Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Menyusui

Ibu Terkena Campak Apakah Boleh Menyusui?

Update terakhir: OCT 16, 2019 Tinjau pada OCT 16, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.551.137 orang

Ibu Terkena Campak Apakah Boleh Menyusui?

Dok, saya terkena campak jerman, apakah saya masih boleh menyusui? Jika tidak boleh, sampai batas berapa lama dari ruam merah hilang baru boleh menyusui lagi? Mohon saran-nya Terima kasih

Jawab :

Iklan dari HonestDocs
Beli MASKER N95 3M 8210 via HonestDocs

Gunakan masker ini untuk kegiatan sehari-hari pada waktu kepekatan polusi udara meningkat. Selain itu, masker ini dapat digunakan oleh pekerja konstruksi dan juga petugas kesehatan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Campak jerman atau dikenal dengan istilah rubella merupakan infeksi virus dengan gejala utama ruam kemerahan pada kulit. Campak jerman dapat menular dari orang ke orang. Penularan terjadi ketika orang yang rentan (tidak memiliki kekebalan) terpapar virus dari orang yang terinfeksi melalui batuk atau bersin, atau kontak langsung dengan sekret pernapasan orang yang terinfeksi, seperti lendir atau ingusnya.

Campak ini juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke anaknya yang belum lahir melalui aliran darah. Penderita rubella dapat menularkan virus mulai dari 10 hari sebelum timbulnya ruam hingga sekitar 1-2 minggu setelah ruam menghilang. Lebih lengkap silahkan baca: Campak Jerman (Rubella)

Bahaya sebenarnya adalah bagi bayi yang belum lahir (janin), atau bayi yang baru lahir, jadi jika ibu terkena campak beberapa waktu setelah melahirkan, tidak diperlukan tindakan pencegahan khusus. Susu Ibu tidak akan menularkan virus rubella, dan justru akan berisi antibodi untuk membantu bayi melawannya. Jika bayi terkena campak jerman setelah lahir, biasanya merupakan kasus yang ringan.

Rubella ini memang penyakit menular, tapi ringan, yang biasanya tidak lebih serius daripada flu biasa. Sekali lagi, perhatian serius yaitu terhadap bayi yang belum lahir yang ibunya terkena rubella sebelum bayi itu lahir, bukan terhadap bayi yang ibunya terkena campak jerman dalam minggu-minggu setelah kelahiran.

Jadi kesimpulannya, ibu boleh tetap menyusui bayinya. Bayi akan lebih baik jika mendapatkan ASI, karena banyaknya zat kekebalan yang akan membantu melindungi dia. ASI bahkan dapat memberikan imunisasi alami untuk rubella. Namun harus menjaga agar bayi jangan sampai terpapar virus  sebagaimana telah disebutkan cara penularan rubella seperti di atas.

 

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. 1000 hari pertama merupakan periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy breast feeding gold 120s 1

EDITING

 

Campak jerman atau dikenal dengan istilah rubella merupakan infeksi virus dengan gejala utama ruam kemerahan pada kulit. Campak jerman dapat menular dari orang ke orang. Penularan terjadi ketika orang yang rentan (tidak memiliki kekebalan) terpapar virus dari orang yang terinfeksi melalui batuk atau bersin, atau kontak langsung dengan sekret pernapasan orang yang terinfeksi, seperti lendir atau ingusnya.

Campak ini juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke anaknya yang belum lahir melalui aliran darah. Penderita rubella dapat menularkan virus mulai dari 10 hari sebelum timbulnya ruam hingga sekitar 1-2 minggu setelah ruam menghilang. Lebih lengkap silahkan baca: Campak Jerman (Rubella)

Bahaya sebenarnya adalah bagi bayi yang belum lahir (janin), atau bayi yang baru lahir. Jika virus rubella menyerang janin maka janin akan mengalami kelainan pertumbuhan seperti lahir dengan anencephaly (kepala terlahir kecil) dan gangguan organ. jadi jika ibu terkena campak beberapa waktu setelah melahirkan, tidak diperlukan tindakan pencegahan khusus. Susu Ibu tidak akan menularkan virus rubella, dan justru akan berisi antibodi untuk membantu bayi melawannya. Jika bayi terkena campak jerman setelah lahir, biasanya merupakan kasus yang ringan.

Rubella ini memang penyakit menular, tapi ringan, yang biasanya tidak lebih serius daripada flu biasa. Sekali lagi, perhatian serius yaitu terhadap bayi yang belum lahir yang ibunya terkena rubella sebelum bayi itu lahir, bukan terhadap bayi yang ibunya terkena campak jerman dalam minggu-minggu setelah kelahiran.

Jadi kesimpulannya, ibu boleh tetap menyusui bayinya. Bayi akan lebih baik jika mendapatkan ASI, karena banyaknya zat kekebalan yang akan membantu melindungi dia. ASI bahkan dapat memberikan imunisasi alami untuk rubella. Namun harus menjaga agar bayi jangan sampai terpapar virus dengan Ibu sebaiknya menggunakan masker sebagaimana telah disebutkan cara penularan rubella seperti di atas.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit