melalui kontak sensual.

Selain itu, kutu ini juga dapat menyebar karena penggunaan handuk, pakaian, dan sprei bersama. Maka tak heran jika kutu kemaluan juga bisa menyebar hingga ke bagian tubuh lain seperti bulu mata, alis, ketiak, hingga bulu kaki. 

Untuk mengenalinya, gejala kutu kemaluan umumnya menimbulkan rasa gatal pada organ intim , biasanya terasa semakin parah di malam hari. Untuk menghilangkan kutu, Anda bisa menggunakan lotion dan sampo yang mengandung permethrin.Gunakan secara rutin selama 1-2 minggu agar telur kutu juga dapat menghilang.

Baca Selengkapnya: Kutu Kemaluan Menyerang Siapa Saja, Apa Gejalanya?


21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Truesdale MD, et al. (2017). Prevalence of pubic hair grooming-related injuries and identification of high-risk individuals in the United States. DOI: (https://doi.org/10.1001/jamadermatol.2017.2815)
Saint Louis C. (2009). After overplucking, it’s time to call the professionals (https://www.nytimes.com/2009/12/17/fashion/17Skin.html)
Rowen TS, et al. (2016). Pubic hair grooming prevalence and motivation among women in the United States. DOI: (https://doi.org/10.1001/jamadermatol.2016.2154)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app