Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI

Hypnic Jerk - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: SEP 21, 2019 Tinjau pada SEP 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.476.634 orang

Pernahkah kamu mengalami rasanya jatuh dari ketinggian dalam tidur? Kemudian kamu terbangun dan merasakan bahwa jantungmu berdegup kencang serta nafasmu bertambah cepat. 

Selain itu ada perasaan syok atau terkejut karena sensasi jatuh tersebut. Fenomena yang kamu alami ini dinamakan Hypnic Jerk. Yuk, kita pelajari lebih lanjut mengenainya!. 

Apakah itu Hypnic Jerk?

Hypnic Jerk atau dikenal pula dengan istilah Hypnagogic Jerk, Sleep Start, Sleep Twitch, Myoclonic Jerk dan Night Start merupakan kedutan otot di bawah sadar yang terjadi ketika orang mulai tidur yang sering menyebabkannya untuk terkejut dan terbangun. 

Hypnic jerk merupakan salah satu bentuk kedutan otot di bawah sadar yang disebut sebagai myoclonus. Hypnic Jerk ini sering dideskripsikan sebagai sensasi ketika kita kaget atau dikejutkan oleh sesuatu dan terkadang disertai oleh sensai jatuh dari ketinggian. 

Fenomena ini dikaitkan dengan meningkatkan kekerapan denyut jantung, meningkatnya kekerapan pernafasan, berkeringat dan terkadang disertai pula oleh rasa syok atau sensasi jatuh.

Hypnic jerk umumnya terjadi lebih sering pada mereka yang memiliki pola tidur tidak teratur dan terjadi pada sekitar 60-70% populasi di Amerika Serikat. Menurut sebuah publikasi dalam Journal of Neural Transmission, Hypnic jerk berlangsung pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement) dan ditemukan lebih sering pada masa kanak-kanak yaitu 4-7 kejadian per jam pada rentang usia 8-12 tahun dan lebih jarang pada usia lanjut yaitu 1-2 kejadian per jam pada rentang usia 65-80 tahun.  

Apakah penyebab Hypnic Jerk?

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari fenomena ini. Tentu saja ada beberapa hipotesa yang mencoba menjelaskan mengapa sensasi terkejut ini dapat terjadi dalam tidur. 

Salah satunya adalah teori yang menyebutkan bahwa ketika kita mulai tidur terjadi perubahan pola pernafasan dan juga denyut jantung. Nafas dan denyut jantung kita menjadi lambat, suhu tubuh turun secara perlahan dan kesemua hal ini menyebabkan terjadinya perubahan tonus (ketegangan) otot

Diduga bahwa Hypnic Jerk terjadi pada masa peralihan tonus otot ini. Teori lainnya menjelaskan bahwa ketika kita mulai tidur, otak dapat salah menginterpretasi berelaksasinya otot kita sebagai proses di mana kita sedang jatuh dari ketinggian sehingga otak kemudian mengirimkan sinyal untuk menegangkan otot untuk melindungi diri.  

Beberapa teori juga menyebutkan stres,kopi, kecemasan dan olahraga di malam hari, gangguan tidur malam hari juga dapat menyebabkan kondisi ini.

 

Apakah Hypnic Jerk berbahaya bagi kesehatan?

Secara umum, Hypnic Jerk tidaklah membawa bahaya terhadap kesehatan kita. Kebanyakan orang setelah mengalami fenomena ini dapat kembali tidur tanpa terganggu. Tips untuk mengurangi kondisi ini

  • Kurangi konsumsi kafein
  • Kurangi konsumsi alkohol
  • Olah raga menenangkan seperti pilates dan yoga
  • Minum minuman herbal
  • Relaksasi sebelum tidur
  • Konsumsi suplemen tambahan seperti magnesium dan kalsium

Meskipun demikian, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Hypnic jerk lebih sering dijumpai pada mereka yang sebelumnya sudah mengalami pola tidur yang tidak teratur. Penyebab pola tidur tidak teratur inilah yang perlu diperhatikan. Ada banyak kemungkinan penyebab dari timbulnya pola tidur tidak teratur. 

Bila kesulitan tidur disebabkan oleh kecemasan, maka perlu kita tangani gangguan kecemasan yang ada dan bila diperlukan dapat berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mengatasinya, baik dengan psikoterapi maupun obat-obatan bila diperlukan. 

Stres emosional, pekerjaan dengan tekanan tinggi serta kesulitan tidur yang berkepanjangan mempengaruhi pola tidur kita dan bila berlanjut akan mempengaruhi juga kesehatan kita secara umum. 

Untuk mereka yang sering mengalami Hypnic Jerk selama tidur, sangat disarankan untuk mengurangi konsumsi kafein (kopi, teh) dan berlatih menggunakan teknik-teknik relaksasi sebelum tidur (meditasi, berdoa, latihan mengatur pernafasan) untuk memudahkan memulai tidur dan mengurangi terjadinya kesulitan tidur.  

Tidur merupakan fenomena yang lebih rumit daripada yang terlihat mata. Selama kita tidur terjadi berbagai perubahan dalam tubuh kita. Pola pernafasan dan denyut jantung kita berubah, terjadi pelepasan berbagai hormon dan terjadi regenerasi sel-sel tubuh kita. 

Singkat kata, tidur merupakan fenomena yang penting bagi kesehatan. Hypnic Jerk sendiri merupakan kejadian yang ketika berdiri sendiri tidak berbahaya dan dialami banyak orang. 

Tetapi, Hypnic Jerk juga bisa merupakan tanda bahwa pola tidur kita kurang teratur, entah karena asupan makan kita, stres ataupun penyebab lainnya. Untuk menjaga kesehatan kita, jangan lupa untuk memastikan bahwa kita mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas.

 


Referensi

Eberhardt, O. & Topka, H. NCBI. Myoclonic Disorders. Brain Sciences. 2017. 7(8), pp. 103.

Holland, K. Healthline (2018). Twitching Before Falling Asleep: What Causes Hypnic Jerks?

Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Myoclonus.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit